BRI Liga 1: Dipecat PSS, Marco Gracia Paulo Buka-bukaan Merasa Dimakzulkan dan Dikhianati

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Sleman - Marco Gracia Paulo merasa dimakzulkan oleh para pemegang saham PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) sebagai pengelola PSS Sleman. Dia mengklaim dipecat tanpa pemberitahuan lebih dulu.

Para pemegang saham memberhentikan Marco dari Direktur PT PSS lewat keputusan sirkuler pemegang saham sebagai pengganti rapat umum pemegang saham (RUPS) terkait pemberhentian, perubahan nomenklatur jabatan, pengalihan tugas, dan pengangkatan anggota direksi PT PSS pada 26 Oktober 2021.

Selain Marco, seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris PT PSS juga ditendang oleh para pemegang saham.

"Saya cukup kagum dengan bagaimana situasi ini ditangani. Sebab, tidak ada komunikasi apa pun kepada saya. Sampai sekarang, saya tidak menerima komunikasi dalam bentuk apa pun," kata Marco dalam keterangan tertulisnya.

"Termasuk surat pemberitahuan dari PT PSS terkait pemberhentian saya sebagai direktur utama dan pergantian susunan direksi," lanjutnya.

Marco juga kecewa dengan rekan kerjanya di PT PSS yang menusuknya dari belakang dan berkhianat demi mengkudetanya dari tampuk kepemimpinan PSS Sleman.

"Saya terkejut ketika saya dan tim sedang berusaha menyelamatkan keadaan klub yang cukup berat, malah partner saya sibuk mencari celah untuk mengambil alih kepemimpinan dan menggusur saya," imbuh Marco.

"Saya menyayangkan etika. Saya berharap pergantian saya secara manusiawi. Saya merasa layak untuk minimal mendapatkan surat pemberitahuan dari PT PSS terkait keputusan ini berikut dengan legal standing-nya," jelas Marco.

Marco Gracia Paulo Berang

Liga 1 - Ilustrasi Logo PSS Sleman BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)
Liga 1 - Ilustrasi Logo PSS Sleman BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Lengsernya Marco dari PSS Sleman bak angin segar buat pendukung PSS, Sleman Fans. Sebab, bekas bos Badak Lampung FC itu memang dituntut untuk keluar dari Bumi Sembada.

Bersama pelatih PSS, Dejan Antonic dan pemain, Arthur Irawan, Marco menjadi sasaran tembak Sleman Fans buntut dari keterpurukan PSS di BRI Liga 1 2021/2022 dan konflik yang berkepanjangan.

Sekarang, Marco telah keluar dari PSS. Namun, mantan Deputi Sekjen PSSI tersebut masih belum terima. Dia gusar dengan perlakuan dari PT PSS.

"Saya telah berusaha menjalankan tugas saya sebaik mungkin dan mendedikasikan waktu, pikiran, tenaga, dan hati saya untuk PSS. Karena itu, saya sangat kecewa," ucap Marco.

"Saya juga telah menunjukkan secara konsisten selama masa kepimpinan saya. Bila ada staf yang purnabakti, saya selesaikan dengan manusiawi, diajak bicara dan sesuai prosedur. Kali ini, yang terjadi kepada saya malah bertolak belakang. Tidak ada pemberitahuan resmi, hanya lewat media sosial dan rilis di laman PSS," katanya.

Curhat Marco Gracia Paulo

Dirut PSS Sleman, Marco Gracia Paulo (kanan) bersama direktur komersial PSS, Yoni Arseto dalam acara temu media di Sleman, Jumat (27/8/2021). (Bola.com/Vincentius Atmaja)
Dirut PSS Sleman, Marco Gracia Paulo (kanan) bersama direktur komersial PSS, Yoni Arseto dalam acara temu media di Sleman, Jumat (27/8/2021). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Marco menuduh satu dari dua pemegang saham PT Palladium Pratama Cemerlang, pemilik terbesar saham PT PSS, membuat keputusan sepihak tanpa adanya persetujuan dari pemegang saham lainnya.

Kelompok suporter PSS, Brigata Curva Sud atau BCS dalam utasnya beberapa waktu lalu pernah melaporkan satu di antara pemegang saham mayoritas PT PSS adalah Effy Soeharsono, ibu dari Arthur Irawan.

"Di PT Palladium, sebagai pemegang saham terbesar di PT PSS, terdapat dua pemegang saham dengan komposisi 50-50," ujar Marco.

"Bagaimana mungkin satu di antara shareholder dari PT Palladium melalukan legal action pergantian direksi, khususnya pemberhentian direktur utama, tanpa menginformasikan apalagi berdiskusi dengan shareholder lainnya. Padahal komposisi kepemilikan sahamnya adalah 50-50."

"Kemudian, menanggapi pernyataan Pak Andywardhana, saya malah melihat berarti justru buat dia yang penting menang dan mendapat yang dia mau, meski dengan cara apa pun," terang Marco.

Andywardhana Putra adalah Direktur Utama PT PSS yang baru menggantikan Marco. Dalam pemberitaan di laman PSS terkait pergantian direksi, dia mengirimkan salam untuk Marco.

"Untuk Bapak Marco, saya ucapkan banyak terima kasih atas sumbangsih dan kontribusinya untuk PSS selama ini. Mari kita sikapi dinamika ini dengan bijaksana dan dewasa karena ini bukan masalah menang atau kalah. Ini semua demi kemajuan PSS," tutur Andywardhana.

Klasemen Sementara BRI Liga 1

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel