BRI Liga 1: Perjalanan Teja Paku Alam dari Gelandang Hingga Jadi Kiper Persib

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Penjaga gawang Persib Bandung, Teja Paku Alam tengah mendapat perhatian berkat perfoma gemilangnya di BRI Liga 1 2021/2022. Kiper berusia 27 tahun ini dikenal punya refleks cepat dan jago dalam antisipasi bola silang.

Berkat perfoma apiknya itu, suporter Persib yang biasa disebut Bobotoh mulai jatuh cinta terhadap penampilan Teja. Sejauh ini, Teja selalu mendapat tempat di bawah mistar gawang Maung Bandung.

Kiper bernomor punggung 14 ini tercatat sudah tampil sebanyak 13 kali bersama Persib di BRI Liga 1. Dia bahkan beberapa kali mencatatkan clean sheet atau tanpa kebobolan.

Bakat Teja Paku Alam dalam menjaga gawang memang sudah tercium sejak kecil. Teja mengawali karier juniornya di Sekolah Sepak Bola (SSB) Painan Padang.

Pemilik nomor punggung 14 ini kemudian mengikuti turnamen antar SSB di Padang. Saat itu, tim yang diperkuatnya tidak memiliki kiper. Teja lalu menawarkan diri menjadi kiper, meskipun posisi sebenarnya adalah gelandang.

"Sebenarnya posisi pertama gelandang jadi menawarkan diri. Saya bilang kalau tidak ada kiper saya saja enggak apa-apa. Kemudian main dan terpantau sebagai kiper dan naik ke tingkat Kabupaten hingga Provinsi," kata Teja dalam channel YouTube Tiento Indonesia.

Jebolan SAD di Uruguay

Kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam (kanan) berhasil menggagalkan penalti pemain Bhayangkara FC, Ezechiel Ndouassel dalam laga pekan ke-7 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (16/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam (kanan) berhasil menggagalkan penalti pemain Bhayangkara FC, Ezechiel Ndouassel dalam laga pekan ke-7 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (16/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Selang beberapa tahun, Teja mendapat ajakan dari rekannya untuk mengikuti seleksi di Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Sumatera Barat 2009. Dalam seleksi tersebut Teja akhirnya terpilih.

"Diajak ke sana PPLP. Tapi, tahunya Teja saja yang kepilih sendiri yang mengajaknya tidak, dari situ mulai menekuni sepakbola,"ucapnya.

Pada usia 15 tahun, Teja mendapat durian runtuh. Dia menjadi bagian tim SAD yang menimba ilmu di Uruguay selama dua tahun dari 2010-2012.

"Selama di SAD dua tahun dari 2010-2012. Akhirnya Teja pulang dan gabung ke Sriwijaya FC, Teja ikut Sriwijaya FC U-21 dan juara ISL U-21,"kenang Teja.

Sukses membawa Sriwijaya FC juara U-21, Teja akhirnya promosi ke tim senior pada 2013. Kiper yang baru dikaruniai anak pertama ini memperkuat Laskar Wong Kito selama lima musim hingga 2018.

"2019 gabung Semen Padang pulang kampung dulu satu tahun, tapi dari sana Teja merantau lagi. Orang padang ini hobinya merantau dan 2020 alhamdulillah rejekinya di Persib," terangnya.

Di Mana Posisi Bali United Saat Ini?

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel