BRI Liga 1: Polres Sleman Berhasil Menangkap 12 Tersangka Pelaku Pengeroyokan Suporter PSS

Bola.com, Sleman - Kepolisian Resor Sleman, menggelar konferensi pers mengenai kasus pengeroyokan seorang suporter PSS Sleman, Aditya Eka Putranda. Konferensi pers itu digelar di Mapolres Sleman, Senin (29/8/2022) lalu.

Dalam kesempatan itu Polres Sleman juga menghadirkan 12 tersangka. Mereka diduga kuat melakukan pengeroyokan kepada Aditya yang menyebabkan korban meninggal dunia pada Minggu (28/8/2022) dini hari WIB lalu.

Kasatreskrim Polres Sleman AKP Ronny Prasadana mengatakan ada dua motif yang melatarbelakangi pengeroyokan yang menewaskan Aditya Eka Putranda. Motif pertama, adalah balas dendam.

Berdasarkan pengakuan tersangka, menurut Kasatreskrim pernah ada penyerangan dari Brigata Curva Sud (BCS), salah satu kelompok suporter PSS Sleman. Para tersangka kemudian membalas aksi tersebut. Namun, Polisi tak langsung percaya hal itu, mereka akan melakukan pendalaman lebih lanjut.

“Kapan peristiwanya dan apakah ada laporan ke polisi atau tidak,” ucap AKP Ronny.

Provokasi

Salah satu kelompok suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS), menyambut kedatangan bobotoh yang hadir memberikan dukungan langsung kepada Persib Bandung. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Salah satu kelompok suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS), menyambut kedatangan bobotoh yang hadir memberikan dukungan langsung kepada Persib Bandung. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Motif kedua yang melatarbelakangi pengeroyokan menurut para tersangka adalah adanya provokasi dari salah satu tersangka yang masih berusia 17 tahun.

“Dia provokasi orang di sekitar lokasi kejadian, mengaku dikejar rombongan BCS. Waktu mencegat rombongan korban, ada kata-kata, ‘Aku Brajamusti, piye’ (Saya Brajamusti, bagaimana),” lanjut AKP Ronny.

AKP Ronny Prasadana mengatakan mulanya polisi menangkap 18 orang, tetapi yang ditetapkan menjadi tersangka 12 orang berdasarkan peran di lokasi kejadian.

Adapun 12 tersangka seluruhnya laki-laki dan satu tersangka masih di bawah umur. Mereka masing-masing berinisial HN (40), AE (21), KI (26), YM (22), AP (29), AE (18), AS (20), SM (37), AB (19), RF (22), FS (31), dan JN (17). Semua tersangka warga Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Bantuan Hukum

Direktur Utama PT PSS Sleman, Andy Wardhanaputra. (Dok. PSS Sleman)
Direktur Utama PT PSS Sleman, Andy Wardhanaputra. (Dok. PSS Sleman)

Sementara itu pihak PSS Sleman siap memberikan bantuan hukum terhadap keluarga korban. Komitmen pemberian bantuan hukum itu ditegaskan oleh Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS), Andywardhana. PSS akan terus mengawal kasus itu sampai selesai.

"Kami dari PSS Sleman sangat menyayangkan terjadinya insiden yang membawa korban terhadap salah satu suporter kami. Sebagai bentuk keprihatinan kami karena kami tidak dapat melakukan tuntutan langsung, kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan kami akan memberikan bantuan hukum kepada pihak korban sampai kasus ini selesai," ujar direktur utama PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Andywardhana.

Tegakkan Keadilan

Saling respek juga ditunjukkan kedua suporter yang secara bergantian menyanyikan lagu kebesaran masing-masing klub sepanjang laga PSS Sleman melawan Persib Bandung. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Saling respek juga ditunjukkan kedua suporter yang secara bergantian menyanyikan lagu kebesaran masing-masing klub sepanjang laga PSS Sleman melawan Persib Bandung. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Andy menegaskan PSS Sleman ingin adanya keadilan untuk korban. Ia juga berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

"Kami ingin mengawal secara hukum kepada pihak keluarga korban. Sehingga keadilan dapat ditegakkan dan saya sangat berharap kejadian ini tidak terulang lagi di bumi Sembada maupun di tempat lainnya," tandas Andy.

Yuk Tengok Persaingan Tim Favoritmu Saat Ini