BRI Liga 1: Persela Berambisi Hentikan Rekor Persib, Robert Alberts Memilih Santai

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Sleman - Persela Lamongan bertekad menjadi tim pertama yang mengalahkan Persib Bandung di BRI Liga 1 2021/2022. Kedua tim akan bertemu pada laga ke-11 atau penutup untuk seri kedua di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (4/11/2021) malam.

Sejauh ini atau hingga memasuki pertandingan ke-10, Persib Bandung menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan ketimbang 17 pesaing lainnya. Tim Maung Bandung Persib punya catatan enam kemenangan dan empat kali draw.

Dengan koleksi 22 poin, Persib berada di urutan kedua membayangi Bhayangkara FC yang berjarak tiga poin. Pencapaian mentereng inilah yang ingin dirusak oleh Persela.

Pasukan Laskar Joko Tingkir yang berada di papan tengah, juga punya modal bisa membuat kejutan Persib. Mereka tidak terkalahkan di empat pertandingan terakhir, sehingga berpotensi menjadi ancaman serius Persib.

Akan tetapi tekad dan ambisi Persela itu ditanggapi santai pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. Menurutnya, para pemain sudah memahami apa yang harus dilakukan di setiap pertandingan, termasuk saat lawan Persela nanti.

"Saya rasa pemain kami sudah belajar dan memahami setelah bermain di seri pertama. Bahwa ada banyak tim yang punya motivasi untuk menang melawan Persib Bandung karena kami di atas kertas adalah tim paling kuat," terang Robert Alberts, Rabu (3/11/2021).

Lewati Adangan Lawan

Pemain Persib Bandung, Dedi Kusnandar (kiri) berebut bola dengan pemain Persipura Jayapura, Todd Rivaldo Ferre dalam laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (30/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Persib Bandung, Dedi Kusnandar (kiri) berebut bola dengan pemain Persipura Jayapura, Todd Rivaldo Ferre dalam laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (30/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Pria asal Belanda ini mengaku, bahwa sejak awal musim banyak tim lawan yang bermain sangat bertahan ketika berhadapan dengan tim yang dibesutnya. Namun timnya tampil dengan kompak dan percaya diri.

"Tapi pemain kami mulai bisa mengatasi itu, mempelajari itu, dan membenahi beberapa hal di dalam tim. Jadi target kami adalah mengalahkan Persela," bebernya.

Pelatih berusia 66 tahun ini mengaku bahwa Persela selalu memainkan dengan kombinasi yang bagus. Hal itu bisa dilihat dari beberapa hasil positif yang didapat Persela.

"Tapi kami datang bukan untuk menyerah. Kami ingin mendapat hasil terbaik dan membawa pulang tiga poin. Kami ingin kembali ke Bandung dengan tiga poin terakhir dari lima laga yang dimainkan selama series kedua," jelas eks pelatih Arema dan PSM Makassar.

Sapu Bersih Kemenangan

Wander Luiz yang tampil sebagai eksekutor penalti tidak menyianyiakan kesempatan ini. Dia mencetak gol dengan sepakan mendatar kaki kanan mengarah ke sisi kiri gawang Miswar Saputra di menit ke-55. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Wander Luiz yang tampil sebagai eksekutor penalti tidak menyianyiakan kesempatan ini. Dia mencetak gol dengan sepakan mendatar kaki kanan mengarah ke sisi kiri gawang Miswar Saputra di menit ke-55. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Persib berpotensi bisa menutup seri kedua BRI Liga 1 idengan menyapu bersih meraih lima kemenangan beruntun.

Empat laga sebelumnya melewati dengan kemenangan yakni saat lawan Bhayangkara (2-0), lawan PSS Sleman (4-2), lawan PSIS Semarang (1-0), dan lawan Persipura Jayapura (3-0).

Maka itu, Robert berharap dilaga pamungkas nanti lawan Persela Lamongan juga ditutup dengan kemenangan. Peluang itu, memang cukup terbuka jika melihat kondisi Persela saat ini.

Namun, Robert tetap meminta seluruh pemainnya yang diturunkan nanti tidak menganggap enteng Persela. Karena tim asuhan Iwan Setiawan itu memiliki motivasi lebih tinggi dibandingkan laga sebelumnya, yaitu saat bermain imbang 1-1 kontra Barito Putera.

Yuk Intip Posisi Persib di BRI Liga 1

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel