BRI Liga 1: 5 Fakta Setelah Arema FC Sukses Bungkam Bhayangkara FC

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Denpasar - Persaingan papan atas BRI Liga 1 bakal makin sengit. Itu setelah Arema FC berhasil menekuk Bhayangkara FC dengan skor 1-0 pada matchday ke-18 BRI Liga 1 di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Minggu (9/1/2022) malam WIB.

Gol tunggal bek sayap Arema, Rizky Dwi Febrianto, pada menit ke-20 tak bisa disamakan pemain Bhayangkara FC. Ini membuat Persib Bandung, Arema FC, dan Bhayangkara FC sebagai tiga tim teratas di klasemen BRI Liga 1 dengan nilai 37.

Hasrat Bhayangkara menjauh dari kejaran Persib dan Arema kandas, karena performa mereka tak seperti biasanya. Absennya Ezzechiel N'Douassel membuat lini depan The Guardian kurang tajam.

Dendi Sulistiawan dan Melvin Platje yang diturunkan sebagai pengganti Ezzechiel di lini depan, masih bisa diredam barisan pertahanan Arema.

Di luar pertandingan ketat tersebut, Bola.com merangkum beberapa fakta menarik setelah setelah Arema FC membungkam Bhayangkara FC pada laga lanjutan BRI Liga 1.

Produktivitas Bhayangkara Macet

Kekalahan 0-1 dari Arema memperlihatkan ada yang tidak beres di tubuh Bhayangkara FC, yakni macetnya produktivitas gol mereka. Pasalnya, pada pertandingan sebelumnya kontra Persija Jakarta (11/12/2021, mereka juga tak sanggup mencetak gol.

Sepertinya Bhayangkara mulai ketergantungan kepada Ezzechiel N'Douassel yang sudah mencetak 8 gol pada musim ini.

Striker asal Chad itu menerima kartu merah lawan Persija. Alhasil, dia harus absen saat bersua Arema karena menjalani sanksi larangan bermain.

Sebenarnya, mereka sudah punya penggantinya, Melvin Platje. Tapi pemain asal Belanda itu juga belum garang. Platje lebih sering jadi pemain sayap atau second striker di klub lamanya, Bali United.

Sebagai tim papan atas, jumlah gol yang sudah dicetak Bhayangkara FC tergolong minim. Baru 22 gol dari 18 laga. Paling sedikit di antara Persib dan Arema.

Ini jadi catatan tersendiri bagi Bhayangkara. Jika mereka terlalu bergantung pada Ezze, ini bisa jad dilema. Lawan akan selalu mengunci pergerakan Ezzechiel untuk menghentikan produktivitas Bhayangkara.

Arema Lanjutkan Dominasi

Dua tim ini sudah bertemu 14 kali di semua ajang. Tambahan kemenangan ini membuat Arema FC melanjutkan dominasi atas Bhayangkara.

Total sudah delapan kemenangan yang diraih Tim Singo Edan. Sementara itu, Bhayangkara baru dua kali menang atas Arema, dan empat laga sisa berakhir imbang.

Padahal dari materi pemain, beberapa tahun terakhir Bhayangkara bisa dibilang lebih baik ketimbang Arema. Sejumlah pemain Timnas Indonesia pernah membela The Guardian.

Tapi sepertinya mental pemain dan dukungan suporter bisa membuat Arema tetap bisa mengalahkan Bhayangkara. Lantaran pemain Tim Singo Edan akan dikritik suporternya jika sampai menelan kekalahan. Itu yang membuat Arema FC bisa lebih ngotot di lapangan.

Beda Kehadiran Pemain Timnas Indonesia

Melihat dari komposisi line up kedua tim, ada perbedaan yang terlihat, yakni keberadaan pemain Timnas Indonesia. Bhayangkara tidak memasukkan nama Evan Dimas.

Sang pemain belum bergabung di Bali. Bhayangkara memberikan libur khusus kepada Evan setelah membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Dengan adanya libur tambahan, Evan Dimas bisa bertemu keluarganya sebelum ke Bali.

Beda cerita dengan Arema FC. Tiga pemain Timnas Indonesia dapat kesempatan main. Kushedya Hari Yudo dan Rizky Dwi main sejak menit awal, sedangkan Dedik bermain sebagai pengganti.

Ketiganya tidak dapat libur, setelah menjalani karantina di Jakarta. Ketiganya langsung terbang ke Bali untuk pertandingan lawan Bhayangkara FC.

Tiga Tim Teratas Punya Poin Sama

Kemenangan Arema dari Bhayangkara membuat persaingan papan atas memanas. Tiga tim teratas punya nilai sama, 37 mulai dari Persib Bandung, Arema FC, dan Bhayangkara FC.

Ketiganya memang kandidat serius juara pada musim ini. Pasti persaingan mereka lebih ketat karena tidak ada selisih poin lagi.

Tapi bagi Bhayangkara, ini menjadi sebuah kerugian. Mereka sempat unggul agak jauh pada pertengahan putaran pertama lalu. Banyaknya poin yang hilang membuat angka mereka bisa dikejar Persib dan Arema.

Adapun bagi Arema, tim ini mengawali kompetisi kurang mulus. Namun perlahan, mereka berhasil ke papan atas.

Meski dari segi materi pemain tidak segemerlap Persib atau Bhayangkara, tapi Arema punya barisan pemain pekerja keras ditambah pelatih cerdik.

Arema Perpanjang Rekor tak Terkalahkan

Sudah 14 laga beruntun dilalui Arema FC tanpa kekalahan. Sebuah rekor yang akan sulit dilewati tim lain. Padahal dari segi permainan, bisa dibilang Tim Singo Edan kurang konsisten.

Kadang begitu luar biasa, tapi terkadang mereka seperti kehabisan bensin. Tapi saat lawan Bhayangkara mereka tampil cukup rapi.

Pressing saat kalah bola berjalan. Ini jadi kunci membuat pemain lawan seperti frustrasi. Iming-iming bonus dan hadiah dari Presiden Klub, Gilang Widya Pramana juga ikut membakar permainan Arema FC. Selama ini Ahmad Alfarizi dkk. sudah dimanjakan oleh sang bos.

Yuk Tengok Posisi Arema FC dan Bhayangkara:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel