BRI Liga 1: Persebaya Berbagi Angka dengan Arema, Aji Santoso Malah Sebut Itu Hasil Wajar

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Solo - Laga Derbi Jatim antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya berakhir imbang. Kedua tim dipaksa berbagi angka 2-2 dalam pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (6/11/2021) malam.

Arema mampu unggul dulu lewat penalti Carlos Fortes di menit ke-11 dan sepakan mendatar Muhammad Rafli di menit ke-21. Persebaya Surabaya kemudian membalasnya dua gol berkat Samsul Arif (38’) dan Marselino Ferdinan (70’).

Pelatih Persebaya, Aji Santoso, mengaku dua gol cepat Arema itu sempat memengaruhi mental bermain anak asuhnya. Skuad Bajul Ijo awalnya menguasai permainan, tapi kemudian tempo permainan melambat dalam kondisi tertinggal.

“Pertandingan malam ini sangat menarik, kedua tim sama-sama tampil impresif. Arema banyak bertahan mulai awal. Tapi, mereka mencuri gol lewat penalti. Penalti ini sempat membuat mental pemain kami turun,” ungkap Aji Santoso setelah laga.

Arsitek tim berlisensi AFC Pro itu terus memotivasi anak asuhnya untuk mencetak gol balasan. Apalagi, upaya serangan yang dilakukan oleh Taisei Marukawa mulai membuahkan hasil lewat striker Samsul Arif.

“Saya sampaikan, tidak boleh panik dengan ketinggalan dua gol. Kami berhasil mengecilkan gap di babak pertama. Menurut saya, ketinggalan 1-2 tidak terlalu berat dibanding tertinggal dua gol,” ucap Aji.

“Saya minta pemain main sabar. Di (menjelang) babak kedua, saya menekan mereka (pemain Persebaya), waktu masih banyak untuk mengejar ketinggalan. Masuknya beberapa pemain terbukti membuat kami lebih banyak menekan,” imbuh pelatih Persebaya Surabaya itu .

Alasan Tarik Keluar Samsul Arif

Duel Persebaya Surabaya melawan Arema FC pada lanjutan BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (6/11/2021) malam. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Duel Persebaya Surabaya melawan Arema FC pada lanjutan BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (6/11/2021) malam. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Persebaya memulai babak kedua dengan melakukan tiga pergantian pemain sekaligus. Muhammad Hidayat, Andhika Ramadhani, dan Samsul Arif ditarik keluar diganti dengan Rachmat Irianto, Ernando Ari Sutaryadi, dan Johan Yoga Utama.

Keputusan Aji menarik keluar Samsul terbilang mengejutkan. Striker gaek berusia 36 tahun ini sudah menjadi penyerang yang pas untuk membongkar pertahanan Arema. Johan Yoga yang tampil sebagai pengganti pun tak banyak berkontribusi.

“Saya menarik keluar Samsul karena kami membutuhkan target man. Perlu ada pemain yang bisa memecah di situ. Makanya, saya mencoba dengan memasukkan Johan Yoga,” ujar pelatih berusia 51 tahun itu.

Menariknya, Arema mengalami insiden yang kurang mengenakkan karena harus bermain dengan 10 personel sejak menit ke-54. Penyebabnya, Dendi Santoso diusir wasit usai mendapat dua kartu kuning akibat melakukan dua kali pelanggaran terhadap Reva pada menit ke-52 dan ke-53.

Laga Sulit

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (Bola.com/Aditya Wany)
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (Bola.com/Aditya Wany)

Dalam kondisi unggul jumlah pemain, Persebaya rupanya tidak mampu membalikkan kedudukan dan menundukkan Arema. Aji menyebut hasil 2-2 dengan latar belakang kartu merah Dendi itu adalah hal yang wajar.

“Sepak bola itu sulit. Banyak tim yang tetap tidak menang melawan 10 pemain. Ini kami bisa mengejar sudah bagus, apalagi lawan banyak menumpuk pemain. Jangan lupa Arema ini juga berisi pemain dengan materi berpengalaman. Menurut saya ini hal yang wajar,” tuturnya.

Hasil imbang itu membuat Persebaya tertahan di peringkat keenam dengan koleksi 17 poin. Mereka melewati lima laga seri kedua dengan tak terkalahkan. Total, Bajul Ijo mengemas 11 angka hasil tiga menang dan dua imbang.

Yuk Tengok Posisi Persebaya dan Arema

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel