BRI Liga 1: 5 Fakta Setelah Arema FC Taklukkan Barito Putera

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta Arema FC melanjutkan tren positif di BRI Liga 1. Kali ini, Arema sukses membungkam Barito Putera pada laga pekan ke-13 liga.

Tim berjulukan Singo Edan itu menang 2-1 atas Barito di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (23/11/2021). Arema FC sempat unggul lebih dulu berkat eksekusi penalti Carlos Fortes pada menit ke-48.

Namun, Barito Putera berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi Cassio de Jesus pada menit ke-85. Berselang tiga menit, Muhammad Rafli membobol gawang Barito dan membawa Arema FC mengunci kemenangan.

Sebenarnya laga berjalan sengit. Kedua tim saling memberikan tekanan. Seakan tak ada bedanya antara tim papan atas dan papan bawah. Mengingat Arema saat ini bersaing di papan atas.

Sementara itu, Barito Putera berjuang lepas dari papan bawah. Bahkan hingga pengujung laga, Barito masih berusaha menyamakan kedudukan.

Bisa dibilang keberuntungan lebih berpihak kepada Arema. Lantaran sejumlah peluang emas Barito Putera masih belum mengarah ke gawang.

Bola.com merangkuh lima fakta menarik pasca-duel Arema FC versus Barito Putera. Berikut ini adalah ulasannya.

Tiga Penalti Beruntun Arema FC

Arema FC membuka skor dalam laga ini berkat penalti Carlos Fortes pada menit ke-48. Barito Putera menganggap penalti itu tidak jelas, karena tak ada pelanggaran yang dilakukan Bagas Kaffa kepada Hanif Sjahbandi.

Bisa dibilang Arema kini mulai sering mendapatkan penalti. Dalam dua laga sebelumnya, Tim Singo Edan juga dihadiahi penalti, yakni kontra Persebaya Surabaya dan Persik Kediri.

Carlos Fortes berhasil menuntaskan tugasnya sebagai algojo penalti. Berkat gol ke gawang Barito Putera, Fortes telah mendulang delapan gol dari 13 pertandingan di BRI Liga 1 musim ini.

Gol Pertama Cassio

Bek asal Brasil, Cassio de Jesus mencetak gol pertamanya untuk Barito Putera. Pada menit ke-85, dia berhasil masuk ke pertahanan Arema dan dengan dingin menyelesaikan peluang itu.

Dengan sontekan pelan, dia memperdaya kiper tangguh Arema, Adilson Maringa. Banyak yang menyebut Cassio melakukan finishing layaknya seorang striker.

Tenang dan bisa mengelabuhi kiper lawan. Padahal posisi aslinya adalah stoper. Sepanjang kariernya di Indonesia, ini menjadi gol keduanya. Yang pertama, dia mencetak gol saat masih membela Semen Padang pada musim 2017.

Dua Sayap Arema Cedera Serupa

Arema terkena musibah pada laga ini. Dua pemain sayap mereka jadi korban kemenangan karena cedera. Pertama, Feby Eka tak bisa melanjutkan pertandingan karena cedera engkel pada pertengahan babak pertama.

Penggantinya Tito Hamzah, juga mengalami cedera yang sama pada babak kedua. Tito harus ditandu keluar seperti Feby. Dua pemain ini mengalami cedera karena salah tumpuan. Sepertinya kondisi lapangan yang kurang rata menjadi petaka bagi Feby dan Tito.

Pelatih Arema, Eduardo Almeida sempat mengganti formasi setelah Tito keluar. Dia menumpuk pemain di tengah. Namun karena kurang efektif, dia memasukkan pemain sayap lain, Ridwan Tawainella pada pengujung laga.

Kartu Kuning Eduardo Almeida

Pada laga ini, kartu kuning tak hanya diberikan untuk pemain di lapangan. Tetapi juga kepada pelatih Arema, Eduardo Almeida. Pada pertengahan babak kedua, pelatih asal Portugal itu menerima kartu kuning dari wasit Asep Yandi.

Tidak terekam apa yang sebenarnya dilakukan Almeida. Disinyalir dia melakukan protes keras karena ada pemain Arema yang dilanggar, namun wasit tetap melanjutkan permainan.

Padahal selama ini Almeida dikenal cukup dingin dan jarang melakukan komplain kepada wasit.

"Saya tidak tahu, wasit memberi saya kartu kuning dan tidak bisa mengubah itu. Saya harus segera melupakan itu dan menyiapkan untuk pertandingan selanjutnya," kata Almeida usai pertandingan.

Tempati Posisi Runner-up

Tambahan tiga poin membuat Arema sementara menggeser Persib Bandung di posisi runner-up klasemen BRI Liga 1. Arema mengantongi 26 poin, sedangkan Persib memiliki 25 poin.

Hanya saja Tim Maung Bandung baru memainkan pertandingan pekan ke-13 hari ini (24/11/202). Jika menang atas Persiraja Banda Aceh, posisi kedua di klasemen kembali menjadi milik Persib.

Meski hanya sehari berstatus runner-up, ini merupakan capaian tertinggi Arema. Pasalnya, pada awal musim Tim Singo Edan sempat sulit menang.

Mereka lebih banyak meraih hasil imbang lantaran belum menemukan permainan terbaik. Sekarang, mereka sudah 10 laga tak terkalahkan, dan itu membuat Ahmad Alfarizi dkk. berpeluang meraih gelar juara musim ini.

Yuk Tengok Posisi Arema FC di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel