BRI Liga 1: Gol Cannonball ke Gawang Arema, Pelatih Persebaya Memuji Marselino Ferdinan

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Solo - Persebaya Surabaya berhasil menahan imbang Arema FC dalam pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022. Duel bertajuk Derbi Jatim itu berakhir dengan kedudukan 2-2 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (6/11/2021) malam.

Arema mampu unggul dulu lewat penalti Carlos Fortes di menit ke-11 dan sepakan mendatar Muhammad Rafli di menit ke-21. Persebaya kemudian membalasnya dua gol berkat Samsul Arif (38’) dan Marselino Ferdinan (70’).

Nama pencetak gol terakhir itu kini menjadi perbincangan. Sebab, Marselino mencetak gol penting yang timnya sedang tertinggal 1-2. Gol cannonball yang dicetaknya bermakna penting menghindarkan Persebaya dari kekalahan.

Marselino tampil sebagai pemain penting Bajul Ijo padamenit ke-71. Dia mencetak gol keras dari luar kotak penalti yang gagal dibendung. Bola sempat mengenai mistar, masuk melewati garis, dah kembali ke lapangan permainan. Wasit pun mengesahkan golnya.

Pelatih Persebaya, Aji Santoso, menilai penampilan Marselino itu telah membuktikan kualitasnya. Meski baru berusia 17 tahun, Marselino memiliki kepercayaan diri dengan melepas cannonball keras yang merepotkan kiper Arema, Adilson Maringa.

“Dia masuk pada menit ke-65, tapi kontribusinya luar biasa dengan melakukan dua long range shoot, yang satunya terjadi gol. Yang satu lagi diamankan penjaga gawang,” ungkap pelatih berlisensi AFC Pro tersebut.

“Saya lihat pemain ini berkembang cukup bagus. Saya menilai pemain ini memiliki masa depan yang cerah. Asalkan, dia tetap disiplin yang kerja keras,” imbuh legenda Persebaya Surabaya itu.

Jadi Pembeda

Pemain muda Persebaya Surabaya, Marselino Ferdinan, dipeluk oleh rekan-rekan setimnya setelah mencetak gol yang berhasil menyelamatkan Bajul Ijo dari kekalahan saat menghadapi Arema FC pada laga pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022, Sabtu (6/11/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain muda Persebaya Surabaya, Marselino Ferdinan, dipeluk oleh rekan-rekan setimnya setelah mencetak gol yang berhasil menyelamatkan Bajul Ijo dari kekalahan saat menghadapi Arema FC pada laga pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022, Sabtu (6/11/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Dari empat pemain yang mencetak gol, menariknya mereka sama-sama menerima kartu kuning pertandingan ini. Tapi, gelandang muda Marselino Ferdinan memang menjadi pembeda.

Pemain didikan kompetisi internal Persebaya Surabaya itu tidak masuk dalam starting eleven. Alasannya, dia baru bergabung skuat Bajul Ijo setelah membela Timnas Indonesia U-23 pekan lalu melawan Australia U-23 dalam kualifikasi Piala Asia U-23 2022.

Marselino baru masuk pada menit ke-66 dengan menggantikan bek kiri Reva Adi Utama yang cedera dalam kondisi timnya tertinggal 1-2. Pergantian ini sempat mengubah komposisi tim. Alwi Slamat menempati bek kiri sehingga Marselino bisa menghuni lini tengah.

Marselino langsung tampil ikut membantu serangan Persebaya. Kemampuannya dalam dribel merepotkan Arema yang bermain bertahan. Apalagi, tim Singo Edan saat itu sedang berupaya mempertahankan keunggulan setelah Dendi Santoso mendapat kartu merah di menit ke-54.

Tak butuh waktu lama buat Marselino untuk memberi kontribusi pertama yang lahir di menit ke-68. Pemain berusia 17 tahun itu melepas tembakan setelah menerima umpan Taisei Marukawa. Sayang, tembakan Marselino masih melambung.

Berkembang

Marselino Ferdinan akhirnya tampil sebagai pemain penting Bajul di menit ke-71. Dia mencetak gol penyeimbang bagi Persebaya.(Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Marselino Ferdinan akhirnya tampil sebagai pemain penting Bajul di menit ke-71. Dia mencetak gol penyeimbang bagi Persebaya.(Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Upaya itu kemudian membuat pemain bernomor punggung 7 tersebut melepas tembakan keras dari luar kotak penalti yang menghasilkan gol penyama kedudukan buat Persebaya. Alhasil, Bajul Ijo mampu mengemas satu poin.

Mantan pemain Persebaya U-16 itu tampaknya mengetahui kelemahan Adilson yang kurang sigap dalam mengantisipasi tembakan kerasnya. Pemain berusia 17 tahun itu kembali melepas tendangan yang sama di menit ke-74, kali ini Adilson mampu menepisnya meski terlihat kerepotan.

Total tiga tembakan keras yang mengancam gawang Arema itu sudah cukup untuk pemain muda seperti Marselino. Dia bermain efektif selama 24 menit di atas lapangan.

Di usianya yang masih muda, Marselino berpotensi terus mengembangkan kemampuannya, baik bermain sebagai gelandang maupun winger. Dia pun mencatatkan rekor sebagai pencetak gol termuda di Liga 1, mengingat dia baru genap berusia 17 tahun pada 9 September 2021.

Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel