BRI Liga 1: Babak Belur di Laga Perdana, Persebaya Mau Tambah Pemain?

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya meraih hasil belum maksimal di BRI Liga 1 2021/2022. Mereka mengawali kompetisi dengan kekalahan 1-3 dari Borneo FC di pekan pertama pada Sabtu (4/9/2021).

Penampilan Persebaya Surabaya masih jauh dari gaya permainan yang selama ini mereka peragakan. Komposisi skuad juga belum optimal. Apakah dengan begitu pelatih Aji Santoso akan menambah pemain baru sebelum jendala transfer ditutup?

“Tidak. Saya sudah sampaikan dalam waktu dekat ini pemain kami cukup. Empat pemain asing sudah dan menurut saya tidak perlu menambah. Ini masih laga perdana dan masih ada 33 pertandingan, kami tidak perlu menambah pemain,” kata Aji, Senin (5/9/2021).

Tiga gol Borneo FC masing-masing disumbang Muhammad Sihran (8’), Terens Puhiri (49’), dan Guy Junior (61’). Sedangkan satu gol balasan Persebaya dicetak Ricky Kambuaya di menit ke-76.

Di laga ini, para pemain Persebaya terlihat keteteran menghadapi serangan yang dilancarkan Borneo. Walhasil, mereka kelabakan menahan gempuran lawan sehingga kemudian kebobolan tiga gol.

Persebaya Surabaya juga tampil dengan skuat pemain lokal lantaran pemain asing masih terganjal syarat administrasi vaksinasi. Pelatih Aji Santoso mengakui absennya nama-nama impor itu cukup memengaruhi penampilan timnya di laga perdana ini.

Evaluasi Permainan Persebaya

Persebaya Surabaya - Aji Santoso (Bola.com/Adreanus Titus)
Persebaya Surabaya - Aji Santoso (Bola.com/Adreanus Titus)

Selama babak pertama, Persebaya masih kesulitan menembus pertahanan Borneo FC. Berkali-kali upaya serangan mereka mudah digagalkan lawan. Barisan pertahanan Javlov Guseynov dkk. masih terlalu tangguh.

Setiap kali tertinggal, Rachmat Irianto dkk. berusaha keluar memberi tekanan dan membalas gol. Tapi, situasi itu justru membuat mereka semakin kelabakan saat Pesut Etam melancarkan serangan balik cepat.

Aji Santoso menilai penampilan timnya sudah membaik di babak kedua. Itu juga tidak lepas dari kepimpinan kapten Rachmat Irianto yang baru berusia 22 tahun. Dia sempat diturunkan sebagai bek tengah sebelum diplot sebagai gelandang bertahan.

“Saya melakukan perubahan taktik babak pertama saya pasang Rian (sapaan Rachmat Irianto) sebagai bek tengah dan mendorong di naik. Terbukti kami mengganti taktik dan lebih baik meskipun kalah 1-3,” ucap Aji.

“Dia (Rachmat Irianto) memiliki kepemimpinan dan saya tidak salah menunjuknya sebagai kapten tim,” imbuh pelatih berusia 51 tahun itu.

Pemain Muda Dapat Apresiasi

Ady Setiawan. Pemain Persebaya Surabaya berusia 26 tahun ini mulai dikenal sebagai gelandang jangkar saat memperkuat Martapura FC di Liga 2 tahun 2016. Berikutnya ia pernah memperkuat Barito Putera dan Persela sebelum bergabung dengan Persebaya jelang Piala Menpora. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Ady Setiawan. Pemain Persebaya Surabaya berusia 26 tahun ini mulai dikenal sebagai gelandang jangkar saat memperkuat Martapura FC di Liga 2 tahun 2016. Berikutnya ia pernah memperkuat Barito Putera dan Persela sebelum bergabung dengan Persebaya jelang Piala Menpora. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Aji merasa komposisi skuad yang dimilikinya sudah cukup dan bisa dikembangkan lagi. Tanpa pemain asing, secara mengejutkan, dia memasang beberapa pemain muda yang belum berpengalaman di starting eleven.

Sebut saja kiper Ernando Ari Sutaryadi, gelandang Akbar Firmansyah, winger Mochammad Supriadi, hingga bek kiri Frank Rikhard Sokoy.

“Pertandingan pertama selalu sulit apalagi sudah lama tidak ada kompetisi. Saya mengapresiasi pemain muda tampil meski masih perlu beradaptasi dengan situasi kompetisi,” tutur aristek tim berlisensi AFC Pro itu.

Tengok Posisi Persebaya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel