BRI Liga 1: Koneksi PSM dan Persebaya di Kasta Elite Indonesia, Saling Sumbang Pemain Peraih Trofi Juara

Bola.com, Jakarta - Kiprah PSM Makassar dan Persebaya Surabaya kental mewarnai sejarah panjang kompetisi di Tanah Air.

Pada era Perserikatan, PSM yang berdiri pada 2 November 1915 tercatat lima kali meraih meraih trofi juara. Sementara itu, Persebaya yang lahir pada 18 Juni 1927 mengoleksi empat gelar juara.

Di pentas Liga Indonesia yang merupakan penyatuan kompetisi Perserikatan dan Galatama, keduanya juga pernah berjaya. PSM Makassar meraih trofi juara pada Liga Indonesia musim 1999/2000 serta lima kali runner-up.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya tercatat dua kali meraih gelar juara yakni pada 1996/1997 dan 2004. Menariknya, kedua tim tradisional itu pernah sama-sama melakukan 'pemberontakan' terhadap PSSI, dengan menjadi pionir pembentukan kompetisi tandingan bernama Liga Primer Indonesia pada 2011.

Koneksi erat antara PSM dan Persebaya dimulai pada pertengahan 1970-an. Ketika itu, M. Basri, legenda Tim Juku Eja menjadi pelatih Tim Bajul Ijo saat meraih trofi juara Perserikatan 1977/1978.

Pada partai final yang berlangsung di Stadion Utama Senayan, Jakarta (kini Gelora Bung Karno) pada 28 Januari 1978, Persebaya mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 4-3.

Pada era Liga Indonesia, koneksi kedua tim kian erat dengan saling menyumbangkan pemain untuk mengarungi kompetisi. Berikut ini catatan Bola.com berdasarkan penelurusan dari berbagai sumber, terkait konektivitas PSM Makassar dan Persebaya Surabaya di kompetisi kasta tertinggi.

Pemain Pionir

Pada Lebaran 2017, Yusuf Ekodono mudik ke Yogyakarta hanya bersama istri tanpa ketiga putranya yang berprofesi sebagai pesepak bola. (Bola.com/Fahrizal Arnas)
Pada Lebaran 2017, Yusuf Ekodono mudik ke Yogyakarta hanya bersama istri tanpa ketiga putranya yang berprofesi sebagai pesepak bola. (Bola.com/Fahrizal Arnas)

Legenda Persebaya, Yusuf Ekodono menjadi pemain Bajul Ijo pertama yang berkostum PSM di Liga Indonesia. Pada musim 1995/1996, manajemen PSM yang saat itu dipimpin Nurdin Halid merekrut Yusuf untuk diduetkan dengan Jacksen Tiago, striker asal Brasil yang sebelumnya memmbawa Petrokimia Putera menembus final edisi perdana.

Duet Yusuf-Jacksen berhasil membawa Tim Juku Eja melaju sampai partai puncak yang berlangsung di Stadion Utama Senayan, 6 Oktober. Sayangnya, PSM yang ditangani M. Basri gagal meraih trofi juara setelah ditaklukkan Mastrans Bandung Raya dengan skor 0-2.

Dari kubu PSM, Hamka Hamzah menjadi pemain pertama yang memperkuat Persebaya di Liga Indonesia. Hamka yang baru saja membawa Timnas Indonesia U-21 meraih trofi Piala Hassanal Bolkiah pada 2002, bergabung dengan Persebaya jelang musim 2003.

Ketika itu, Persebaya berkiprah di Divisi 1 (Liga 2). Bersama Hamka, Persebaya yang ditangani Jacksen Tiago promosi ke kompetisi kasta tertinggi dengan status juara.

Pemain Peraih Dua Gelar Juara

Luciano Leandro dan Jacksen Tiago saat membela PSM Makassar. (Bola.com/Dok Pribadi Jacksen Tiago)
Luciano Leandro dan Jacksen Tiago saat membela PSM Makassar. (Bola.com/Dok Pribadi Jacksen Tiago)

Tercatat ada 28 pemain yang pernah berkostum PSM dan Persebaya pada musim berbeda di Liga Indonesia. Mereka adalah Yusuf Ekodono, Jacksen F Tiago, Carlos de Mello, Aji Santoso, Musa Kallon, Kurniawan Dwi Yulianto, Yeyen Tumena, Hamka Hamzah, serta Andi Oddang.

Selain itu, ada juga Deny Marcel, Djayusman Triaji, Supriono, Korinus F, Rahmat Latief, Cristian Carrasco, Satrio Syam, Yusuf Hamzah, Dimas Galih, Kurniawan Karman, Hendro Kartiko, Aji Santoso, Rahel Tuasalamony, Marwal Iskandar, Rivki Mokodompit, Miswar Saputra, Amido Balde, Imam Arief Fadillah, Guy Junior Ondoua, serta dan Raphael Maitimo.

Di antara mereka, ada sejumlah pemain yang sukses membawa PSM dan Persebaya meraih trofi juara Liga Indonesia sekaligus. Aji Santoso dan Carlos de Mello menjadi pionir.

Setelah membawa Persebaya meraih meraih trofi juara musim 1996/1997, keduanya membantu Tim Juku Eja meraih gelar pada musim 1999/2000. Raihan keduanya diikuti Hendro Kartiko, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Yeyen Tumena.

Setelah menjadi bagian dari skuad juara PSM pada musim 1999/2000, Hendro, Kurniawan, dan Yeyen membawa Persebaya meraih trofi juara pada Liga Indonesia 2004 yang menerapkan sistem kompetisi penuh.

Yuk Simak Posisi Klub Favorit Kamu:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel