BRI Liga 1: Bhayangkara FC Punya Titik Lemah yang Bisa Dimaksimalkan Arema FC, Apa Saja Ya?

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Denpasar - Duel dua tim penghuni papan atas klasemen BRI Liga 1 2021/2022 akan mewarnai partai ke-18. Bhayangkara FC dan Arema FC akan saling jegal di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, Minggu (9/1/2022) malam WIB.

Pemenang pertandingan nanti tentu berhaik menjadi pemuncak klasemen sementara BRI Liga 1. Diketahui Bhayangkara FC untuk sementara berbagi posisi dengan Persib Bandung di urutan pertama, karena sama-sama memiliki nilai 37.

Adapun Arema FC membuntuti di urutan ketiga, terpaut tiga poin. Tim Singo Edan telah mengoleksi 34 poin dari 17 pertandingan. Pertemuan kedua tim papan atas tersebut bakal berjalan ketat dan menjadi tontonan yang menghibur.

Jika melihat dari materi pemain, Bhayangkara FC bisa dibilang sedikit lebih baik. Namun bukan berarti tim berjuluk The Guardian itu tidak punya titik lemah.

Bola.com melihat ada celah yang bisa dimanfaatkan Arema di laga ini. Mulai dari beberapa pemain yang absen, hingga faktor non-teknisnya.

Jika kelemahan tersebut bisa dieksploitasi, bukan tidak mungkin Singo Edan mempecundangi Bhayangkara FC yang dihuni banyak pemain bintang. Berikut tiga titik lemah The Guardian (julukan Bhayangkara FC) yang dapat dimanfaatkan oleh Arema:

Kehilangan Mesin Gol

Ezechiel N'Douassel. Striker Bhayangkara FC asal Chad berusia 33 tahun ini didatangkan dari Persib Bandung pada 22 Januari 2020 dan sempat mmperkuat timnya berlaga di Piala Menpora 2021. (Foto: Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Ezechiel N'Douassel. Striker Bhayangkara FC asal Chad berusia 33 tahun ini didatangkan dari Persib Bandung pada 22 Januari 2020 dan sempat mmperkuat timnya berlaga di Piala Menpora 2021. (Foto: Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Striker asal Chad ini menjalani hukuman kartu merah di laga sebelumnya. Tanpa Ezze, lini depan Bhayangkara bisa jadi kurang tajam. Sebenarnya masih ada Melvin

Paltje. Namun dia baru bergabung dengan tim ini. Sehingga butuh waktu adaptasi bagi mantan pemain Bali United asal Belanda tersebut.

Ezze sendiri pemain paling menakutkan di lini pertahanan Arema. Terbukti di putaran pertama lalu. Gawang Arema yang dijaga Adilson Maringa dijebol Ezze. Beruntung laga itu berakhir imbang 1-1.

Sebenarnya Ezze sempat mencetak gol kedua ke gawang Arema waktu itu, namun gol keduanya dianulir wasit karena offside. Jika lini belakang Arema lebih solid, mereka bisa membuat Bhayangkara mandul di laga ini.

Dengan begitu, minimal satu angka sudah dalam genggaman. Tinggal barisan penyerang Arema yang bertugas membobol gawang Bhayangkara FC.

Kreator Serangan Berkurang

Selebrasi Renan Silva bersama pemain Bhayangkara FC lainnya usai mencetak gol ke gawang Persik Kediri pada laga pekan kelima BRI Liga 1 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Selebrasi Renan Silva bersama pemain Bhayangkara FC lainnya usai mencetak gol ke gawang Persik Kediri pada laga pekan kelima BRI Liga 1 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Lini tengah Bhayangkara FC juga bisa jadi titik lemah. Mereka kehilangan kreator serangan Renan Silva yang pindah ke Madura United. Selain itu, Evan Dimas juga masih belum bergabung dengan tim setelah membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2020, Singapura. Kabarnya Evan bakal absen di laga ini karena dapat waktu bertemu dengan keluarganya lebih dulu.

Tidak adanya dua pemain yang bisa mengatur irama permainan bisa berimbas pada permainan Bhayangkara. Karena gelandang yang tersisa tipikalnya mayoritas mengandalkan power.

Seperti Hargianto, TM Ichsan, Wahyu Subo dan lainnya. Bhayangkara memang masih punya Adam Alis yang bisa jadi motor serangan. Tapi itu tak akan semaksimal ketika ada Evan dan Renan Silva.

Mudah Terpancing Emosi

Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster saat menghadapi Persipura Jayapura dalam laga pekan ke-15 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Kamis (02/12/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster saat menghadapi Persipura Jayapura dalam laga pekan ke-15 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Kamis (02/12/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Jika dilihat dari permainan Bhayangkara FC, ada sisi emosional ditubuh tim ini. Dari 17 laga yang sudah dijalani, total pemain Bhayangkara menerima 53 kartu kuning, 4 kartu merah. Sebuah catatan yang menggambarkan sisi temperamental skuat ini.

Di putaran pertama lalu, ada satu pemain Bhayangkara yang diganjar kartu merah. Yakni TM. Ichsan. Kekurangan jumlah pemain membuat Bhayangkara harus berbagi angka 1-1 waktu itu.

Jika pemain Arema bisa memancing emosi skuat Bhayangkara, bukan tidak mungkin momen putaran pertama terjadi lagi. Sisi emosional juga sering diperlihatkan di bench Bhayangkara.

Pelatih Paul Musnter sering melakukan protes saat merasa keputusan wasit kurang tepat. Secara psikologis itu bisa menular ke anak buahnya di lapangan.

Yuk Intip Persaingan Bhayangkara FC dan Arema FC di BRI Liga 1

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel