BRI Liga 1: Pemain Muda Arema Mulai Dapat Tes Mental dari Aremania

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Denpasar - Tiga pemain muda Arema FC dapat kesempatan tampil saat menghadapi Persikabo 1973 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (5/1/2022).

Mereka adalah Achmad Figo, Bramntio Ramadhan dan Tito Hamzah. Sayangnya, Arema hanya dapat hasil imbang 0-0 dalam matchday 17 BRI Liga 1 tersebut. Imbasnya, Aremania mulai memberikan tes mental berupa kritikan.

Permainannya dianggap masih di bawah rata-rata karena ekspektasi Aremania sekarang lebih tinggi seiring dengan prestasi tim yang sedang bersaing di papan atas.

Tito tak bisa memperlihatkan akselerasi dan kecepatannya saat membawa bola. Sedangkan Bramntio yang jadi striker mati kutu dikawal barisan bek jangkung Persikabo. Jadi, saat dua pemain ini masuk di babak kedua, serangan Arema justru lebih mudah dipatahkan.

Sementara Figo yang kali pertama turun sebagai starter di bek kanan juga punya satu catatan minus. Akurasi crossing-nya masih jarang menemui sasaran. Beberapa menit setelah laga bubaran, akun fansbase Arema FC sudah membahas performa tiga pemain itu.

Disindir d Medsos

Pemain Persikabo 1973, Didik Wahyu (kanan) berduel udara dengan pemain Arema FC, Achmad Figo dalam laga tunda pekan ke-17 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (5/1/2022). (Bola.com/Nandang Permana)
Pemain Persikabo 1973, Didik Wahyu (kanan) berduel udara dengan pemain Arema FC, Achmad Figo dalam laga tunda pekan ke-17 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (5/1/2022). (Bola.com/Nandang Permana)

Sampai ada yang mengkritisi pemain muda yang langsung eksis di media sosial setelah pertandingan itu. Salah satu diantara mereka merepost postingan fans.

Maksud hati ini membagikan momen bahagia karena kembali dapat kesempatan bermain. Tapi bagi suporter, hal itu dirasa kurang tepat. Arema baru gagal menang dan mereka tampil di bawah performa terbaik. Merasa disindir suporter, postingan tersebut langsung dihapusnya.

Aremania mulai membandingkan performa mereka dengan para pemain muda klub lain.

“Akademi PSIS sudah melahirkan pemain seperti Alfeandra Dewangga, Pratama Arhan. Persebaya jauh lebih banyak. Ada Rizky Ridho, Rachmat Irianto dan Marselino. Maka, belum ada lagi hasil Akademi Arema FC yang menonjol,” cuit akun @ongisnadenet di twitter.

Dibela Pemain Senior

Liga 1 - Ilustrasi Logo Arema FC BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)
Liga 1 - Ilustrasi Logo Arema FC BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Namun para pemain muda ini dapat pembelaan dari seniornya. Ridwan Tawainella menyebut jika kesempatan bermain yang diberikan untuk pemain muda bagian dari proses. Jika lebih sering bermain, tentu Tito dkk akan banyak balajar dan bisa main lebih bagus untuk tim.

“Kami ikut senang pemain muda dapat kesempatan tampil. Ini jadi pengalaman supaya mereka tahu bagaimana ketatnya di Liga 1,” kata Ridwan.

Dari barisan pemain muda, nama Tito sempat digadang-gadang bakal jadi sayap masa depan Arema. Namun performanya saat ini masih belum konsisten.

Hal yang wajar bagi pemain muda. Hanya saja saat bermain untuk tim selevel Arema, mereka juga harus kuat dengan tes mental dari suporternya.

Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel