BRI Liga 1: Persik Kehilangan 2 Pemain Kunci Saat Ladeni PSS

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Persik Kediri dipastikan tak diperkuat dua pemain kunci saat bentrok melawan PSS Sleman pada laga penutup seri 1 BRI Liga 1, Minggu (3/10/2021).

Dua pilar itu adalah Ahmad Agung Setiabudi dan Arthur Felix Silva. Ahmad Agung absen karena telah mengantongi tiga kartu kuning. Sesuai regulasi, eks gelandang Bali United ini harus absen.

Sementara Felix Silva berhalangan akibat cedera hamstring kala Persik Kediri dibabat Bhayangkara FC 0-2 pada pekan kelima.

"Felix mengalami hamstring. Butuh waktu dua pekan untuk pulih kembali. Jika ditangani dengan tepat, Insyaallah pertandingan pertama seri kedua Felix bisa main lagi," kata Wildan Yahya, fisioterapis Persik.

Kehilangan dua sosok sentral ini sangat merugikan Persik. Selama ini Ahmad Agung berperan besar memfilter lini tengah Macan Putih, julukan Persik. Sedangkan Felix Silva jadi tembok kukuh di benteng pertahanan.

Namun ada kabar gembira dengan tampilnya Dionatan Machado yang bisa menggantikan posisi Ahmad Agung di skuad Persik Kediri. Machado adalah gelandang asal Brasil yang belum pernah main sejak pekan pertama. Dia menderita cedera hamstring.

Problem Besar

Penyerang Borneo FC, Boaz Solossa (kiri) dan bek Persik Kediri, Andri Ibo dalam laga pekan kedua BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (10/9/2021). Borneo FC kalah 0-1. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Penyerang Borneo FC, Boaz Solossa (kiri) dan bek Persik Kediri, Andri Ibo dalam laga pekan kedua BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (10/9/2021). Borneo FC kalah 0-1. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Yang jadi problem besar absennya Felix Silva. Di posisi bek tengah ada Andri Ibo dan OK Jhon, namun suporter Persik sudah tak percaya lagi dengan duet ini. Fans menilai kegagalan Persik di beberapa partai lalu karena Ibo dan OK Jhon tampil buruk.

Sebenarnya Persik masih memiliki bek muda, Aldo Claudio. Sekarang tergantung keberanian pelatih Joko Susilo untuk merotasi sektor belakang.

Apalagi posisi Persik saat ini berada di zona degradasi atau setingkat di bawah PSS. Kedua tim ini sama-sama diguncang para pendukungnya agar memecat Joko Susilo (Persik) dan Dejan Antonic (PSS). Tak pelak lagi, duel ini akan jadi pertaruhan Joko Susilo dan Dejan Antonic.

PSS Panas

Pemain PSS Sleman, Arthur Irawan (kanan) menendang bola saat melawan Persiraja Banda Aceh dalam laga pekan kedua BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (11/9/2021). (Foto: Bola.Com/M. Iqbal Ichsan)
Pemain PSS Sleman, Arthur Irawan (kanan) menendang bola saat melawan Persiraja Banda Aceh dalam laga pekan kedua BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (11/9/2021). (Foto: Bola.Com/M. Iqbal Ichsan)

Sementara itu, tagar #ArthurOut trending di Twitter pada Jumat (1/10/2021) sore WIB. Maksud dari #ArthurOut ini adalah tuntutan dari suporter PSS Sleman untuk mengeluarkan Arthur Irawan dari klub.

Selain mendesak Arthur Irawan, suporter juga meminta Direktur Utama PSS Sleman, Marco Gracia Paulo dan pelatih Dejan Antonic untuk meninggalkan tim berjuluk Super Elja itu.

Suporter PSS yang terdiri dari Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS) sudah habis kesabaran dengan performa Super Elja di BRI Liga 1 2021/2022.

Hingga pekan kelima BRI Liga 1, PSS terpuruk di peringkat ke-15 alias satu strip di atas ambang zona degradasi buntut dari tiga kekalahan, sekali seri, dan sekali menang.

Terbaru, PSS dihajar oleh Persebaya Surabaya 1-3 dalam pekan kelima BRI Liga 1 pada Rabu (29/9/2021).

Selain menyeruakan keresahan di media sosial, suporter PSS juga turun ke jalan.

Sejumlah video bertebaran di Twitter ketika para pendukung PSS berkumpul untuk mencari jalan keluar demi menyelamatkan Super Elja dari krisis.

Di media sosial juga beredar kabar bahwa manajemen PSS Sleman bersedia untuk memenuhi permintaan suporter dengan syarat Super Elja dipindahkan dari Sleman.

Yuk Intip Posisi PSS dan Persik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel