BRI Liga 1: 4 Pemain Asing Persebaya Masih Melempem, Aji Santoso Pasang Badan

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Surabaya - Para pemain asing Persebaya Surabaya sedang menjadi sorotan suporter Bonek karena dianggap belum mampu nyetel dengan tim sepanjang perhelatan BRI Liga 1 2021/2022. Mereka adalah Alie Sesay, Bruno Moreira, Jose Wilkson, dan Taisei Marukawa.

Performa empat pemain itu itu dianggap belum sesuai harapan. Padahal, mereka telah melakoni lima dari enam pertandingan yang digelar selama seri pertama. Hasilnya juga kurang memuaskan karena Persebaya Surabaya hanya menang dua kali dan empat kali takluk

Di media sosial, Bonek yang memunculkan beberapa nama pemain asing lawas Persebaya sebagai sosok yang layak menggantikan mereka. Sebut saja striker David da Silva dan gelandang Aryn Williams yang memiliki kenangan manis di Surabaya.

Pelatih Persebaya, Aji Santoso, pasang badang menanggapi kritikan terhadap para pemain asingnya. Dia memandang empat pemain asing yang berada di skuatnya saat ini tetap membutuhkan adaptasi.

Apalagi, mereka adalah nama-nama yang baru menjalani musim debut di Indonesia. Aji menyebut empat nama itu sudah menunjukkan perkembangan.

“Sudah saya sampaikan mulai dari awal sampai pertandingan kelima, pemain asing sudah menemukan bentuk permainan mereka dan kepercayaan diri. Mereka sudah mulai beradaptasi dengan sepak bola Indonesia,” ucap pelatih Persebaya Surabaya tersebut.

Materi Skuad Jauh Berbeda

Pemain Persebaya Surabaya, Jose Wilkson (kiri) berduel udara dengan pemain PSIS Semarang dalam laga pekan ke-6 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (03/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Persebaya Surabaya, Jose Wilkson (kiri) berduel udara dengan pemain PSIS Semarang dalam laga pekan ke-6 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (03/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Hasil buruk ini dilatarbelakangi komposisi skuad Persebaya Surabaaya sudah jauh berbeda dengan musim lalu. Nama-nama bintang merupakan tumpuan Persebaya di musim 2020.

Empat pemain asing di musim 2020 bisa dikatakan sudah sangat sesuai untuk menjaga performa Persebaya tetap moncer. Namun, Aryn Williams, Mahmoud Eid, Makan Konate, dan David da Silva memilih melanjutkan karier ke klub lain di luar negeri.

Persebaya musim lalu sebenarnya tak memiliki bek asing. Namun, keberadaan Hansamu Yama (kini membela Bhayangkara FC) sudah cukup membuat barisan pertahanan bermain rapi. Kepemimpinannya juga dibutuhkan dalam menghalau serangan lawan.

Lalu, Makan Konate adalah pengatur ritme serangan yang andal. Meski baru bergabung di awal 2020, dia langsung nyetel. Permainan Persebaya kian menarik dan agresif dengan apa yang ditunjukkan gelandang asal Mali itu.

Striker David da Silva malah merupakan mesin gol andalan Persebaya sejak musim 2018. Dia selalu tampil konsisten. Tengok saja sumbangsihnya lewat 39 gol dari 43 penampilan di semua ajang.

Keyakinan Aji Santoso

Aji Santoso, pelatih Persebaya. (Bola.com/Aditya Wany)
Aji Santoso, pelatih Persebaya. (Bola.com/Aditya Wany)

Situasi ini telah menunjukkan hengkangnya sejumlah pemain bintang sangat berdampak pada penampilan Persebaya. Mereka seolah masih belum bisa menemukan pengganti yang sepadan nama-nama tersebut.

Aji Santoso tetap melihat bahwa empat pemain asing Persebaya saat ini bakal mampu menunjukkan performa terbaiknya di seri kedua menilik perkembangan positif di seri pertama lalu.

“Mudah-mudahan ke depannya lebih bagus di dalam pertandingan. Mereka menunjukkan peningkatan dan mengerahkan segala kemampuan. Sejauh ini, peningkatannya sangat bagus. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi lagi buat pemain asing dan lokal supaya lebih bagus lagi,” imbuhnya.

Persebaya bakal mengawali kedua dengan menghadapi Persipura Jayapura. Duel pekan ketujuh itu dijadwalkan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Yuk Tengok Posisi Persebaya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel