BRI Liga 1: Mengulik Biang Kerok Performa Loyo Persebaya, Ada Efek Hengkangnya Barisan Pemain Top

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya terseok-seok dalam mengarungi seri pertama BRI Liga 1 2021/2022. Skuad Aji Santoso tersebut termasuk tim yang gagal tampil konsisten.

Rachmat Irianto dan kawan-kawan mengakhiri seri pertama BRI Liga 1 2021/2022 dengan hasil yang jauh dari harapan. Mereka kini menduduki peringkat ke-12 klasemen sementara dengan raihan enam poin hasil dua menang dan empat kali kalah dalam enam pertandingan.

Klub asal Kota Pahlawan itu bahkan berstatus sebagai tim dengan pertahanan paling buruk. Persebaya Surabaya telah kebobolan 12 gol. Artinya, rata-rata mereka kebobolan dua gol dalam setiap pertandingan.

Padahal, Persebaya termasuk tim diperhitungkan masuk kandidat juara Liga 1 2020. Mereka mengawalinya dengan menjuarai Piala Gubernur Jatim 2020. Sayang, pandemi membuat ambisi mereka pupus.

Hasil buruk ini dilatarbelakangi oleh komposisi skuad mereka sudah jauh berbeda dibanding musim lalu. Nama-nama bintang merupakan tumpuan Persebaya di musim 2020.

Sebut saja bek Hansamu Yama dan winger Irfan Jaya yang termasuk pemain lokal berkualitas. Hansamu kini berseragam Bhayangkara FC, sedangkan Irfan membela PSS Sleman.

Empat pemain asing Persebaya Surabaya di musim 2020 bisa dikatakan sudah sangat sesuai untuk menjaga performa tetap di puncak. Aryn Williams, Mahmoud Eid, Makan Konate, dan David da Silva memilih melanjutkan karier ke klub lain di luar negeri.

Belum Temukan Pengganti Sepadan

Makan Konate menjadi kapten Persebaya dan berhasil mencetak dua gol dalam kemenangan 4-2 atas Madura United dalam laga terakhir Grup A Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Gelora Bangkalan, Jumat (14/2/2020). (Bola.com/Aditya Wany)
Makan Konate menjadi kapten Persebaya dan berhasil mencetak dua gol dalam kemenangan 4-2 atas Madura United dalam laga terakhir Grup A Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Gelora Bangkalan, Jumat (14/2/2020). (Bola.com/Aditya Wany)

Persebaya musim lalu sebenarnya tak memiliki bek asing. Namun, keberadaan Hansamu sudah cukup membuat barisan pertahanan mereka lebih rapi. Kepemimpinannya juga dibutuhkan dalam menghalau serangan lawan.

Lalu, Makan Konate adalah pengatur ritme serangan yang andal. Meski baru bergabung di awal 2020, dia langsung nyetel. Permainan Persebaya kian menarik dan agresif berkat aksi gelandang asal Mali itu.

Striker David da Silva malah merupakan mesin gol andalan Persebaya sejak musim 2018. Dia selalu tampil konsisten. Tengok saja sumbangsihnya lewat 39 gol dari 43 penampilan di semua ajang.

Situasi ini telah menunjukkan hengkangnya sejumlah pemain bintang sangat berdampak pada penampilan Persebaya. Mereka masih belum bisa menemukan pengganti yang sepadan.

Empat pemain asing juga belum mampu tampil konsisten dan mendongkrak permainan Bajul Ijo. Mereka adalah bek Alie Sesay, gelandang Bruno Moreira, gelandang Taisei Marukawa, dan striker Jose Wilkson.

Sektor pertahanan yang rapuh harus menjadi sorotan yang wajib diperbaiki. Masalah lini belakang Persebaya beragam. Satu di antaranya adalah kurang disiplinnya para pemain bertahan. Pelatih Aji Santoso mengakui bahwa kebanyakan gol yang bersarang ke gawang timnya merupakan hasil kesalahan pemainnya sendiri.

Krisis Pemain Bertahan

Pemain PSIS Semarang, Bruno Silva (depan) berusaha menghalau bola saat melawan Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-6 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (03/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain PSIS Semarang, Bruno Silva (depan) berusaha menghalau bola saat melawan Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-6 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (03/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Lalu, tim berjulukan Bajul Ijo itu sempat mengalami krisis pemain bertahan. Dua nama, yakni bek kanan Koko Ari Araya dan kiper Satria Tama, sudah abasen sejak pekan pertama akibat cedera panjang yang membekap mereka.

Belum lagi, nama-nama lain yang juga mendapat panggilan Timnas Indonesia seperti Ernando Ari Sutaryadi, Rizky Ridho, Rachmat Irianto, dan Ricky Kambuaya. Absennya nama-nama ini menggerus kekuatan Persebaya.

Bek asing Alie Sesay belum menampilkan performa konsisten. Dia bahkan sempat diparkir saat timnya kalah 0-1 dari Bhayangkara FC di pekan keempat. Terakhir, pemain jebolan liga Inggris itu mengalami cedera saat Persebaya takluk dari PSIS Semarang di pekan keenam.

Meski demikian, Persebaya juga berstatus sebagai tim dengan produktivitas gol tertinggil di BRI Liga 1 dengan telah mencetak 10 gol. Raihan itu disamai oleh Bhayangkara FC yang berstatus pemuncak klasemen sementara.

Kendati rekening golnya lancar, Persebaya tetaplah memiliki masalah di lini pertahanan. Apalah arti mencetak gol banyak kalau gawang juga kebobolan bahkan dengan angka yang lebih besar?

Yuk Tengok Posisi Persebaya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel