BRI Liga 1: Pelatih Persik Sebut Sayap Kiri Timnya Patah, Jadi Penyebab Gagal Menang Kontra Persija

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Solo - Persik Kediri tampil luar biasa kala bermain imbang dengan Persija Jakarta 2-2 pada pekan kesepuluh BRI Liga 1 di Stadion Manahan Solo, Sabtu (30/10/2021) lalu.

Dany Saputra dan kawan-kawan dua kali memimpin lewat gol yang dicetak Dionatan Machado menit ke-15 dan Youssef Ezzejjari menit ke-43.

Namun Macan Kemayoran, sebutan Persija, mengejar dari sundulan kepala Alfriyanto Nico Saputro menit ke-35 dan sontekan Marko Simic menit ke-48.

Pelatih karetaker Persik Kediri, Alfiat, menyebut kegagalan pasukannya mempertahankan keunggulan, karena proses serangan timnya tak seimbang.

"Serangan kami antara sayap kanan dan kiri tak imbang. Sisi kiri kurang menekan. Analisis saya ada dua. Apakah pemain sayap Persik Kediri kurang tajam, atau pertahanan kanan Persija yang bagus," kata Alfiat, Minggu (31/10/2021).

Pergantian Tak Sesuai Harapan

Pemain Persik Kediri, Youssef Ezzejjari (tengah) melakukan selebrasi usai mencetak gol kedua timnya ke gawang Persija Jakarta dalam laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (30/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Persik Kediri, Youssef Ezzejjari (tengah) melakukan selebrasi usai mencetak gol kedua timnya ke gawang Persija Jakarta dalam laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (30/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Akhirnya, Alfiat memilih mengganti Faris Aditama dengan Yusuf Meilana pada paruh kedua permainan. Pergantian ini mulai menunjukkan titik terang. Namun agresifitas Persik belum sesuai harapan Alfiat.

"Setelah Faris diganti sayap kiri mulai hidup lagi. Tapi saya tetap tak puas, karena ternyata penampilan Yusuf tak sebaik partai sebelumnya," ucapnya.

Di mata Alfiat, sayap muda Persik ini terlalu sering membawa bola sendirian. Padahal Alfiat menginginkan Yusuf bermain taktis dengan banyak mengirimkan umpan-umpan silang ke arah striker Youssef Ezzejjari.

Pamer Aksi Individu

Alfiat, asisten pelatih Persik. (Bola.com/Gatot Susetyo)
Alfiat, asisten pelatih Persik. (Bola.com/Gatot Susetyo)

"Menurut Anda, media, Yusuf tampil bagus. Tapi menurut saya kali ini penampilannya menurun, karena mainnya terlalu banyak bawa bola sendiri," tuturnya.

Pada laga tersebut, Yusuf Meilana beberapa kali pamer aksi individu dengan menggiring bola sambil meliuk-liuk melewati beberapa pemain Persija.

"Bagi penonton cara main Yusuf memang enak dinikmati, tapi bagi tim itu merugikan. Sepakbola permainan kolektif. Buktinya usaha Yusuf sering sia-sia, karena bolanya tersangkut di kaki pemain Persija," jelasnya.

Yuk Tengok Posisi Persik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel