BRI Liga 1: Efek Tak Bisa Main di Kandang bagi Arema, Kurang Intimidatif!

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Arema FC masih melakukan penyesuaian di awal musim BRI Liga 1 2021/2022. Bukan hanya dari segi taktik dan strategi. Tapi juga dari segi venue pertandingan.

Seperti diketahui, musim ini semua laga dipusatkan di Pulau Jawa dan tim tak bisa main di kandang sendiri. Ditambah lagi tidak ada penonton di stadion karena masih pandemi virus corona.

Bagi Arema, tentu atmosfer kompetisi saat ini berbeda. Mereka pasti rindu tampil di Stadion Kanjuruhan didepan puluhan ribu Aremania. Pelatih Arema, Eduardo Almeida mengakui jika ada perbedaan ketika main di tempat netral.

“Saya coba melihat musim 2019. Arema main luar biasa di kandang. Faktornya, ada pemain ke 12, Aremania. Setiap tim lawan yang datang mungkin juga merasa takut. Jadi, kalau main di kendang, itu selalu menguntungkan,” kata pelatih asal Portugal ini.

Artinya, ketika main di tempat netral Arema FC kehilangan dukungan yang bisa membuat lawan merasa terintimidasi.

“Kondisi musim ini memang beda. Tapi realitanya seperti ini. Masih pandemi dan tidak masalah karena klub lain juga mengalami hal yang sama,” sambungnya.

Daya Juang

Hanif Sjahbandi yang ditunjuk sebagai eksekutor menceploskan bola dan membuat timnya unggul 1-0 pada menit ke-21. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Hanif Sjahbandi yang ditunjuk sebagai eksekutor menceploskan bola dan membuat timnya unggul 1-0 pada menit ke-21. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Almeida melihat dari segi semangat juang pemain di lapangan, tidak ada penurunan dari anak buahnya.

Bahkan ketika imbang 1-1 lawan PSM Makassar, di Stadion Pakansari, Bogor, sang pelatih melihat menilai Arema FC tampil terlalu bersemangat. Imbasnya, gelandang Jayus Hariono sudah menerima kartu merah saat laga baru berjalan 3 menit.

“Pemain sudah menunggu lama kompetisi ini. Yang penting harus jalan dulu (kompetisinya). Penyesuaian dilakukan sambil berjalan,” tegasnya.

Rindu Dukungan Langsung

Aremania merayakan gelar juara Piala Presiden 2019 usai menaklukkan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Jumat (13/4). Arema FC menang 2-0 atas Persebaya. (Bola.com/Aditya Wicaksana Wanyprahara)
Aremania merayakan gelar juara Piala Presiden 2019 usai menaklukkan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Jumat (13/4). Arema FC menang 2-0 atas Persebaya. (Bola.com/Aditya Wicaksana Wanyprahara)

Aremania sebenarnya juga rindu memberikan dukungan langsung. Namun mereka menyadari jika saat ini stadion masih steril dari penonton demi kebaikan semua.

“Kami sudah sepakat tidak datang ke stadion. Nobar juga kami sepakat tidak melakukannya. Ini demi pandemi segera berakhir dan sepakbola bisa normal kembali secepatnya,” kata Achmad Ghozali, Aremania Korwil Klayatan Malang.

Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel