BRI Liga 1: Arema FC Belum Menang, Eduardo Almeida Enggan Memberikan Garansi

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Malang - Kinerja pelatih Arema FC, Eduardo Almeida, mulai disorot setelah Singo Edan hanya meraih dua hasil imbang dalam dua pekan awal BRI Liga 1 2021/2022. Hal tersebut wajar karena harapan Aremania terhadap pelatih asal Portugal ini cukup tinggi.

Apalagi Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, sudah menyatakan target juara pada musim ini. Namun, ketika disinggung mengenai garansi bisa memetik kemenangan demi Aremania, Almeida memilih untuk realistis.

"Kami fight untuk meraih tiga poin dalam setiap pertandingan. Tapi, tidak ada orang yang bisa memberikan garansi, karena itu merupakan bagian dari misteri masa depan. Tidak ada yang tahu," jelas mantan pelatih Semen Padang itu.

Arema FC akan berhadapan dengan PSS Sleman dalam laga pekan ketiga BRI Liga 1 2021/2022 pada petang nanti, Minggu (19/9/2021). Dari materi kedua tim, boleh dibilang Arema FC dan PSS memiliki pemain yang cukup berimbang. Artinya peluang menang sangat terbuka.

Jelang Menghadapi PSS

Pemain PSM Makassar, Hasyim Kipu, berebut bola dengan pemain Arema FC, bagas Adi, pada laga BRI Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (5/9/2021). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain PSM Makassar, Hasyim Kipu, berebut bola dengan pemain Arema FC, bagas Adi, pada laga BRI Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (5/9/2021). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Skuad Arema FC dalam kondisi yang baik. Semua pemain yang ada di Bogor tidak ada yang cedera. Dua pemain asing, Renshi Yamaguchi dan Carlos Fortes, juga sudah pulih.

"Saya siapkan tim untuk pertandingan nanti. Kekuatan dan kelemahan lawan tentu sudah kami analisa. Lawan juga pasti melakukan hal yang sama," ujar Almeida.

Seandainya nanti Arema FC mengalami kekalahan, gelombang kritik bakal mengalir dari aremania. Meski tak bisa memberikan kritik secara langsung, media sosial akan menjadi arena kritik yang luar biasa.

Berharap Aremania Memahami Situasi

Gelandang Arema FC Jayus Haryono mendapat kartu merah pada menit ke-3 pada laga melawan PSM Makassar. Jayus diganjar kartu merah oleh wasit Agus Arifin Fauzan dari Yogyakarta setelah melanggar Sutanto Tan. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Gelandang Arema FC Jayus Haryono mendapat kartu merah pada menit ke-3 pada laga melawan PSM Makassar. Jayus diganjar kartu merah oleh wasit Agus Arifin Fauzan dari Yogyakarta setelah melanggar Sutanto Tan. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pada laga pertama BRI Liga 1 2021/2022, Aremania memberikan pujian di media sosial karena Singo Edan bisa menahan imbang PSM Makassar dengan skor 1-1 meski bermain dengan 10 pemain selama lebih dari 80 menit.

Namun, pada laga kedua kontra Bhayangkara FC, Arema FC yang kembali bermain imbang 1-1 dinilai mengecewakan. Hal itu tak lepas dari kondisi The Guardians yang bermain dengan 10 pemain dalam 15 menit terakhir.

Sebelum kompetisi dimulai, sebenarnya Eduardo Almeida sudah meminta Aremania untuk memahami kondisi tim. Faktor lama tidak ada kompetisi, bermain tanpa penonton di tempat netral, membuat para pemain butuh adaptasi.

Pelatih asal Portugal itu mengaku membutuhkan 5 sampai 6 laga untuk mencari bentuk permainan terbaik Dendi Santoso dkk. "Kami selalu berupaya keras setiap pertandingan. Kalau memungkinkan tentu semua ingin menang dalam setiap laga," tegasnya.

Posisi Arema FC di Persaingan BRI Liga 1 2021/2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel