BRI Liga 1: Punya Pengalaman Juara Bersama Bhayangkara FC, Evan Dimas Pede Arema FC Bisa Bangkit

Bola.com, Malang - Mengawali BRI Liga 1 musim ini dengan kurang oke tak membuat pemain Arema FC kehilangan percaya diri. Gelandang Arema, Evan Dimas, optimistis timnya mampu bangkit dan meraih trofi juara liga.

Tim Singo Edan dibuat tak berkutik saat bertandang ke markas Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri, 24 Juli lalu. Arema FC takluk tiga gol tanpa balas dari Borneo.

Hasil minor itu cukup memengaruhi mental pemain Arema. Namun, Evan Dimas percaya rekan setimnya sudah melupakan hasil buruk tersebut.

Evan memberikan contoh jika tidak semua tim yang mengawali kompetisi dengan baik, otomatis jadi juara pada akhir musim. Begitu juga sebaliknya. Tim yang kurang bagus pada awal tidak langsung tertutup peluang juara.

"Dalam Liga 1, kadang ada kalanya tim bermain bagus. Kadang juga tidak. Saya punya pengalaman di Bhayangkara FC dulu," ujar Evan Dimas.

"Pada awal kurang bagus, tetapi lama-lama terus bagus. Bukan berarti pada awal laga menang terus juara. Saya pribadi menilai, kami baru sekali kalah. Masih banyak laga lain," kata gelandang Arema FC berusia 27 tahun itu.

 

Terulang di Arema FC

Pemain Bhayangkara FC, Evan Dimas dan Ilham Udin merayakan keberhasilan meraih gelar juara Liga 1 2017 di Stadion Patriot Bekasi, Sabtu (12/11/2017). Bhayangkara kalah 1-2 lawan Persija. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)
Pemain Bhayangkara FC, Evan Dimas dan Ilham Udin merayakan keberhasilan meraih gelar juara Liga 1 2017 di Stadion Patriot Bekasi, Sabtu (12/11/2017). Bhayangkara kalah 1-2 lawan Persija. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Evan Dimas merasakan gelar juara Liga 1 2017. Waktu itu memang Bhayangkara tidak langsung menggebrak sejak awal musim.

Namun, permainan mereka konsisten pada akhir musim dan mengangkat gelar juara. Hal itu yang diharapkan Evan bisa terulang di Arema FC. Apalagi, dia didatangkan Tim Singo Edan untuk memenuhi target juara BRI Liga 1 musim ini.

Di Liga 1 2022/2023, Evan Dimas kembali jadi pilihan utama. Lantaran di Piala Presiden 2022, dia lebih sering jadi pengganti.

Saat lawan Borneo, gelandang Timnas Indonesia itu jadi starter di lini tengah. Adapun saat lawan PSIS Semarang di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (30/7/2022) malam WIB, dia disiapkan main sejak menit awal.

 

Tampil Fokus

Penggawa Arema FC, Evan Dimas (kanan) bersama Dedik Setiawan mengenakan rompi pemain cadangan. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Penggawa Arema FC, Evan Dimas (kanan) bersama Dedik Setiawan mengenakan rompi pemain cadangan. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Evan menambahkan ada faktor lain yang bisa membuat performa tim lebih lepas di lapangan, yakni menjaga fokus pada pertandingan. Selain itu, tidak perlu memikirkan kekalahan sebelumnya.

Terdekat, saat lawan PSIS Semarang, Evan Dimas menjadikannya sebagai ajang meraih tiga poin. Apalagi, Arema bermain di kandang sendiri, Stadion Kanjuruhan.

 

Dukungan Suporter Bukan Beban

<p>Evan Dimas dan Andik Rendika Rama halal bihalal bersalaman dengan vidio analis arema, FX Yanuar sebelum latihan dimulai.&nbsp;(Bola.com/Iwan Setiawan)</p>

Evan Dimas dan Andik Rendika Rama halal bihalal bersalaman dengan vidio analis arema, FX Yanuar sebelum latihan dimulai. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Selain fokus, Evan menambahkan jika dukungan suporter tidak boleh dipandang sebagai beban atau tekanan. Meskipun saat tim tampil buruk, kritikan langsung diberikan Aremania di dalam stadion maupun media sosial.

"Sebagai pemain, jika menilai suporter sebagai beban, maka akan jadi beban. Tapi kalau kita berpikir tidak jadi beban, akan menjadi kekuatan," lanjutnya.

"Saya pikir tidak ada tekanan bagi pemain. Dan itu bisa menjadi sinergi yang positif bagi tim dengan suporter," pungkas Evan Dimas.

Simak Posisi Arema FC di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel