BRI Liga 1: Meski Diisi Skuad Muda, Pemain Persebaya Sudah Punya DNA Juara

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya sedang mengalami bongkar pasang komposisi pemain untuk musim baru. Total, mereka kini sudah memiliki 18 pemain yang telah diikat kontrak untuk Liga 1 musim depan.

Delapan di antaranya adalah anggota skuad musim lalu, yakni Ernando Ari Sutaryadi, Andhika Ramadhani, Satria Tama, I Gede Dida, Rizky Ridho, Koko Ari Araya, Alwi Slamat, dan Muhammad Hidayat.

Lalu, terdapat empat eks pemain Elite Pro Academy (EPA), yaitu Deni Agus, Arief Catur, Risky Dwiyan, dan Widi Syarief. Terakhir, empat pemain direkrut dari klub lain, yakni Andre Oktaviansyah, Mochamad Zaenuri, Leo Lelis, Januar Eka, Salman Alfarid, dan Dandi Maulana.

Dari situ saja sudah terlihat bahwa mayoritas pemain Persebaya Surabaya masih berusia muda. Empat eks EPA tentu belum berpengalaman. Lalu, pemain rekrutan baru, yakni Andre dan Salman, juga terhitung belia.

Banyak publik yang menyangsikan Persebaya bisa meraih prestasi menembus lima besar seperti musim lalu, jika melihat nama-nama pemain rekrutan yang masih belum familiar. Usia mereka kebanyakan di bawah 23 tahun.

Namun, manajer Persebaya, Yahya Alkatiri, menilai para pemain muda yang sudah dikontrak itu memiliki mental juara.

“Ini sebenarnya Persebaya membangun DNA juara. Terus, kami mencoba berpikir rasional, itu yang paling penting saat ini. Banyak orang mengira, wah ini pasti tidak punya uang,” ungkap Yahya Alkatiri.

Jebolan Timnas Indonesia U-16

<p>5 Potret Brylian Aldama saat Jadi Pemain Persebaya, Dirumorkan Kembali (sumber: IG/brylianaldamaa)</p>

5 Potret Brylian Aldama saat Jadi Pemain Persebaya, Dirumorkan Kembali (sumber: IG/brylianaldamaa)

DNA juara yang dimaksud oleh Yahya adalah keberadaan para mantan pemain Timnas Indonesia U-16. Di antaranya adalah Ernando dan Andre. Lalu, masih Mochammad Supriadi yang kemungkinan bertahan. Brylian Aldama juga disebut akan bergabung lagi.

Empat nama itu adalah penghuni skuat Timnas Indonesia U-16 arahan Fakhri Husaini saat menjuarai Piala AFF U-16 2018 di Sidoarjo. Artinya, mental pemenang memang sudah terbentuk sejak usia muda.

Lalu, para eks jebolan EPA juga pernah menorehkan prestasi gemilang. Bersama Persebaya Surabaya U-20, mereka menjuarai EPA U-20 pada 2019. Lagi-lagi, para pemain tersebut sudah pernah jadi kampiun di usia belia.

“Memang kami menggunakan strategi, yang menurut saya, insya Allah tepat. Itu sebenarnya kalau dilihat, kolaborasinya anak-anak EPA U-20 yang juara, dan Timnas U-16. Kalau mau ngomong apapun, anak-anak itu sudah punya DNA juara,” ucap Yahya.

Pede dengan Pemain Muda

<p>Kiper Persebaya Surabaya, Satria Tama. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)</p>

Kiper Persebaya Surabaya, Satria Tama. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Persebaya juga menerima ejekan dari publik karena terlalu banyak merekrut pemain muda. Bukan hal yang mudah membangun tim dalam waktu tiga bulan sebelum Liga 1 digelar mulai Juli mendatang.

Apalagi, manajemen Persebaya memasang target menembus tiga besar, atau menembus posisi klasemen yang mendapat slot ke kompetisi Asia. Lantas, apakah Persebaya tidak khawatir gagal mencapai target itu?

“Tidak. Kami InsyaAllah akan fight musim ini. Bukan berarti kami anak muda ini (susah mencapai) target. Tetap akan melihat ini, insyaAllah,” ungkap Yahya.

“Tinggal sekarang bagaimana anak-anak mau mengembangkannya. Ini semua sudah terukur sebenarnya. Bukan gambling parah. Ini sudah diukur. Ya, semoga ini jadi tren baru,” imbuh pria berusia 39 tahun tersebut.

D sisi lain, kebijakan Persebaya ini juga sempat menuai pujian dengan mengandalkan pemain muda. Sebab, keberadaan mereka akan berguna untuk Timnas Indonesia. Hal ini tentu berbeda jauh dengan klub lain memilih mendatangkan pemain matang.

Melepas 17 Pemain

<p>Gol Injury Time Gagalkan Kemenangan Persebaya atas Persela dalam Derby Jatim di Pekan ke-24 BRI Liga 1. (Bola.com/Maheswara Putra)</p>

Gol Injury Time Gagalkan Kemenangan Persebaya atas Persela dalam Derby Jatim di Pekan ke-24 BRI Liga 1. (Bola.com/Maheswara Putra)

Apa yang dialami oleh Persebaya ini dilatari oleh sebanyak 17 pemain sudah resmi pergi setelah berakhirnya kompetisi BRI Liga 1 2021/2022. Kebanyakan dari mereka gagal mencapai kesepakatan kenaikan nilai kontrak baru.

Masing-masing adalah empat pemain asing, yakni Taisei Marukawa, Bruno Moreira, Arsenio Valpoort, dan Alie Sesay. Lalu, Johan Yoga Utama, David Ariyanto, Ricky Kambuaya, hingga kapten musim lalu Rachmat Irianto ikut pergi.

Masih ada sembilan nama lain yang hengkang. Mereka adalah Reva Adi Utama, Ady Setiawan, Samsul Arif, Hambali Tolib, Franc Sokoy, Mokhamad Syaifuddin, Rendi Irwan, Oktafianus Fernando, dan Arif Satria.

Yuk Tengok Posisi Akhir Persebaya di BRI Liga 1:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel