BRI Liga 1: Bermain Imbang dengan PSIS, Ini Titik Lemah dan Kekuatan Arema FC

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Malang - Arema FC harus kembali meraih hasil imbang saat menjalani laga pekan keempat BRI Liga 1 2021/2022, Sabtu (25/9/2021). Kali ini Singo Edan berbagi poin dengan PSIS Semarang di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, setelah bermain imbang tanpa gol.

Hasil ini merupakan kali ketiga Arema FC harus berbagi poin di BRI Liga 1 2021/2022. Sejauh ini, Arema FC menjadi satu dari dua tim yang belum meraih kemenangan, bersama Barito Putera yang berada di dasar klasemen.

Meski kembali harus bermain imbang dalam pertandingan pekan keempat BRI Liga 1 2021/2022, Arema FC sebenarnya tampil lebih baik ketimbang laga-laga sebelumnya.

Sayangnya, masih ada penyakit yang tetap terlihat, yaitu penyelesaian akhir yang masih lemah. Dedik Setiawan tercatat paling banyak membuang peluang, termasuk ketika sudah berhadapan dengan kiper PSIS. Kemudian M. Rafli dan Sergio Silva juga ikut membuang peluang di akhir pertandingan.

Tak hanya itu, PSIS juga tetap bisa mengancam gawang Arema FC. Mereka melakukannya lewat beberapa serangan balik cepat, membuat Arema FC harus kembali mengalami situasi yang sama dengan pertandingan-pertandingan sebelumnya. Arema FC sulit mencetak gol dan keteteran ketika lawan melakukan serangan balik.

Bola.com mencoba membedah titik lemah dan kekuatan Arema FC berdasarkan performa dalam laga kontra PSIS Semarang.

Titik Lemah

Pemain Arema FC, Kushedya Hari Yudo (kanan) terjatuh setelah berebut bola dengan pemain PSIS Semarang, Komarudin saat laga pekan keempat BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta. Arema FC harus puas bermain imbang tanpa gol saat bersua PSIS Semarang. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Arema FC, Kushedya Hari Yudo (kanan) terjatuh setelah berebut bola dengan pemain PSIS Semarang, Komarudin saat laga pekan keempat BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta. Arema FC harus puas bermain imbang tanpa gol saat bersua PSIS Semarang. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
  • Striker Mandul

Arema FC memiliki empat striker berkualitas di atas kertas. Tiga penyerang lokal berlabel Timnas Indonesia, yaitu Kushedya Hari Yudo, Dedik Setiawan, dan M. Rafli. Satu lainnya adalah Carlos Fortes, pemain asing asal Portugal.

Namun, di lapangan, keempat pemain tersebut belum sanggup menuntaskan peluang menjadi gol. Dengan kata lain, mereka masih saja mandul.

Padahal dalam setiap pertandingan, kolaborasi lini depan Arema FC terus membaik. Namun, gol yang ditunggu tidak kunjung datang. Tiga gol yang sudah dicetak Arema FC dari empat pertandingan tersebut berasal dari pemain belakang dan gelandang.

Ketika menghadapi PSIS, sekilas tampak kepercayaan diri striker Arema FC mulai terkikis. Dalam sebuah momen, Carlos Fortes sempat mendapatkan peluang di depan gawang PSIS.

Sebenarnya dia bisa langsung melepaskan tembakan ke gawang karena bek lawan sudah terjatuh di belakangnya, tapi Fortes masih memberikan bola itu kepada Dedik. Butuh beberapa detik, Dedik berpikir dan memilih melepaskan tembakan keras tapi justru mengarah ke kiper PSIS Semarang, Jandia Eka Putra. Jika tidak segera mencetak gol, diprediksi mental striker Arema FC makin down.

  • Tak Punya Jenderal Lini Tengah

Biasanya Arema FC makin subur dalam urusan gol dan memperlihatkan permainan menghibur ketika memiliki sosok playmaker, seperti Makan Konate, Gustavo Lopez, dan lainnya. Namun, Arema FC tidak memilikinya saat ini.

Sebenarnya ini bukan titik lemah yang utama, karena Arema FC masih sanggup membuat banyak peluang dalam setiap pertandingan. Tapi, jika memiliki kreator serangan, pemain itu bisa sekaligus menjadi pemecah kebuntuan.

Pelatih Eduardo Almeida sebenarnya sempat mencoba Dave Mustaine menjadi playmaker. Tapi, dia belum menemukan performa terbaik karena terlalu lama jadi cadangan. Jadi, di tengah Arema FC hanya memasang dua gelandang bertahan, Hanif Sjahbandi dan Renshi Yamaguchi.

  • Sistem Pertahanan Mudah Ditembus Serangan Balik

Ini merupakan efek karena terlalu fokus menyerang. Naluri pemain seperti ingin segera memenangkan pertandingan. Bukan hanya pemain depan, tapi gelandang dan pemain bertahan pun demikian. Sehingga beberapa kali serangan balik lawan bisa membahayakan gawang Adilson Maringa.

Pada babak kedua, ada momen saat serangan balik PSIS membuat kuartet pemain bertahan Arema FC Gugup. Bek asing Arema FC, Sergio Silva, yang berniat membuang bola justru mengenai badan rekannya sendiri dan membuat striker PSIS, Bruno Silva, lepas dari kawalan. Beruntung umpan matangnya tidak bisa dituntaskan oleh Komarudin.

Kekuatan

Pemain Arema FC, Hanif Sjahbandi (kiri) berebut bola dengan penyerang PSIS Semarang, Jonathan Zorilla saat laga pekan keempat BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta. Arema FC harus puas bermain imbang tanpa gol saat bersua PSIS Semarang. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Arema FC, Hanif Sjahbandi (kiri) berebut bola dengan penyerang PSIS Semarang, Jonathan Zorilla saat laga pekan keempat BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta. Arema FC harus puas bermain imbang tanpa gol saat bersua PSIS Semarang. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
  • Daya Juang yang Tinggi

Banyak peluang yang terbuang dalam setiap pertandingan tidak membuat pemain Arema FC frustrasi. Justru mereka berupaya lebih keras di lapangan.

Daya juang yang tinggi jadi kelebihan Arema FC. Ahma Alfarizi dkk. tidak kenal lelah memburu bola.

Manajemen Arema FC mengakui hal ini. Asisten manajer sekaligus Direktur Keuangan Arema FC, Ali Rifki, mengatakan, "Kami obyektif menilai perjuangan pemain di lapangan. Kalau bagus, kami sampaikan bagus. Mereka sudah berjuang luar biasa. Meski hasil akhirnya tidak seperti yang diharapkan."

Posisi Arema FC Saat Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel