BRI Liga 1: Gelandang Bhayangkara FC Dikecam usai Provokasi Pemain Persebaya Sampai Kena Kartu Merah

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Duel antara Bhayangkara FC kontra Persebaya Surabaya menyisakan satu cerita menarik. Gelandang Gelandang Persebaya, Ricky Kambuaya, terpaksa mengakhiri laga lebih cepat di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Selasa (18/1/2022).

Penyebabnya, bintang Timnas Indonesia itu menerima kartu kuning kedua dari wasit Sigit Budiyanto jelang laga berakhir. Itu akibat pelanggaran yang dilakukan Ricky Kambuaya terhadap kiper Bhayangkara FC.

Mulanya, Kambuaya berupaya merebut bola yang berada di kotak penalti Bhayangkara di injury time babak kedua. Sayang, bola lebih dulu diamankan oleh kiper Awan Setho. Tapi, Kambuaya terlanjur mengejar bola dan kakinya mengenai perut Awan Setho.

Situasi ini dianggap sebagai pelanggaran dan membuat wasit mengeluarkan kartu kuning lagi setelah sebelumnya diarahkan kepada Kambuaya di menit ke-76. Tapi, ada hal lain yang menjadi bahan perbincangan yang melibatkan gelandang Bhayangkara, Wahyu Subo Seto.

Ricky Kambuaya sebenarnya sempat ingin melihat kondisi Awan Setho yang mengerang kesakitan, tapi dihalangi oleh para pemain Bhayangkara. Gelandang Wahyu Subo Seto malah terlihat melakukan dorongan provokasi terhadapnya.

Hal itu sempat memicu reaksi dari Kambuaya yang terlihat emosi. Beruntung, sejumlah pemain Bhayangkara FC berhasil menenangkan gelandang berusia 25 tahun itu. Bek kiri Ruben Sanadi termasuk yang bisa meredam amarah Kambuaya.

Dikecam Bonek

Bonek membentangkan spanduk bergambar legenda Persebaya, Eri Irianto, dalam pertandingan leg pertama semifinal Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (3/4/2019). Persebaya menang 1-0 atas Madura United dalam laga itu. (Bola.com/Aditya Wany)
Bonek membentangkan spanduk bergambar legenda Persebaya, Eri Irianto, dalam pertandingan leg pertama semifinal Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (3/4/2019). Persebaya menang 1-0 atas Madura United dalam laga itu. (Bola.com/Aditya Wany)

Beberapa akun instagram Bonek, suporter Persebaya, mengecam tindakan yang dilakukan oleh Wahyu Subo Seto. Sebab, dia terkesan ingin menghalangi Kambuaya yang memiliki niat baik untuk mengetahui kondisi Awan Setho.

“Kawal sampai klarifikasi! Jangan sampai luput dari sanksi Komdis (Komite Disiplin PSSI)!” tulis akun @persebayafans.27, Rabu (19/1/2022), dalam video unggahan yang memuat tayangan provokasi Wahyu Subo Seto.

Tayangan yang sama juga diunggah oleh akun @online.persebaya. Bedanya, akun ini membandingkan Wahyu Subo Seto dengan sang kakak, Fandi Eko Utomo, yang saat ini berseragam PSIS Semarang.

“Perilaku Wahyu Subo Seto semalam berbanding 180° dari sang kakak, Fandi Eko Utomo saat menghadapi Persebaya Surabaya. Padahal Kambuaya mau minta maaf ke Awan Setho,” tulis akun tersebut.

Fandi sendiri tercatat pernah membela Persebaya pada musim 2018 hingga 2019. Dia pernah mencetak gol untuk PSIS ke gawang Persebaya. Sebagai mantan pemain, dia memilih tidak melakukan selebrasi dan itu mendapat apresiasi dari Bonek.

Dua pemain ini memang kerap dibandingkan. Maklum, Fandi dan Wahyu adalah putra Yusuf Ekodono, legenda Persebaya. Masalahnya, Wahyu dianggap sebagai pemain yang tidak bisa menghormati Persebaya.

Sentimen ini mulai muncul saat Persebaya terlibat dualisme dengan klub yang kini telah menjelma sebagai Bhayangkara FC. Wahyu, yang merupakan pemain asli Surabaya, lebih memilih berseragam Bhayangkara yang dinilai didirikan dengan menyakiti hati penggemar Persebaya.

Terlepas dari provokasi itu, Ricky Kambuaya dipastikan mendapat larangan bertanding dalam pekan ke-21 BRI Liga 1 nanti. Persebaya dijadwalkan bersua dengan PSS Sleman di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (29/1/2022).

Tren Positif Terhenti

Penyerang Bhayangkara FC, Melvin Platje (merah), berebut bola dengan bek Persebaya Surabaya, Reva Adi, dalam laga pekan ke-20 BRI Liga 1 2021/2022, Selasa (19/1/2022). (Dok. PT Liga Indonesia Baru)
Penyerang Bhayangkara FC, Melvin Platje (merah), berebut bola dengan bek Persebaya Surabaya, Reva Adi, dalam laga pekan ke-20 BRI Liga 1 2021/2022, Selasa (19/1/2022). (Dok. PT Liga Indonesia Baru)

Persebaya juga terpaksa mengakhiri pertandingan tanpa meraih poin saat berjumpa Bhayangkara. Mereka kalah 1-2 dalam duel pekan ke-20 BRI Liga 1 2021/2022 itu di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Selasa (18/1/2022) malam.

Persebaya sebenarnya unggul dulu lewat gol Taisei Marukawa di injury time babak pertama. Namun, Bhayangkara berhasil membalikkan kedudukan dengan dua gol babak kedua berkat Melvin Platje (72’) dan Ezechiel NDouassel (86’).

Kekalahan ini telah menodai rekor Persebaya yang sebelumnya tak tidak terkalahkan dalam 13 pertandingan beruntun. Hasil ini membuat rekor itu terhenti lantaran kali terakhir Bajul Ijo gagal mendulang poin terjadi saat kalah 2-3 dari PSIS Semarang (3/10/2021).

Persebaya harus rela turun peringkat dengan menduduki posisi keempat. Kekalahan ini membuat mereka masih mengoleksi 39 poin dalam 20 pertandingan.

Kekalahan ini sekaligus membuat Persebaya gagal menuntaskan balas dendam. Sebab, mereka juga kalah, dengan skor 0-1, dari Bhayangkara dalam pertemuan di putaran pertama pada 24 September 2021 lalu.

Posisi Persebaya Saat Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel