BRI Liga 1: Gagal Tundukkan PSIS, Pelatih Bali United Kecewa Berat

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Sleman - Bali United banjir kritikan setelah hanya mengemas satu poin saat melawan PSIS Semarang pada pekan ke-10 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (31/10/2021) malam. Pelatih Bali United, Stefano Cugurra atau Teco, terang-terangan mengaku kecewa dengan hasil itu.

Fans mengeluarkan kritikan tajam di kolom komentar di Instagram Bali United. Sebagian besar komentar tersebut bernada miring.

Suporter Bali United tidak habis pikir mengapa permainan tim kesayangan mereka melempem. Mereka seakan hanya diberi hiburan sesaat ketika Bali United menumbangkan PSS Sleman di pekan kesembilan BRI Liga 1.

Menghadapi PSIS, mereka ditahan 0-0. Hujan kartu kuning juga terjadi. Perinciannya tiga kartu kuning untuk Bali United dan empat lainnya milik Laskar Mahesa Jenar. Komposisi pemain yang diturunkan Bali United menjadi pertanyaan.

Contohlah Eber Bessa. Meskipun dia bermain tidak terlalu buruk dan bahkan menjadi “bulan-bulanan” karena menjadi sasaran pelanggaran pemain PSIS, namun tampilannya kurang efektif.

Perannya lebih efektif malah ketika jadi pemain pengganti. Dia sudah mengemas tiga assist dan satu gol sebagai pemain pengganti. Dengan hasil imbang ini pula, Bali United tidak bisa memperkecil jarak dengan Bhayangkara FC, Persib Bandung, dan PSIS Semarang.

Justru posisi mereka turun satu tingkat ke posisi enam klasemen sementara dengan raihan 16 poin. Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, dalam sesi konferensi pers selepas pertandingan tidak banyak berkomentar.

Teco Kecewa

Penyerang Bali United, Ilija Spasojevic, mendapatkan pengawalan dari pemain PSIS Semarang pada laga BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Mawugoharjo, Magelang. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Penyerang Bali United, Ilija Spasojevic, mendapatkan pengawalan dari pemain PSIS Semarang pada laga BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Mawugoharjo, Magelang. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Tapi, Teco terlihat kecewa dengan hasil imbang yang diraih anak asuhnya. “Kami kerja dari babak pertama dan kami mau menyerang. Kami juga bisa mengontrol pertandingan, tapi tidak bisa mencetak gol. Saya tidak senang karena hilang dua poin,” terang Teco.

“Ini hasil yang kurang bagus hari ini. Kami hanya dapat satu poin,” tambahnya.

Tapi, Teco masih optimistis menatap pertandingan-pertandingan selanjutnya. Baginya pekan kesepuluh masih awal dan masih ada peluang untuk mengejar poin klub di atas Bali United.

“Masih banyak pertandingan. Mudah-mudahan di pertandingan paling dekat (melawan Persipura Jayapura), kami bisa menang lagi,” bebernya.

Catatan PSIS

Bek Bali United, Ricky Fajrin, berusaha merebut bola dari pemain PSIS Semarang pada laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2021/2022. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Bek Bali United, Ricky Fajrin, berusaha merebut bola dari pemain PSIS Semarang pada laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2021/2022. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sementara itu Pelatih PSIS Semarang Ian Andrew Gillan membeberkan kunci mengapa PSIS bisa menahan imbang Bali United. “Malam ini kami bermain sangat kompak dan tidak memberi ruang berkreasi kepada mereka,” terang pelatih asal Skotlandia tersebut.

Namun Andrew Gillan punya catatan minor juga untuk skuad asuhannya. Catatan tersebut terkait minimnya peluang yang berhasil diciptakan Hari Nur Yulianto dkk.

Mereka hanya menciptakan empat peluang dengan satu peluang mengarah ke gawang Nadeo Arga Winata. “Malam ini (serangan) tidak bagus. Kami dapat beberapa peluang dan kesempatan, tapi tidak bisa cetak gol,” tutupnya.

Yuk Tengok Daftar Peringkat Terbaru

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel