BRI Liga 1: PSSI Mengklaim Sudah Beri Sanksi Wasit yang Bermasalah, Apa Saja?

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Ketua Komite Wasit PSSI, Ahmad Riyadh, mengklaim telah memberi sanksi kepada wasit yang bermasalah di kompetisi Indonesia. Hal itu disampaikan saat ditemui oleh awak media di Stadion Joko Samudro, Gresik, Rabu (3/11/2021) sore.

Seperti diketahui, kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 dan Liga 2 sedang menjadi sorotan karena kepemimpinan wasit yang kontroversial. Banyak keputusan sang pengadil yang aneh dan cenderung merugikan beberapa klub.

“Sudah kami sanksi semua, nanti malam ini dirilis) Hampir 9 atau 10 yang sudah kami nyatakan memang salah dalam memimpin. Ada ketidakmampuan. (Wasit) di Liga 1 dan Liga 2,” kata Ahmad Riyadh, Rabu.

Beberapa klub memang mengalami insiden ini. Seperti Persebaya misalnya, gol mereka dianulir meski sudah melewati garis saat melawan Persela Lamongan (21/10/2021). Sebaliknya, gol striker Persela Ivan Carlos malah disahkan wasit Musthofa Umarella.

Pertandingan lanjutan BRI Liga 1 itu sendiri berakhir dengan skor 1-1 dan Persebaya dipaksa meraih satu poin. Padahal, Bajul Ijo seharusnya bisa mendapatkan tiga poin karena memetik kemenangan.

Sebelumnya, duel antara Barito Putera kontra PSIS Semarang juga melahirkan keputusan aneh (20/10/2021). Wasit menganulir hadiah penalti saat pelanggaran dilakukan di kotak penalti, dan malah memberi hadiah tendangan bebas untuk Barito Putera.

Apa Sanksinya?

Wasit Oki Dwi Putra mendapatkan protes keras dari Persija Jakarta setelah menganulir gol Marko Simic ke gawang Arema FC dalam BRI Liga 1 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (17/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi).
Wasit Oki Dwi Putra mendapatkan protes keras dari Persija Jakarta setelah menganulir gol Marko Simic ke gawang Arema FC dalam BRI Liga 1 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (17/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi).

Persija Jakarta juga merasa dirugikan dengan keputusan wasit Oki Dwi Putra saat berjumpa dengan Arema FC, Minggu (17/10/2021). Mulai dari pelanggaran pemain Arema dibiarkan, sampai injury time diluar kewajaran. Akibatnya, Persija harus kalah 0-1 dan gagal meraih poin.

Terbaru, kejadian serupa itu menimpa Madura United saat berhadapan Arema FC di Stadion Sultan Agung Bantul, Senin (1/11/2021). Winger Arema Dendi Santoso terjatuh tanpa kontak berarti dengan kedua pemain Madura United Fachrudin Aryanto dan Kim Jin-sung di menit ke-89.

Namun, wasit Mansur meniup peluit tanda pelanggaran memberikan hadiah tendangan bebas untuk tim asal Malang itu. Bek kanan Rizky Dwi Febrianto pun maju sebagai eksekutor yang mencetak gol cantik dan membuat laga berakhir 1-1.

Riyadh menyebutkan bahwa Komite Wasit PSSI sudah bertindak agar hal-hal seperti tidak terulang lagi. Sebab, sportivitas dan asas fair play juga bisa menjadi ancamannya.

“Sanksinya ada yang dua bulan tidak boleh memimpin, nanti kami evaluasi lagi. Kami kalau ada orang kesalahan sekali langsung dihukum, harus ada mekanisme organisasi yang harus dijalankan,” ucap Riyadh.

“Sifat PSSI kami ini juga sifat membina, jadi tetap dihukum. Yang di Persebaya, Persis. (PSIS) Semarang, juga saya lihat, di dalam (kotak penalti), ditarik keluar. Itu kelihatan mata seperti itu ketidakmampuan untuk memimpin,” imbuhnya.

Penyegaran

Wasit Oki Dwi Putra mendapatkan protes keras dari Persija Jakarta setelah menganulir gol Marko Simic ke gawang Arema FC dalam BRI Liga 1 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (17/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi).
Wasit Oki Dwi Putra mendapatkan protes keras dari Persija Jakarta setelah menganulir gol Marko Simic ke gawang Arema FC dalam BRI Liga 1 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (17/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi).

Dengan semakin munculnya sang pengadil bermasalah, apakah ada sanksi berupa pemecatan oleh Komite Wasit?

“Belum. Mekanisme, kalau yang berat downgrade ke Liga 2 atau Liga 3, baru pecat. Kalau pecat itu menyangkut ada unsur pidana match fixing atau apa, baru itu nanti sudah tidak ada ampun,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asprov PSSI Jawa Timur itu.

Permasalahan seperti ini harus segera diselesaikan. Selain pemberian sanksi, wasit-wasit Liga 1 atau Liga 3 juga harus mendapatkan pendidikan lagi. Riyadh mengaku agenda seperti itu sudah ada dalam rencana Komite wasit.

“Ketidakmampuan fisik untuk dekat dengan bola sama psikologis yang harus ditata lagi. Nanti ada penyegaran, harus ditata lagi. Ada tes-tes lagi yang diketatkan. Di pertengahan Liga, akan ada penyegaran,” ujarnya.

Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel