BRI Liga 1: Langkah Cerdik Madura United Bangun Kompleks Latihan, Biar Nyisil yang Penting Punya

Bola.com, Pamekasan - Madura United tak perlu risau lagi menggelar latihan di Pamekasan, Madura. Klub berjulukan Laskar Sape Kerrap itu telah memiliki Madura United Training Ground (MUTG) untuk mempersiapkan tim menjelang kompetisi Liga 1 2022/23.

Sebelumnya, mereka selalu menggunakan Stadion Gelora Madura Ratu Pameliingan (SGMRP). Tentu hal ini tak ideal mengingat tempat tersebut merupakan venue pertandingan satu-satunya.

Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi, bersyukur bisa mewujudkan mimpinya tersebut.

"Terima kasih kepada Yayasan Dharmasiswa yang telah memberikan kesempatan kepada Madura United untuk menyewa jangka panjang selama 10-20 tahun dengan pembayaran sewa dicicil per 5 tahun. Sungguh sangat meringankan kami," ungkapnya.

Maju Mundur

Striker anyar Madura United, Pedro Henrique (tengah), sudah berlatih bersama rekan-rekan setimnya. (Bola.com/Wahyu Pratama)
Striker anyar Madura United, Pedro Henrique (tengah), sudah berlatih bersama rekan-rekan setimnya. (Bola.com/Wahyu Pratama)

Walau begitu, pria asal Sumenep itu mengaku pembangunan MUTG sempat maju mundur lantaran dana yang dibutuhkan sangat besar.

"Karena kami tidak akan mampu untuk membeli tanah seluas 3 hektare di tengah kota Pamekasan. Proses pembangunan juga kami cicil bertahap dan selesai dalam 4 tahun. Menyusul fasilitas gym dan lampu stadion melalui pola kerja sama," jelas pria yang akrab disapa AQ tersebut.

Tak Lagi Akali Lisensi Klub

Madura United sebetulnya telah memiliki lisensi klub profesional sejak tahun 2017. Tetapi ini cukup mengherankan lantaran mereka tak memiliki fasilitas latihan sendiri seperti yang disyaratkan oleh konfederasi sepak bola Asia (AFC).

"Sejak kami lulus Lisensi AFC 2017, kami masih pinjam nama stadion di Jawa Timur untuk memenuhi fasilitas “Youth Football” sebagai syarat lulus AFC Licensing. Tetapi kini, kami tidak lagi melakukan itu," ujarnya.

Sesuai Kriteria

Pria berusia 56 tahun tersebut mengakui bila selama ini mereka mengakali satu di antara persyaratan tersebut. Tetapi keberadaan MUTG memastikan mereka tak akan lagi melakukan langkah serupa seperti sebelumnya.

"Kini kami sudah memiliki sendiri. Walaupun tidak mewah, tapi ini sudah sesuai standard AFC & FIFA. Karena selama pembangunan, kami koordinasi dan mendapat arahan AFC," jelas pria yang menjadi anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini.

Kawah Candradimuka di Jawa Timur

Pembangunan MUTG tak lepas dari visi besar AQ di dunia sepakbola. Ia ingin Pulau Madura menjadi kawah candradimuka bagi pesepakbola cilik yang tengah merintis karier sebagai pemain profesional.

"Semoga ke depan dari MUTG & MUFA (Madura United Football Academy) ini, banyak talenta-talenta Madura yang jago bermain bola. Menjadi kebanggan keluarganya, kebanggan Madura dan kebanggan Indonesia," tegasnya.

Ia pun menyelipkan pesan agar MUTG dijaga dengan baik dan digunakan semestinya. "Dirawat ya Cong..!!," tandas eks bendahara PSSI di era Nurdin Halid ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel