BRI Liga 1: Persija Abadikan Nomor Punggung Ismed Sofyan, Dapat Status Legenda

Bola.com, Jakarta - Persija Jakarta mengabadikan nomor punggung 14 milik Ismed Sofyan. Ismen telah berpisah dengan bek berusia 43 tahun tersebut di BRI Liga 1 2022/2023.

Ismed memilih pindah dari Persija setelah 21 tahun mengabdi untuk Macan Kemayoran. Ia mengaku kontraknya sudah habis per 11 Agustus 2022.

Ismed telah bermain lebih dari 300 pertandingan untuk Persija Jakarta. Ia mempersembahkan tiga trofi bergengsi buat tim ibu kota, yaitu Liga 1 dan Piala Presiden 2018 serta Piala Menpora 2021.

Legenda

<p>Mantan pemain Persija Jakarta, Ismed Sofyan bersama istrinya memberikan salam perpisahan usai dirinya tak lagi menjadi bagian dari skuat Macan Kemayoran usai laga pekan kesepuluh BRI Liga 1 2022/2023 antara Persija Jakarta melawan Madura United FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (17/09/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)</p>

Mantan pemain Persija Jakarta, Ismed Sofyan bersama istrinya memberikan salam perpisahan usai dirinya tak lagi menjadi bagian dari skuat Macan Kemayoran usai laga pekan kesepuluh BRI Liga 1 2022/2023 antara Persija Jakarta melawan Madura United FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (17/09/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Direktur Persija Jakarta, Ferry Paulus mengatakan bahwa nomor 14 tidak dapat lagi dipakai pemain lainnya di tim ibu kota.

Macan Kemayoran juga telah melabelkan Ismed sebagai legenda berkat kontribusi dan sumbangsihnya selama ini.

"Sudah pasti nomor 14 Ismed dipensiunkan sebagai bentuk apresiasi terhadap legenda Persija Jakarta," ujar Ferry, saat dihubungi Bola.net, Selasa (20/9/2022).

Nomor yang Dipensiunkan

<p>Mantan pemain Persija Jakarta, Ismed Sofyan (tengah) memberikan salam perpisahan usai dirinya tak lagi menjadi bagian dari skuat Macan Kemayoran usai laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2022/2023 antara Persija Jakarta melawan Madura United di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (17/9/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)</p>

Mantan pemain Persija Jakarta, Ismed Sofyan (tengah) memberikan salam perpisahan usai dirinya tak lagi menjadi bagian dari skuat Macan Kemayoran usai laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2022/2023 antara Persija Jakarta melawan Madura United di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (17/9/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Ferry juga mengatakan bahwa sebelumnya Persija sudah memensiunkan nomor 20 Bambang Pamungkas ketika gantung sepatu pada Desember 2019.

Selain itu, nomor 12 di Persija juga tak bisa dikenakan pemain Macan Kemayoran karena dikhususkan untuk suporternya, The Jakmania.

"Nomor 20 juga dipensiunkan ketika Bambang pensiun," tutur Ferry.

"Nomor 12 The Jakmania sudah dari awal," imbuh pria asal Manado, Sulawesi Utara ini.

Pesan untuk The Jakmania

Sementara itu, The Jakmania membentangkan banyak banner beraroma Ismed Sofyan termasuk poster nomor 14. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Sementara itu, The Jakmania membentangkan banyak banner beraroma Ismed Sofyan termasuk poster nomor 14. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

 

Meninggalkan atau ditinggalkan itu sudah menjadi siklus kehidupan. Berbeda cara akan berbeda makna. Hanya saja, itu semua sudah berdasarkan ketetapanNya.

Kalimat sederhana ini saya harap bisa tersampaikan kepada kalian semua yang sudah mendukung saya sampai detik ini.

Atas izin Allah SWT, melalui kalian saya bisa sampai seperti saat ini, dan juga atas dukungan tulus kalian saya masih berada di sini.

Saya akan langsung pada intinya. Status saya sudah bukan sebagai pemain Persija lagi per 11 Agustus 2022 dan sudah menyelesaikan kontrak dengan tim manajemen. Tetapi, insyaallah saya tetap akan gantung sepatu sebagai pesepak bola, tapi tidak di Persija.

Saya memohon maaf karena tidak bisa membuat perpisahan yang meninggalkan kesan.

The Jak, 21 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi saya selalu berada bersama kalian. Suka duka tim ini sudah kita lewati bersama.

Tetaplah seperti ini terhadap klub sepak bola yang kalian cintai. Selalu memberi dukungan untuk siapapun pemain yang berjuang di tim ini. Tetaplah menjaga solidaritas, semakin bijak dalam memberi aspirasi, dan menjadi suporter yang dewasa dalam membela tim kecintaannya.

Sekali lagi terima kasih banyak The Jakmania, dukungan kalian selalu luar biasa.

The Jakmania, mungkin saya bukanlah legenda, saya hanya lelaki biasa yang mengais rezeki di ibu kota.Tetapi, di mana pun saya berada, The Jakmania selalu mempunyai tempat di hati saya.

(Bola.net/Fitri Apriani)

 

 

Intip Posisi Tim Favoritmu