BRI Liga 1: PSSI Resmi Menghukum Wasit Kontroversial Laga Persebaya Vs Persela

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Komite Wasit PSSI secara resmi memberi hukuman kepada wasit Musthofa Umarella. Sosok satu ini menjadi perbincangan karena membuat kontroversi saat Persebaya Surabaya berjumpa Persela Lamongan pada pekan kedelapan BRI Liga 1 2021/2022 (21/10/2021).

“Wasit Musthofa akan kita istirahatkan. Tidak boleh memimpin pertandingan Liga 1 maupun Liga 2. Ada kesalahan yang mendasar saat ia memimpin. Karena itu, kita parkir dulu,” kata Ahmad Riyadh, ketua Komite Wasit PSSI, dalam rilis yang diterima Bola.com, Kamis (4/11/2021).

Riyadh menerangkan bahwa keputusan ini dijatuhkan setelah pihaknya melakukan evaluasi dan menimbang masukan dari berbagai sumber.

Insiden kontroversial tercipta pada menit ke-35. Mulanya, striker Persebaya Jose Wilkson melakukan eksekusi tendangan bebas mengarah ke gawang. Bola sempat ditangkap Dwi Kuswanto, namun terlepas dan tayangan ulang menunjukkan bola telah melewati garis gawang.

Wasit Musthofa Umarella tidak mengesahkan gol tersebut dan tetap menyatakan laga berlanjut di tengah protes para pemain. Dalam situasi ini, Persela dengan cepat melakukan serangan balik ke pertahanan Persebaya.

Sial buat Persebaya Surabaya, umpan terobosan pemain Persela kepada Ivan Carlos yang terlihat off-side tidak membuat pertandingan berhenti masih pada menit yang sama. Celakanya, striker asal Brasil itu kemudian melepas tembakan mendatar kaki kiri yang gagal dibendung Andhika Ramadhani.

Protes

Pemain Persela Lamongan, Riyatno Abiyoso (kiri) dan pemain Persebaya Surabaya, Muhammad Hidayat berebut bola dalam laga pekan ke-8 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (21/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Persela Lamongan, Riyatno Abiyoso (kiri) dan pemain Persebaya Surabaya, Muhammad Hidayat berebut bola dalam laga pekan ke-8 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (21/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Setelah insiden itu, manajemen Persebaya Surabaya melakukan protes mengadukan kepemimpinan Musthofa Umarella. Keputusan hukuman baru dilakukan setelah pertandingan itu telah berlalu selama dua pekan.

Hukuman untuk sementara waktu juga menjadi pertanyaan. Sebab, tidak ada kejelasan sampai berapa sanksi untuk Musthofa Umarella berjalan.

Ahmad Riyadh mengaku tidak bisa menyebutkan rincian hukuman yang diberikan dengan alasan ada regulasi yang membatasi. Dia hanya memastikan bahwa yang bersangkutan tidak akan memimpin beberapa pertandingan.

“Semua sudah kami pelajari. Dan keputusannya seperti itu. Mohon maaf saya tak bisa mengumumkan detilnya, berapa lama wasit ini harus istirahat. Yang pasti, keputusan sudah kita ambil,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bonek, suporter Persebaya, sampai menebar ancaman akan melakukan demonstrasi jika tidak ada kejelasan sanksi untuk Musthofa Umarella. Kali ini, sudah diumumkan, namun tidak secara gamblang.

Wasit Lain

Logo PSSI. (Dok Bola.com)
Logo PSSI. (Dok Bola.com)

Riyadh menepis anggapan bahwa langkah yang dilakukan oleh Komite Wasit PSSI ini dibilang lambat. Pihaknya, perlu waktu dan harus berhati-hati mengambil keputusan lantaran menyangkut karier seseorang.

“Jangan sampai menghukum yang tak bersalah, zalim. Kami pertimbangkan semua sisi sebelum mengambil keputusan. InsyaAllah, ini yang terbaik. Ini juga sekaligus menegaskan, kami di PSSI tidak main-main dalam urusan seperti ini. Saya menjadi jaminan,” ucapnya.

Masalahnya, keputusan kontroversi wasit tidak hanya terjadi pada Musthofa Umarella. Masih ada beberapa wasit lain seperti Oki Dwi Putra. Pertandingan Liga 1 dan Liga 2 pun tidak luput dari masalah ini.

Ahmad Riyadh masih belum menyebutkan bagaimana kelanjutan nasib wasit lainnya. Namun, dia berjanji akan ada pengumuman mengenai sanksi dan nama-nama wasit yang bermasalah itu.

“Ada beberapa nama yang juga kami sanksi. Nanti akan dipublikasikan secara resmi,” tutur pria yang juga menjaga ketua Asprov PSSI Jawa Timur itu.

Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel