BRI Liga 1: Persebaya Dihuni Banyak Pemain Muda, Aji Santoso Minta Jangan Remehkan

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Surabaya - Eksodus hengkangnya sejumlah pemain bintang Persebaya Surabaya menjadi perbincangan pecinta sepak bola nasional. Bagaimana tidak, 16 pemain sudah resmi pergi tak sampai sepekan BRI Liga 1 2021/2022 berakhir.

Di antaranya adalah Taisei Marukawa, Bruno Moreira, Arsenio Valpoort, Alie Sesay, Johan Yoga Utama, David Ariyanto, Ricky Kambuaya, hingga kapten musim lalu Rachmat Irianto

Lalu, masih ada sembilan nama lain yang juga pergi. Mereka adalah Reva Adi Utama, Ady Setiawan, Samsul Arif, Hambali Tolib, Franc Sokoy, Mokhamad Syaifuddin, Rendi Irwan, Oktafianus Fernando, dan Arif Satria.

Kabar ini langsung memantik reaksi dari netizen yang heran keputusan hengkang para pemain itu. Banyak menyebutkan bahwa ini merupakan momen Ramadan Sale, alias promo “penjualan” pemain yang dilakukan Persebaya Surabaya.

Maklum saja, momen ini memang muncul di awal Ramadan. Meski, sebenarnya istilah “Sale” juga kurang tepat mengingat para pemain itu pergi secara gratis karena kontraknya di Persebaya Surabaya yang memang telah berakhir.

Cuci Gudang

<p>Ady Satria resmi meinggalkan Persebaya Surabaya dan bergabung di tim promosi, RANS Cilegon FC.</p>

Ady Satria resmi meinggalkan Persebaya Surabaya dan bergabung di tim promosi, RANS Cilegon FC.

Istilah “cuci gudang” juga muncul. Hal ini mengacu pada gelombang eksodus juga. Sebab, mayoritas dari 17 belas pemain itu merupakan penghuni skuat inti Persebaya musim lalu. Pelatih Persebaya, Aji Santoso, merespons ejekan yang mengarah pada timnya itu.

“Menurut saya, ini langkah-langkah sudah kami lakukan untuk mempertahankan pemain, tapi ada yang tidak tercapai kesepakatan, ada yang tidak pegang komitmen,” lewat sebuah video wawancara yang ditayangkan di kanal YouTube Official Persebaya.

“Saya sampaikan bahwa Persebaya ini tim yang tertata, tidak hanya asal-asalan. Banyak sekali contoh beberapa musim lalu, banyak tim yang mendatangkan pemain bintang-bintang bahkan tidak mendapat prestasi sama sekali,” ucapnya.

Fenomena ini sebenarnya tidak lepas kontrak jangka pendek yang mengikat para pemain tersebut. Mereka hanya dikontrak sampai akhir musim dan kini bebas menentukan pilihan untuk mendapat tawaran klub lain.

Apalagi, tawaran nilai kontrak dari klub lain itu melonjak naik berkali-kali lipat. Itu juga tidak terlepas dari performa para pemain tersebut dengan membawa Persebaya menembus lima besar klasemena akhir BRI Liga 1.

Dari sejumlah nama-nama itu, Ricky Kambuaya dan Rachmat Irianto paling jadi perbincangan. Sebab, dua gelandang ini telah resmi diperkenalkan sebagai pemain batu Persib Bandung untuk musim depan.

Liga 1 2021/2022 berhasil dijuarai oleh Bali United dan Persebaya terpaksa harus puas dengan posisi kelima klasemen akhir. Tapi, jangan remehkan prestasi yang berhasil dicatatkan oleh skuat Bajul Ijo.

Klub asal Kota Pahlawan itu memborong tiga trofi individu. Masing-masing adalah pelatih terbaik yang didapat Aji Santoso, lalu pemain terbaik untuk Taisei Marukawa, dan pemain mudah terbaik diberikan kepada Marselino Ferdinan.

“Banyak orang mengejek tim ini. Kami ingin membuktikan Persebaya ini tim yang paling enak ditonton, tim yang impresif, tim yang paling produktif, tim yang paling banyak rekor,” ungkap pelatih berlisensi AFC Pro tersebut.

Jaga Komitmen

<p>Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso.</p>

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso.

Aji Santoso sudah mengungkapkan tidak ambil pusing dengan keputusan para pemainnya memilih pergi. Dia akan melakukan regenerasi dengan mempromosikan sejumlah pemain tim junior ke tim senior Persebaya.

Kini, Persebaya total sudah memiliki 17 pemain pula yang telah diikat kontrak musim lalu. Delapan di antaranya adalah anggota skuat musim lalu, yakni Ernando Ari Sutaryadi, Andhika Ramadhani, Satria Tama, I Gede Dida, Rizky Ridho, Koko Ari Araya, Alwi Slamat, dan Muhammad Hidayat.

Lalu, terdapat empat pemain yang dipromosikan dari tim Elite Pro Academy (EPA), yaitu Deni Agus, Arief Catur, Risky Dwiyan, dan M. Widi Syarief. Terakhir, lima pemain direkrut dari tim lain, yakni Andre Oktaviansyah, Mochamad Zaenuri, Leo Lelis, Januar Eka, dan Salman Alfarid.

Dari situ saja sudah terlihat bahwa mayoritas pemainnya masih berusia muda. Empat eks EPA tentu belum berpengalaman. Lalu, tiga pemain rekrutan baru, yakni Andre, Januar, dan Salman, juga terhitung belia.

“Kami bersama manajemen sudah melangkah. Saya berharap jangan cepat memvonis tim ini bagaimana. Ada yang bilang tim ini akan degradasi, tim ini akan gagal. Di dalam sepak bola itu satu, tidak ada yang pasti,” ucap Aji.

“Saya saja tidak berani memastikan. Kita lihat saja, kita beri waktu, nanti waktu yang akan menjawab. Termasuk perekrutan pemain baru, akan saya jelaskan bagaimana. Saya tidak hanya asal mengambil saja, berdasarkan pengamatan saya,” tuturnya.

Sejak menangani Persebaya mulai 2019, Aji memang memprioritaskan bisa mengorbitkan pemain binaan kompetisi internal. Sebab, pemain asli Surabaya dan sekitarnya akan memiliki motivasi lebih dalam membela Bajul Ijo.

Tengok Posisi Persebaya di Musim Lalu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel