BRI Liga 1: Persebaya Tak Terkalahkan di Seri Kedua, Berkat Kecerdikan Aji Santoso Meracik Skuad

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya telah melakukan banyak perubahan. Mereka berstatus sebagai tim yang tak terkalahkan selama seri kedua BRI Liga 1 2021/2022. Dalam lima pertandingan, mereka meraih tiga kemenangan dan dua kali imbang.

Di seri kedua, Persebaya tampil trengginas, memulainya dengan menundukkan Persipura Jayapura dengan skor 3-1 (16/10/2021). Mereka kemudian ditahan imbang 1-1 oleh Persela Lamongan yang diwarnai keputusan kontroversial wasit (21/10/2021).

Lalu, tim asal Kota Pahlawan itu unggul tipis 1-0 melawan Persija Jakarta di pekan kesembilan (26/10/2021). Kemenangan itu berlanjut dengan menundukkan Persiraja Banda Aceh dengan skor 2-0 di pekan kesepuluh (31/10/2021).

Terbaru, Persebaya bermain imbang 2-2 melawan Arema FC dalam laga panas yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (6/11/2021). Rentetan hasil ini tentu saja mendongkrak kepercayaan diri para pemain Persebaya.

Bajul Ijo kini menduduki peringkat keenam klasemen sementara dengan raihan 17 poin dari 11 pertandingan. Mereka total telah meraih lima kemenangan, dua seri, dan empat kekalahan di BRI Liga 1.

Kualitas Antarlini Merata

Duel Persebaya Surabaya melawan Arema FC pada lanjutan BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (6/11/2021) malam. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Duel Persebaya Surabaya melawan Arema FC pada lanjutan BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (6/11/2021) malam. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Persebaya juga menjadi tim kontestan paling produktif dalam urusan mencetak gol. Taisei Marukawa dkk. sudah mencetak 19 gol dan menjadi yang terbanyak bersama Persib Bandung di posisi runner-up.

Apa yang ditunjukkan Persebaya selama seri kedua ini jelas jauh berbeda dibanding seri pertama lalu. Dalam enam pertandingan seri pertama, Bajul Ijo hanya mampu mengoleksi enam poin. Itu hasil dua menang dan empat kalah.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan Persebaya menunjukkan performa impresif ini. Pelatih Aji Santoso menjadi sosok kuncinya.

Persebaya sempat mengalami bongkar pasang pemain karena didera cedera atau pemanggilan Timnas Indonesia. Koko Ari Araya, Alie Sesay, dan Arif Satria adalah membuat mereka mengalami krisis pemain.

Beruntung, dua nama terakhir sudah pulih dan kembali menghuni jantung pertahanan. Ady Setiawan masih akan mengisi pos bek kanan, dan Reva Adi Utama di bek kiri. Kwartet lini belakang Persebaya tampil rapi dan hanya kebobolan dua gol di seri kedua.

Penjaga gawang Andhika Ramadhani dalam performa apik setelah membawa timnya menang 1-0 atas Persija. Bahkan, hasil ini menjadi kali pertama buat Bajul Ijo memetik clean sheet di Liga 1 musim ini. Catatan itu berlanjut kontra Persiraja.

Kedalaman Skuad

Bek Persebaya Surabaya, Ady Setiawan (kanan) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Madura United dalam laga matchday ke-2 Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu (28/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Bek Persebaya Surabaya, Ady Setiawan (kanan) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Madura United dalam laga matchday ke-2 Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu (28/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Di sisi lain, Persebaya sebenarnya tidak bisa menurunkan kekuatan penuh selama seri kedua. Empat pemain muda masih absen lantaran membela Timnas Indonesia U-23, yakni Ernando Ari Sutaryadi, Rizky Ridho, Rachmat Irianto, dan Marselino Ferdinan.

Lalu, gelandang Bruno Moreira malah sempat absen dalam tiga pertandingan. Gelandang Ricky Kambuaya juga dilarang tampil melawan Persija. Tapi, kondisi itu tidak membuat performa Persebaya menurun.

Pelatih Aji Santoso tampak sudah terbiasa dengan absennya pemain andalan. Seperti posisi kiper yang mengalami krisis. Cederanya Satria Tama dan absennya Ernando membuat mereka memercayakan Andhika yang kemudian menemukan level permainannya.

Hal yang sama terjadi pada posisi gelandang. Tanpa Rachmat Irianto, masih ada Alwi Slamat dan Muhammad Hidayat. Bruno dan Kambuaya yang sempat absen juga tidak menjadi kendala karena bisa memainkan Hambali Tolib dan Rendi Irwan.

Apa yang ditunjukkan Persebaya di seri kedua menjadi bukti bahwa mereka kini memiliki kualitas materi pemain yang merata. Aji Santoso juga cerdik dalam memasang pemain sehingga timnya tetap bisa mendulang poin dengan pemain pelapis.

Produktif dalam Mencetak Gol

Pemain muda Persebaya Surabaya, Marselino Ferdinan, dipeluk oleh rekan-rekan setimnya setelah mencetak gol yang berhasil menyelamatkan Bajul Ijo dari kekalahan saat menghadapi Arema FC pada laga pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022, Sabtu (6/11/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain muda Persebaya Surabaya, Marselino Ferdinan, dipeluk oleh rekan-rekan setimnya setelah mencetak gol yang berhasil menyelamatkan Bajul Ijo dari kekalahan saat menghadapi Arema FC pada laga pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022, Sabtu (6/11/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Perubahan penting juga terjadi pada lini depan Bajul Ijo. Kebanyakan kontestan BRI Liga 1 akan mengandalkan striker asing sebagai mesin pendulang gol.

Persebaya juga punya Jose Wilkson yang sudah mencetak lima gol, tapi dia tampil angin-anginan. Dia terakhir mencetak gol ke gawang Persiraja lewat titik putih. Dan gol itu pun membuatnya mengalami cedera paha.

Aji Santoso sebenarnya tidak terlalu mengandalkan Wilkson dalam urusan membobol gawang lawan. Masih ada dua pemain lainnya, yakni Ricky Kambuaya dan Taisei Marukawa yang siap melahirkan kejutan.

Itu ditandai dengan alternatif serangan yang dilakukan Persebaya. Mereka tidak lagi mengandalkan kecepatan pemain sayap melulu. Ada umpan silang, umpan terobosan, umpan lambung, hingga upaya bermain ofensif dalam mengurung pertahanan lawan.

Alhasil, pemain lain juga berkesempatan untuk mencetak gol. Pemain tim lawan juga sulit dalam melakukan pengawalan karena ada nama lain yang juga bisa melahirkan kejutan.

Sebanyak delapan nama menjadi pencetak gol dari total 19 gol yang bersarang ke gawang lain. Selain Wilkson, Marukawa, dan Kambuaya, terdapat lima nama lain.

Mereka Johan Yoga Utama, Bruno Moreira, Marselino Ferdinan, Samsul Arif, dan Alwi Slamat yang masing-masing mencetak satu gol. Satu lagi merupakan gol bunuh diri bek PSIS Semarang, Wallace Costa Alves.

Melihat performa Persebaya di seri kedua, bukan tidak mungkin mereka akan semakin meledak di seri ketiga yang dimulai 18 November mendatang. Aji Santoso dan anak asuhnya bakal meramaikan persaingan papan atas klasemen.

Posisi Persebaya di BRI Liga 1

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel