BRI Liga 1: Pelatih Persebaya Meradang Setelah Duel Vs Persela, Tuntut Evaluasi Wasit dan Penggunaan VAR

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Sleman - Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, merasa timnya dirugikan wasit setelah hanya bermain imbang melawan Persela Lamongan. Duel pekan kedelapan BRI Liga 1 2021/2022 itu berakhir 1-1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (21/10/2021) malam.

Persebaya Surabaya sempat mencetak gol dulu lewat Ricky Kambuaya pada menit ke-12. Sayangnya, Persela kemudian membalasnya berkat serangan balik cepat yang diselesaikan menjadi gol oleh Ivan Carlos di menit ke-35.

Insiden kontroversial tercipta pada menit ke-35 duel ini. Mulanya, Wilkson melakukan eksekusi tendangan bebas yang mengarah ke gawang. Bola sempat ditangkap Dwi Kuswanto, namun terlepas dan tayangan ulang menunjukkan bola masuk gawang sebelum ditangkap lagi.

Wasit Musthofa Umarella tidak mengesahkan gol tersebut dan tetap menyatakan laga berlanjut di tengah protes para pemain. Dalam situasi ini, Persela dengan cepat melakukan serangan balik ke pertahanan Persebaya.

Sial buat Persebaya, umpan terobosan pemain Persela kepada Ivan Carlos yang terlihat offside tidak membuat pertandingan berhenti masih di menit yang sama. Striker asal Brasil itu kemudian melepas tembakan mendatar kaki kiri yang gagal dibendung Andhika.

Aji Santoso melakukan protes keras dalam sesi jumpa pers setelah pertandingan Persebaya Surabaya kontra Persela Lamongan itu. Dia meminta dilakukan evaluasi wasit secara menyeluruh yang telah melahirkan banyak keputusan kontroversi seperti ini.

Yakin 100 Persen Gol

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (Bola.com/Aditya Wany)
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (Bola.com/Aditya Wany)

“Yang ingin saya sampaikan adalah, di ruangan ganti pemain, saya melihat siaran ulang bahwa gol yang dicetak Wilkson itu seratus persen gol. Lalu, gol Ivan Carlos itu offside, jauh sekali,” kata Aji Santoso dengan nada berapi-api.

“Saya tidak menyalahkan siapa-siapa, tapi komisi wasit harus turun tangan mengatasi ini, tidak hanya Liga 1 tapi juga Liga 2 sering terjadi. Ini tidak bisa dibiarkan dan didiamkan begitu saja. Banyak kejadian-kejadian yang sangat janggal,” imbuhnya.

Masalah seperti ini tidak hanya terjadi pada pertandingan yang melibatkan Persebaya. Sebelumnya, duel antara Barito Putera kontra PSIS Semarang juga melahirkan keputusan aneh dengan menganulir hadiah penalti, Rabu (20/10/2021).

Lalu, Persija Jakarta juga sempat dirugikan dengan keputusan wasit Oki Dwi Putra saat berjumpa dengan Arema FC, Minggu (17/10/2021). Akibatnya, Persija harus kalah 0-1 dan gagal meraih poin di laga itu.

“Saya berharap demi kebaikan sepak bola Indonesia dan fair play, evaluasi besar-besaran terhadap wasit. Ada satgas juga buat apa berdiri kalau tidak menyelesaikan. Wasit tidak tahu, tapi hakim garis tahu. Ini yang sayangkan,” ungkap Aji.

“Ini bukan karena kami imbang, tidak menang. Mau dibawa ke mana kalau pengadil lapangan selalu membuat keputusan kontroversi. Saya tidak tahu ini disengaja atau tidak, tapi wasit semoga membuat evaluasi dan perbaikan,” imbuhnya.

Minta Penggunaan VAR

Pemain Persebaya Surabaya, Ricky Kambuaya melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persela Lamongan dalam laga pekan ke-8 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (21/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Persebaya Surabaya, Ricky Kambuaya melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persela Lamongan dalam laga pekan ke-8 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (21/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Pelatih berusia 51 tahun itu meminta kepada operator kompetisi untuk menggunakan teknologi video assistant referee (VAR) yang banyak membantu dalam membuat keputusan wasit saat ragu. Itu akan jauh lebih baik dan tidak melahirkan kontroversi dalam pertandingan.

“Menurut saya Indonesia sudah waktunya pakai VAR, banyak kompetisi di Asia Tenggara seperti Thailand menggunakan VAR. Artinya ini penting menggunakan VAR. Saya kalah pun bisa saya terima asalkan kalahnya baik. Tapi, kali ini wasit membuat kesalahan fatal,” ujar Aji.

“Jalannya tadi pertandingan sebenarnya cukup seru. Meskipun kami sebenarnya mendominasi pertandingan, tapi hanya satu gol tercipta dari banyaknya peluang babak pertama dan kedua,” tutur pelatih berlisensi AFC Pro itu.

Hasil ini membuat Persebaya tertahan di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan 10 poin dari delapan pertandingan. Berikutnya, mereka bakal berjumpa Persija Jakarta dalam partai klasik pekan kesembilan, Selasa (26/10/2021).

Yuk Tengok Posisi Persebaya dan Persela

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel