BRI Liga 1: Protes BCS Berlanjut, Datang ke Bandung Desak PSS Depak Dejan Antonic

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Bandung - Unjuk rasa suporter setia PSS Sleman sebagai bentuk kekecewaan terhadap klub kesayangannya masih terus berlanjut. Bahkan rombongan suporter mendatangi tim PSS yang bertanding melawan Persik Kediri pada pekan keenam BRI Liga 1 2021/2022, Minggu (3/10/2021).

Tim berjulukan Elang Jawa sedang menjalani pertandingan krusial melawan Persik Kediri di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Kemenangan akan menentukan nasib terutama pelatih kepala Dejan Antonic yang terus didesak untuk mundur dari PSS Sleman.

Benar saja, seribuan anggota Brigata Curva Sud (BCS) atau kelompok suporter PSS beraliran ultras, mendatangi Bagus Nirwanto dkk untuk kembali menunjukkan sikap. Hal itu diumumkan oleh BCS di akun Instagram resmi mereka dan diunggah bersamaan jadwal laga PSS melawan Persik Kediri.

"Perlawanan kami baru dimulai, belum selesai. Hari ini kami datang ke Bandung bertepatan dengan laga terakhir seri pertama Liga 1 2021. Kurang lebih 1.000 Sleman Fans datang untuk mengantar pesan, langsung ke depan muka manajemen PSS Sleman dan menegaskan tuntutan yang belum terpenuhi," demikian pernyataan BCS.

Alasan Minta Dejan Antonic Mundur

PS Sleman - Dejan Antonic (Bola.com/Adreanus Titus)
PS Sleman - Dejan Antonic (Bola.com/Adreanus Titus)

Kelompok suporter terbesar PSS itu menjelaskan permintaan agar Dejan Antonic mundur merupakan satu tuntutan objektif paling mendesak.

"Meski belum terpenuhi, tuntutan tersebut telah mampu membongkar watak culas dan tamak Manajemen PSS lewat pernyataan Direktur Utama PT. PSS, Marco Gracia Paulo," tulis BCS.

"Atas kesaksian perwakilan Manajemen PSS dan perwakilan Sleman Fans yang berunding di Omah PSS pada 30 September 2021. Alih-alih memenuhi tuntutan, Marco justru memberikan ancaman ketika dihubungi melalui sambungan telpon."

"Yaitu bahwa tuntutan pemecatan Dejan Antonic akan dipenuhi, namun PSS Sleman akan dipindah," imbuh BCS.

Bagi BCS, pernyataan tersebut sontak menyakiti hati mereka, Sleman Fans terkhusus seluruh masyarakat Sleman.

"Terima kasih telah membantu kami mengingat bahwa sepak bola tidak bisa hanya sekadar dinikmati. Tetapi juga diperjuangkan. Itu jalan yang kami pilih dari awal," penegasan BCS di kolom komentar.

Dirut PSS Minta Maaf

Dirut PSS Sleman, Marco Gracia Paulo. (Bola.com/Vincentius Atmaja)
Dirut PSS Sleman, Marco Gracia Paulo. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Sebelumnya, Dirut PSS Sleman, Marco Gracia Paulo menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf kepada publik klub kebanggaan wong Sleman.

Diketahui, Marco Gracia Paulo baru-baru ini melontarkan pernyataan kontroversial dalam menyikapi unjuk rasa yang dilakukan oleh para suporter PSS.

Muncul pernyataan Marco Gracia Paulo yang mengisyaratkan bakal membawa keluar PSS dari Sleman setelah diminta suporter memecat Dejan Antonic.

Aksi protes yang dilancarkan para pendukung PSS adalah buntut rentetan hasil jeblok di BRI Liga 1 2021/2022. Tim berjulukan Elang Jawa berada di papan bawah klasemen sementara setelah hanya mengoleksi empat poin dalam lima laga.

Emosi para pendukungnya pun meluap. Baik kelompok suporter Brigata Curva Sud (BCS) maupun Slemania sepakat menuntut agar Dejan Antonic sebagai pelatih kepala mengundurkan diri. Dejan dianggap tidak mampu membawa perubahan di tim PSS.

"Kepada seluruh masyarakat Sleman dan tentunya para suporter, saya menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan tersebut. Situasi selama dua hari yang melelahkan membuat saya pribadi merasa kecewa dengan perkembangan yang ada," jelas Marco Gracia Paulo, Jumat (01/10/2021) malam.

"Ditambah dengan adanya tekanan untuk langsung melakukan pergantian pelatih kepala, akhirnya secara spontan terucap kalimat tersebut. Tak ada maksud untuk menyakiti siapapun dengan kalimat itu. Saya ingin sampaikan, PSS adalah milik Sleman dan akan tetap ada di Sleman," lanjut dia.

Yuk Tengok Posisi PSS

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel