BRI Liga 1: Alarm untuk PSIS! Bahaya Fortesdependencia dan Tuntutan Kecerdasan Lebih Sergio Alexandre

Bola.com, Semarang - PSIS Semarang mengawali turnamen pramusim, Piala Presiden 2022 dengan ciamik. Mereka langsung menjelma sebagai salah satu calon kuat juara begitu menyelesaikan laga di fase grup.

Bagaimana tidak, PSIS saat itu menjadi juara Grup A. Mereka menyandang status tak terkalahkan juga menjadi tim dengan rekor mencetak gol luar biasa.

PSIS Semarang mampu mencetak 15 gol di sepanjang babak grup. Lima dari 15 gol itu dicetak oleh sang pemain asing baru, Carlos Fortes.

Kedatangan Fortes plus dua pemain asing baru lain yakni Alie Sesay dan Taisei Marukawa terlihat menjadi bisnis yang sangat bagus yang dilakukan PSIS di musim ini. Mereka mampu langsung nyetel dengan pemain lama PSIS.

Termasuk pemain asing lama PSIS Semarang, Jonathan Cantillana. Namun, kedatangan mereka terutama Fortes juga meninggalkan lubang yang menganga bagi PSIS.

 

 

Bahaya Fortesdependencia

Ekspresi pemain PSIS, Carlos Manuel Dos Santos Fortes, setelah Wahyu Prasetyo mencetak gol kedua ke gawang Dewa United FC dalam lanjutan babak penyisihan Piala Presiden 2022 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah. Jumat (17/6/2022). (Bola.com/Bola.net/Arief Bagus)
Ekspresi pemain PSIS, Carlos Manuel Dos Santos Fortes, setelah Wahyu Prasetyo mencetak gol kedua ke gawang Dewa United FC dalam lanjutan babak penyisihan Piala Presiden 2022 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah. Jumat (17/6/2022). (Bola.com/Bola.net/Arief Bagus)

Di Spanyol sempat ada istilah yang sempat popoler. Istilah itu bernama Messidependencia, yang merujuk pada ketergantungan luar biasa Barcelona kepada sosok Lionel Messi.

Jika Messi tampil, penampilan Barca akan sangat menakutkan. Namun, jika pemain asal Argentina itu absen, penampilan Barca menjadi semenjana.

Dengan tidak bermaksud menyamakan level Fortes dengan Messi, tapi PSIS Semarang tampak sedang mengalami apa yang pernah dialami Barcelona itu.

Absennya Fortes yang sedang dalam proses pemulihan akibat cedera hamstring membuat lini depan PSIS Semarang sangat buntu. Pemain lain yang diandalkan seperti Hari Nur Yulianto dan Andreas Ado tak bisa tampil maksimal.

Hal di atas terlihat betul ketika PSIS hanya bermain imbang 1-1 versus RANS Nusantara di matchday pertama BRI Liga 1 2022/2023. Lini depan PSIS seperti ompong tanpa Fortes. Ya Fortesdependencia itu nyata.

 

 

 

 

Pelatih Harus Lebih Cerdas

Pelatih PSIS Semarang, Sergio Alexandre dalam sesi jumpa pers sebelum lama melawan Persis Solo, Senin (20/6/2022). (Dok. PSIS Semarang)
Pelatih PSIS Semarang, Sergio Alexandre dalam sesi jumpa pers sebelum lama melawan Persis Solo, Senin (20/6/2022). (Dok. PSIS Semarang)

Ada opsi yang bisa diambil PSIS Semarang untuk mengatasi masalah di lini depannya ketika Carlos Fortes absen. Opsi tersebut adalah dengan mendatangkan penyerang lokal baru dengan kaliber mentereng.

Namun, hal itu sulit dilakukan apalagi BRI Liga 1 2022/2023 sudah berjalan. Ditambah lagi stok penyerang lokal berkualitas yang masih nganggur juga bisa dikatakan tidak ada.

Satu opsi lain yang harusnya ada di PSIS adalah memanfaatkan semaksimal mungkin kecerdasan sang pelatih Sergio Alexandre. Di posisi seperti ini lah Alexandre dituntut kreativitasnya.

Ia harus bisa mengatasi masalah di lini depan tersebut. Ia bisa mencari formasi atau strategi lain atau bisa juga dengan memasang pemain lain di posisi penyerang tengah ketika Fortes absen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel