BRI Liga 1: Persela Bangga Wujudkan Papan Wajah Pertama di Indonesia!

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Ada yang berbeda di tribun Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, saat Persela Lamongan berhadapan dengan Persipura Jayapura pada pekan kedua BRI Liga 1 2021/2022, Jum'at (10/9/2021).

Tampak beberapa 'penonton' datang menikmati pertandingan. Padahal, seluruh laga BRI Liga 1 2021/22 tak boleh disaksikan suporter ke stadion. Lantas, bagaimana 'mereka' bisa mendapatkan izin untuk berada di tribune penonton?

Ternyata, para 'suporter' tersebut tak benar-benar hadir langsung ke Stadion. Saat diperhatikan lebih seksama, terlihat mereka hanyalah papan wajah yang ditempatkan di tribune yang kosong.

Program papan wajah tersebut merupakan garapan manajemen Persela. Hal ini sebetulnya bukan sesuatu yang baru di Eropa, tetapi ini jadi yang pertama di Indonesia.

Klub Jerman, Borussia Moenchengladbach merupakan insiator program tersebut. Sebelum akhirnya diikuti oleh klub Inggris, Brighton & Hove Albion dan beberapa klub lainnya di seantero dunia.

"Tentunya kami dari Persela Lamongan senang, karena rencana terwujud. Pertama kalinya di Indonesia, dan menjadi bahan perhatian banyak kalangan di dunia sepak bola," ungkapnya.

Papan Wajah Persela Sepi Peminat

Kiper Persela Lamongan, Dwi Kuswanto (atas) berusaha menyelamatkan bola saat melawan Persipura Jayapura dalam laga pekan kedua BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jumat (10/09/2021). (Foto: Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Kiper Persela Lamongan, Dwi Kuswanto (atas) berusaha menyelamatkan bola saat melawan Persipura Jayapura dalam laga pekan kedua BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jumat (10/09/2021). (Foto: Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Walau berhasil mewujudkannya, pria yang akrab disapa Rizal tersebut mengakui bila tak banyak yang tertarik dengan ide tersebut. Sejak membuka pendaftaran di pertengahan Agustus, tak banyak yang benar-benar berkontribusi dalam program ini.

Bahkan, suporter yang mendaftar tak lebih dari 10 orang saja. Dalam tayangan pertandingan dan foto-foto yang tersebar di dunia maya, terlihat hanya ada enam papan wajah yang berada di tribune stadion.

Meski minim peminat, manajemen Persela lamongan tetap akan melanjutkan komitmen mereka menyelesaikan program tersebut hingga series pertama berakhir. Bagi mereka, hal yang mereka buat itu sudah cukup membawa paradigma baru di sepak bola nasional.

"Tetap kami jalankan karena kami punya komitmen dengan para fans yang memang sudah mendaftar. Kami ingin menampaikan pengalaman baru bagi para fans, di tengah sepak bola nasional yang memang masih diprivatisasi oleh operator liga," jelasnya.

"Tetap akan kita lihat perkembangannya seperti apa. Setelah laga kemarin, banyak sekali media yang merilis program kami. Tinggal melihat respons fans, bagaimana kedepannya," Rizal menambahkan.

Dianggap Terlalu Mahal

Penyerang Persela Lamongan, Ivan Carlos Coelho (kiri) mencetak gol pertama timnya saat melawan Persipura Jayapura dalam laga pekan kedua BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jumat (10/09/2021). (Foto: Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Penyerang Persela Lamongan, Ivan Carlos Coelho (kiri) mencetak gol pertama timnya saat melawan Persipura Jayapura dalam laga pekan kedua BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jumat (10/09/2021). (Foto: Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Persela Lamongan menawarkan beberapa paket beragam untuk satu papan wajah. Harga termurah dibanderol mulai Rp150 ribu untuk dua pertandingan kandang, sementara yang paling mahal seharga Rp350 ribu untuk empat laga kandang dan tiga laga tandang.

Meskipun mendapat sambutan hangat, banyak fans akhirnya berpikir ulang untuk memberikan kontribusinya di program ini. Apalagi di tengah situasi pandemi, kebutuhan dasar seperti makanan pokok merupakan hal yang lebih penting.

Dianggap terlalu mahal, Persela akhirnya bersuara. Bila dibandingkan harga sebelum era pandemi yang berkisar di harga Rp35 ribu, tentu 'tiket' papan wajah itu jauh lebih mahal.

"Kalau dari sisi klub sebenarnya standar. Karena ada biaya produksinya dan hal itu termasuk besar," ungkap Rizal.

Meski begitu, pria asal Lamongan tersebut merasa senang bisa menghadirkan gebrakan di sepak bola Indonesia. Bagi fans Persela Lamongan yang mengikuti program ini, tentu menjadi pengalaman yang berbeda bagi mereka.

"Akhirnya trial kami belum menyentuh titik ekonomi untuk sekarang. Tetapi lebih ke arah bagaimana memberi pengalaman lain untuk fans kami, dan memberi nuansa baru di sepak bola nasional dengan adanya program ini," tandasnya.

Yuk Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel