BRI Liga 1: Paul Munster Murka dengan Kepemimpinan Wasit usai Bhayangkara FC Takluk dari Persita

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Sleman - Bhayangkara FC menelan kekalahan saat menghadapi Persita Tangerang dalam lanjutan BRI Liga 1 2021/2022. The Guardian (julukan Bhayangkara FC) menyerah 1-2 dari Persita di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (18/11/2021) sore.

Dalam pertandingan ini, Persita mencetak dua gol dari kaki Irsyad Maulana dan Ahmad Nur Hardianto. Sementara satu-satunya gol balasan Bhayangkara FC dicetak oleh Dendy Sulistiawan.

Kekalahan itu membuat pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster sangat kecewa. Sang pelatih murka dengan penampilan tim asuhannya di babak pertama.

Bahkan, Munster dengan tegas menyebut permainan pada babak pertama melawan Persita merupakan penampilan terburuk tim asuhannya sejauh ini.

"Babak pertama buruk sekali, salah satu penampilan terburuk kami yang pernah saya lihat dari tim ini. Babak pertama sedikit lebih baik kami bisa cetak gol. Tapi sayangnya kami kebobolan karena kecerobohan kami," kata Munster dalam sesi jumpa pers virtual selepas laga kontra Persita.

Tak Pantas Pimpin Liga 1

Pemain Bhayangkara FC, Ezechiel Ndouassel (kiri) berebut bola dengan pemain Persib Bandung, Nick Kuipers dalam laga pekan ke-7 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (16/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Bhayangkara FC, Ezechiel Ndouassel (kiri) berebut bola dengan pemain Persib Bandung, Nick Kuipers dalam laga pekan ke-7 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (16/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Permainan Bhayangkara FC sempat membaik pada babak kedua. Meski tetap saja tidak dapat menghindarkan dari kekalahan.

Sasaran kemarahan Paul Munster selanjutnya ditujukan kepada wasit yang memimpin pertandingan. Menurut Munster, wasit Armyn Dwi asal Sumatera Utara yang memimpin laga itu punya kualitas yang sangat buruk.

Bahkan, menurut Munster, Armyn seharusnya masih memimpin Liga 3 bukannya di Liga 1. Munster menuding wasit tidak kompeten.

Terutama di babak kedua, saat Bhayangkara FC mengklaim mendapat hadiah tendangan penalti. Kemudian kartu merah kepada Ezechiel N’Douassel di babak kedua juga dipertanyakan pelatih asal Irlandia Utara itu.

"Kami juga seharusnya ada satu penalti. Itu juga diusut juga bagaimana kualitas kepemimpinan wasit di laga itu. Wasit bukan kelas Liga 1. Itu salah satu alasan sepak bola Indonesia tidak bisa berkembang," tegasnya dengan ekspresi kesal.

Rawan Digeser

Selebrasi Renan Silva bersama pemain Bhayangkara FC lainnya usai mencetak gol ke gawang Persik Kediri pada laga pekan kelima BRI Liga 1 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Selebrasi Renan Silva bersama pemain Bhayangkara FC lainnya usai mencetak gol ke gawang Persik Kediri pada laga pekan kelima BRI Liga 1 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bhayangkara FC masih memimpin klasemen sementara BRI Liga 1 musim ini. Mereka mengumpulkan 28 poin dari 12 laga. Mereka hanya berjarak tiga poin saja dari Persib Bandung.

Posisi Bhayangkara FC cukup rawan kembali digeser Persib, jika mampu mengatasi Persija Jakarta. Karena Persib punya rekor yang lebih baik saat bertemu Bhayangkara FC, meski punya nilai sama.

Yuk Lihat Posisi Bhayangkara FC di BRI Liga 1

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel