BRI Liga 1: Marco Motta Gagal Eksekusi Penalti ke Gawang Barito Putera, Pelatih Persija Pasang Badan

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Magelang - Pelatih Persija Jakarta, Angelo Alessio, pasang badan terkait kegagalan Marco Motta dalam mengeksekusi penalti ke gawang Barito Putera pada laga pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022, Jumat (5/11/2021).

Persija Jakarta sejatinya bisa meraih kemenangan melawan Barito Putera. Situasi itu terjadi karena Persija mendapatkan tendangan penalti pada menit ke-90+15' ketika skor 1-1.

Wasit Dwi Purba Adi Wicaksana menunjuk titik putih setelah Riko Simanjuntak dijegal Aditya Harlan di kotak terlarang. Namun, keributan terjadi karena para pemain Barito Putera menganggap Aditya tak melanggar Riko.

Keributan terkait protes pemain Barito Putera berlangsung beberapa menit, meski tendangan penalti tetap dilakukan. Barito Putera beruntung, Marco Motta yang jadi eksekutor gagal melaksanakan tugasnya, karena bola tembakannya melayang di atas gawang.

"Marco Motta sangat percaya diri dan dia mengambil bola serta yakin akan bisa mencetak gol. Namun, adanya keributan dalam pertandingan yang terjadi selama lima menit membuat kondisi pun berubah secara psikologis," kata Angelo Alessio.

"Saya pribadi tidak menyalahkan Marco Motta. Setiap pemain pasti ingin mencetak gol. Saya sangat kecewa dengan hasilnya, akan tetapi harus menerima ini," tegas pelatih asal Italia itu.

Raihan hasil imbang ini tak mengubah posisi Persija Jakarta di tabel klasemen sementara BRI Liga 1. Klub berjulukan Macan Kemayoran itu tertahan di posisi kedelapan dengan raihan 15 poin dari 11 laga.

Tak Manfaatkan Peluang

Duel baru berjalan empat menit, Persija Jakarta hampir mencetak gol namun dapat diamankan oleh kiper Barito Putera Aditya Harlan. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Duel baru berjalan empat menit, Persija Jakarta hampir mencetak gol namun dapat diamankan oleh kiper Barito Putera Aditya Harlan. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Kekecewaan yang sama juga diungkapkan Maman Abdurrahman. Menurut Maman, Persija Jakarta seharusnya bisa menang bila berhasil memaksimalkan kesempatan melalui tendangan penalti pada menit-menit akhir pertandingan.

"Pertandingan malam ini hasilnya sangat mengecewakan. Apalagi ini pertandingan terakhir di seri kedua dan kami tidak bisa memanfaatkan peluang pada akhir pertandingan saat mendapatkan penalti," ucap Maman.

"Namun, inilah sepak bola. Apapun bisa terjadi. Pastinya ini akan menjadi evaluasi buat kami dan akan kerja keras lagi pada seri ketiga," tegas pemain berusia 39 tahun itu.

Unggul Segalanya

Persija kemudian mendapatkan peluang lagi melalui aksi Marko Simic. Namun, bola hasil sepakannya masih melebar dari sasaran. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Persija kemudian mendapatkan peluang lagi melalui aksi Marko Simic. Namun, bola hasil sepakannya masih melebar dari sasaran. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Statistik Liga 1 mencatat, Persija Jakarta unggul segalanya dari Barito Putera. Klub berjulukan Macan Kemayoran itu mencatatkan 57 persen penguasaan bola berbanding 43 milik Laskar Antasari.

Persija tampil atraktif dengan melepaskan 12 peluang. Sayangnya, dari enam peluang tepat sasaran yang di dapat hanya satu yang jadi gol.

Adapun Barito Putera tercatat memiliki enam peluang sepanjang laga. Pasukan Djadjang Nurdjaman itu memiliki tiga peluang akurat yang hanya satu menjadi gol.

Simak Posisi Persija Jakarta di BRI Liga 1

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel