BRI Liga 1: Hadapi Persipura, Persela Tak Ingin Kembali Kecolongan di Menit Akhir

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Lamongan - Pelatih Persela Lamongan, Iwan Setiawan berharap anak asuhnya tak lagi mengulang kesalahan yang sama ketika meladeni Persipura Jayapura dalam lanjutan BRI Liga 1 2021/22 di Stadion Wibawa Mukti, Jum'at (10/9) sore WIB.

Di pekan pembuka, Persela harus rela tertunduk lesu setelah kalah 0-1 dari PSIS Semarang. Gol tunggal Riyan Ardiansyah di masa injury time babak kedua sungguh sangat disesalkan pelatih asal Medan tersebut.

"Kalau kita evaluasi, sebenarnya secara keseluruhan Persela cukup baik, terutama saat menggalang pertahanan. Cuma sedikit lengah dan satu kelengahan itu bisa dijadikan gol," ungkapnya.

Melemahnya konsentrasi anak asuhnya bisa dibilang menjadi biang kerok kegagalan Persela Lamongan meraih poin di pekan perdana. Padahal Iwan Setiawan selalu menasehati para pemainnya untuk meminimalkan kesalahan sekecil apapun.

"Saya selalu sampaikan ke dalam tim sebuah filosofi, one mistake one goal. Jadi di top level, kita memang sangat dituntut untuk menjaga konsetrasi sepanjang pertandingan," jelasnya.

Penurunan Kondisi Fisik Bukan Alasan

Sesi latihan Persela Lamongan, di Stadion Surajaya, Lamongan. (Bola.com/Aditya Wany)
Sesi latihan Persela Lamongan, di Stadion Surajaya, Lamongan. (Bola.com/Aditya Wany)

Mantan pelatih Persebaya Surabaya tersebut mengakui bila menurunnya kondisi fisik menjadi alasan yang tepat mengapa konsentrasi pemainnya berkurang.

Tetapi, hal tersebut dianggap bukan sebuah pembenaran.Hampir seluruh klub yang bersaing di BRI Liga 1 2021/22, memang kesulitan menggelar latihan jelang bergulirnya kompetisi.

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menyebabkan mereka tak bisa menjalani kegiatan olahraga sementara waktu.

Tanpa kompetisi resmi lebih dari 1,5 tahun, pemain dituntut menjaga level kebugaran mereka secara mandiri. Itu sebabnya kondisi antar pemain bisa berbeda jauh antara satu dengan lainnya

."Itu (konsentrasi menurun) sebenarnya bisa kita lawan, kalau kita sepanjang pertandingan terus melakukan evaluasi. Mereka bisa tetap mengontrol jika merasa telah lelah, dirinya lebih meningkatkan kewaspadaan dan mewanti-wanti untuk tidak lengah," jelasnya.

Puas Peak Performance Persela

Persela Lamongan - Iwan Setiawan, Ahmad Bustomi, Mochammad Zaenuri (Bola.com/Adreanus Titus)
Persela Lamongan - Iwan Setiawan, Ahmad Bustomi, Mochammad Zaenuri (Bola.com/Adreanus Titus)

Pelatih berusia 63 tahun itu merasa Birrul Walidain dkk tak mengalami masalah dengan peak performance pemainnya. Sebab, dirinya telah memprogram menu latihan sesaat setelah bisa kembali menggelar latihan.

Kekalahan atas Mahesa Jenar, julukan PSIS Semarang, dianggap Iwan Setiawan bukan karena para pemainnya tak tampil dalam performa terbaiknya. Sebaliknya, performa anak asuhnya dirasa telah mencapai level terbaiknya.

"Kalau bicara peak perfomance, masalah angka atau nominal atau standarnya seperti apa, jujur saja enggak ada angkanya. Yang jelas, menurut saya karena saya yang paling tahu tim ini, dengan penampilan seperti kemarin itu mereka sudah kerja bagus sesuai peak perfomance mereka," tandasnya.

Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel