BRI Liga 1: Era Kejayaan Rahmad Darmawan dan Jacksen Tiago Usai, Ancaman Pemecatan Makin Dekat

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Siapa yang tak kenal Rahmad Darmawan dan Jacksen F. Tiago. Dua nama ini bisa dikatakan sebagai pelatih tersukses di Indonesia. Sudah banyak trofi juara yang mereka persembahkan untuk tim yang mereka tangani.

Mengawali karier sebagai pelatih kepala bersama Persikota Tangerang 2001 silam. Nama Rahmad Darmawan mulai dikenal saat menjadi nahkoda Persipura Jayapura 2005 silam setelah mengantarkan mereka merebut gelar Divisi Utama Liga Indonesia.

Masa kejayaan pria yang akrab disapa RD itu datang saat menangani Sriwijaya FC musim 2007/2010. Satu trofi Divisi Utama Liga Indonesia 2007/2008, dan tiga trofi Piala Indonesia edisi 2007/2008, 2008/2009 dan 2010 jadi bukti kehebatannya.

Selain tercatat sebagai satu-satunya pelatih yang mampu mengawinkan gelar Liga Indonesia dan Piala Indonesia. Dia pun terbilang sukses saat menangani Timnas Indonesia U-23 dengan membawa pulang medali perak tahun 2011 dan 2013.

Sementara itu, prestasi Jacksen juga tak kalah dengan RD. Setelah membawa Persebaya Surabaya menjadi jawara Divisi Satu Liga Indonesia 2003, dia langsung membawa klub berjuluk Green Force menjadi kampiun Divisi Utama Liga Indonesia 2004.

Berbeda dengan RD, karier Jacksen F. Tiago semakin mengudara ketika bersama Persipura. Tiga trofi Liga Super Indonesia dia persembahkan untuk tim berjulukan Mutiara Hitam itu pada musim 2008/2009, 2010/2011, dan 2013.

Rapor Buruk Dalam Dua Seri BRI Liga 1

Jacksen F. Tiago dan Rahmad Darmawan. (Dok Bola.com)
Jacksen F. Tiago dan Rahmad Darmawan. (Dok Bola.com)

Tetapi musim ini, kecemerlangan dua sosok berpengalaman ini tengah dipertanyakan. Hal ini merupakan buntut dari hasil buruk yang diraih Madura United dan Persipura di dua seri BRI Liga 1 2021/2022.

Bertahun-tahun menjadi tim yang ditakuti lawan, saat ini Persipura malah terperosok di dasar klasemen. Mutiara Hitam, julukan Persipura kepayahan dan hanya mengemas lima poin saja dari 11 pertandingan.

Ketiadaan Boaz Solossa membuat produktivitas Persipura seret dengan mereka baru menciptakan delapan gol. Mirisnya, lini belakang mereka tampak hancur dengan gawang mereka telah kebobolan 19 kali sejauh ini.

Sementara RD bersama Madura United, sedikit lebih baik dengan bertengger di peringkat 14 BRI Liga 1 2021/22. Tetapi bagi suporter, hal itu tentu tak cukup baik bagi tim yang bertahun-tahun menghuni papan atas klasemen.

Mereka pun telah menyerbu kantor Madura United untuk meminta sang pelatih dan asisten pelatih Rasiman, angkat kaki dari jajarannya. Hingga pekan ke-11 ini, mereka hanya menang dua kali, lima kali imbang dan menelan empat kekalahan.

Ancaman Pemecatan!

Aliansi suporter tersebut merupakan gabungan dari 5 fan base Madura United, yaitu K Conk Mania, Trunojoyo Mania, Taretan Dhibi, Ultras Madura dan Peccot Mania. (Bola.com/Aditya Wany)
Aliansi suporter tersebut merupakan gabungan dari 5 fan base Madura United, yaitu K Conk Mania, Trunojoyo Mania, Taretan Dhibi, Ultras Madura dan Peccot Mania. (Bola.com/Aditya Wany)

Berbeda dengan Jacksen yang kursi kepelatihannya masih adem walau Persipura terbenam di dasar klasemen. RD justru harus mendapati kecaman setelah kegagalan-kegagalan di penghujung seri kedua BRI Liga 1 2021/22.

Hal yang paling mengejutkan tentu ucapan Direktur Utama (Dirut) PT. Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ulhaq Abdurrahim yang menemui suporter, kemarin (7/11/2021).

Dia berjanji bakal ada perubahan di tim pelatih untuk seri ketiga nanti.Hal itu mengisyaratkan bila manajemen Madura United bakal mengambil langkah tegas atas hasil ini. Walau begitu, belum ada pengumuman resmi apapun terkait status RD dan Rasiman sampai Senin (8/11/2021) siang.

Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel