BRI Liga 1: 3 Pemain Arema yang Bisa Bikin PSIS Merana, Pantang Anggap Remeh!

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - BRI Liga 1 2021/2022 pekan keempat akan menyuguhkan laga besar, Arema FC melawan PSIS Semarang, Sabtu (25/9/2021). Dua tim penuh tradisi dan selalu menyuguhkan pertempuran sengit di lapangan.

Laskar Mahesa Jenar, julukan PSIS, berstatus pemuncak klasemen sementara BRI Liga 1 dengan nilai tujuh, hasil dua kali menang dan sekali imbang. Bertolak belakang dengan Arema FC yang melorot di peringkat 14 dengan nilai dua.

Di laga sebelumnya PSIS menghajar Persiraja Banda Aceh 3-1. Adapun Arema harus menelan kekalahan pertamanya dari PSS, walau sempat unggul lebih dahulu melalui Johan Ahmad Alfarizi.

PSIS mengantongi rekor pertemuan yang cukup apik setiap bertemu Arema. Dalam empat pertemuan terakhir atau sejak tampil di Liga 1 hingga duel di Piala Menpora 2021, PSIS unggul empat kali atas Arema.

Sementara tim Singo Edan Arema hanya berhasil menang satu kali di Malang pada 2018 lewat gol tunggal Dedik Setiawan. Tentu modal yang besar ini membuat skuad Mahesa Jenar PSIS lebih termotivasi.

Kendati demikian, PSIS tetap tak akan meremehkan Arema yang sedang tampil loyo. Bagaimanapun Arema tetaplah tim besar dengan materi pemain berkualitas melimpah.

Ada sejumlah penggawa Arema FC yang wajib diwaspadai oleh PSIS di pertemuan akhir pekan nanti. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya versi Bola.com:

1. Johan Ahmad Alfarizi

Kapten tim Arema FC, Johan Ahmat Farizi (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Kapten tim Arema FC, Johan Ahmat Farizi (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Dikenal sebagai pemain dengan kaki kiri kuat. Sejak promosi ke tim senior Arema pada musim 2009, dia selalu menempati posisi sebagai bek kiri hingga kini di bawah naungan pelatih Eduardo Almeida.

Dengan berposisi di sektor kiri, Ahmad Alfarizi ternyata tidak hanya menjadi seorang pemain kidal. Kemampuan kaki kanannya juga kuat dan punya akurasi yang sama. Johan juga bisa bermain sebagai bek kanan.

Sebagai pemain belakang, Alfarizi juga dikenal sebagai bek yang keras dan tanpa kompromi. Ia tak akan membiarkan pemain lawan leluasa menguasai bola dan mengancam wilayahnya. Apalagi di momen saat menghadapi tekanan, Alfarizi tak sungkan melancarkan tekel meski harus berbuah kartu.

Johan Ahmad Alfarizi sempat mencetak gol untuk Arema melawan PSS Sleman akhir pekan lalu. Meski golnya gagal membawa Arema meraih poin, setidaknya ia punya motivasi besar untuk kembali membuktikan diri saat bertemu PSIS.

2. Dendi Santoso

Pemain Arema FC, Dendi Santoso (kanan) berebut bola dengan pemain PSS Sleman, Samsul Arifin dalam laga pekan ke-3 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (19/9/2021). Arema FC kalah 1-2. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Arema FC, Dendi Santoso (kanan) berebut bola dengan pemain PSS Sleman, Samsul Arifin dalam laga pekan ke-3 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (19/9/2021). Arema FC kalah 1-2. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Dendi merupakan striker utama Arema FC saat ini, bersanding dengan Kushedya Hari Yudo atau penyerang asing Carlos Fortes. Dendi Santoso adalah tumpuan di lini depan Arema karena punya insting predator di kotak penalti.

Dalam dua pertandingan terakhir yang dilakoni Arema, Dendi selalu tampil sejak menit pertama. Ia berhasil menyarangkan satu gol, yaitu ke gawang Bhayangkara FC di pekan kedua sekaligus menghindarkan timnya dari kekalahan.

Pemain berusia 31 tahun ini lama mengabdi untuk Arema yakni sejak 2008. Ia lebih piawai sebagai seorang penyerang sayap. Kecepatan yang ia miliki ditunjang naluri mencetak gol tinggi, membuat Dendi sebagai satu di antara pemain penting Arema.

Ia dapat beroperasi di sektor penyerangan kanan maupun kiri yang sama baiknya. Praktis kedua bek sayap PSIS, Fredyan Wahyu dan Pratama Arhan harus lebih sigap menghentikan Dendi Santoso.

3. Dedik Setiawan

Penyerang Arema FC, Dedik Setiawan. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Penyerang Arema FC, Dedik Setiawan. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Dedik Setiawan adalah pemain yang sudah dua kali mencetak gol ke gawang PSIS setiap kali berjumpa. Seperti pada pertemuan pertama di Liga 1 pada 2018, ia menjadi penentu kemenangan Arema.

Hingga perjumpaan terakhir di ajang Piala Menpora 2021, Dedik kembali mencetak gol ke gawang PSIS, meski gagal menghindarkan kekalahan Arema.

Adapun di BRI Liga 1 yang sudah berjalan tiga pertandingan, Dedik Setiawan lebih sering dimaksimalkan oleh pelatih Eduardo Almeida sebagai supersub. Tenaga dan kecepatannya dapat membuat Arema tampil lebih ofensif di paruh kedua.

Walau diturunkan babak kedua, Dedik cukup membawa dampak positif bagi lini depan Arema. Ancaman serangan lebih aktif dilakukan ketika ujung tombak Carlos Fortes dalam kebuntuan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel