BRI Liga 1: Meski Bus Dirusak, Arema Harap Pemain Tetap Fokus dan Aremania Diminta Menahan Diri.. Ojo Gelut Ker!

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Yogyakarta - Insiden pengrusakan bus Arema FC yang dilakukan oleh oknum suporter rival di Yogyakarta, Rabu (20/10/2021) malam WIB, menjadi perhatian para pencinta sepak bola di Tanah Air.

Pasalnya, peristiwa tersebut terjadi ketika kompetisi sudah berjalan lumayan rapi tanpa adanya suporter di dalam stadion selama COVID-19.

Arema berhasil menangkap satu dari 13 pelaku pengrusakan dan sudah diserahkan kepada pihak berwajib. Selain itu, Tim Singo Edan juga melaporkan kejadian tersebut kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), sebagai operator kompetisi.

Adapun untuk langkah internal, Arema FC berharap pemain tetap fokus menatap kompetisi. Rencananya, Tim Singo Edan akan bersua Persiraja Banda Aceh pada laga pekan kedelapan BRI Liga 1, Sabtu (23/10/2021).

"Di sisi lain, kejadian ini tidak mengganggu konsentrasi tim. Semua elemen tim tetap fokus pada laga selanjutnya," kata Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

Aremania Dihimbau Menahan Diri

Aremania di tribune VVIP dan VIP Stadion Kanjuruhan terlihat penuh saat pertandingan melawan Persija (23/11/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)
Aremania di tribune VVIP dan VIP Stadion Kanjuruhan terlihat penuh saat pertandingan melawan Persija (23/11/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Tak hanya itu, Arema FC menghimbau kepada fansnya, Aremania, agar bisa menahan diri. Sebab, ada kekhawatiran Aremania bakal melakukan serangan balasan untuk meneror Persebaya Surabaya.

Diketahui, satu di antara pelaku pengrusakan bus Arema yang tertangkap memakai atribut Bonekmania, yang merupakan pendukung Persebaya.

"Kami menghimbau kepada Aremania, pencinta Arema di mana pun berada untuk menahan diri. Kita sangat ingin menjaga kondusifitas serta menyelamatkan kompetisi," lanjut Sudarmaji.

"Regulasi kompetisi yang dengan tegas melarang suporter hadir di stadion harusnya disikapi dengan bijak. Tidak ada alasan gesekan dalam hal apapun, karena semangat sepak bola adalah semangat kebersamaan," katanya.

"Lebih-lebih dalam situasi pandemi yang belum usai. Kepatuhan terhadap regulasi harus terus disosialisasikan," tandas Sudarmaji.

Kronologi Penyerangan Bus Arema

Pemain Arema FC antusias dengan bus baru. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Pemain Arema FC antusias dengan bus baru. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Perlu diketahui, bus Arema mengalami pecah kaca pada bagian depan dan samping. Pengusakan itu dilakukan sekitar 13 oknum suporter rival menggunakan batu, rantai, dan benda keras lainnya.

Akibat aksi anarkis tersebut, bus Arema FC saat ini tidak bisa digunakan untuk operasional tim selama di Yogyakarta. Tetapi masih ada bus cadangan yang juga dibawa Arema.

Yuk Tengok Posisi Arema FC di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel