BRI Liga 1: Saat Persebaya Tanpa Alie Sesay, Aji Santoso Puji 2 Stoper Lokal

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Bandung - Persebaya Surabaya sedang dalam masa kelam di BRI Liga 1 2021/2022 dengan menelan dua kekalahan beruntun. Terbaru, mereka kalah 0-1 dari Bhayangkara FC dalam pekan keempat di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jumat (24/9/2021) malam.

Pelatih Persebaya, Aji Santoso, secara mengejutkan mencadangkan bek asing Alie Sesay. Pemain berpaspor Sierra Leone itu bahkan tidak mendapat menit bermain pun dan hanya duduk di bangku cadangan selama pertandingan.

Sebagai gantinya, Persebaya menurunkan dua stoper lokal, yakni Arif Satria dan Rizky Ridho. Penampilan kedua cukup baik, namun faktanya tetap tidak menghindarkan Persebaya dari kekalahan.

Aji Santoso juga memilih untuk memuji performa dua stoper lokal itu saat ditanya alasannya memarkir Alie Sesay. Maklum, keberadaan pemain asing biasanya justru akan mendongkrak performa tim.

“Saya pikir tadi dua stoper juga tidak ada masalah. Kita ketahui, N’Douassel selama 90 menit juga tidak ada peluang sedikitpun. Artinya bahwa saya memasang Ridho dan Arif ini cukup sukses, meskipun hasilnya tidak sesuai. Yang jelas, dua pemain ini merupakan pemain nasional,” ungkapnya.

Pelatih berusia 51 tahun itu beralasan bahwa Alie Sesay tampil tidak sesuai harapan saat Persebaya Surabaya kalah 1-3 dari PSM Makassar di pekan ketiga. Alasan itulah yang membuatnya memilih pemain lokal di jantung pertahanan.

“Alie, sewaktu pertandingan melawan PSM, menurut saya tidak sesuai ekspektasi yang saya inginkan. Saya mencoba dengan formasi yang baru, dan anak-anak saya rasa cukup bagus. Saya mengapresiasi penampilan anak-anak, walaupun hasilnya tidak sesuai harapan,” imbuhnya.

Laga Keras

Liga 1 - Ilustrasi Logo Persebaya Surabaya BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)
Liga 1 - Ilustrasi Logo Persebaya Surabaya BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Gol tunggal pertandingan ini dicetak oleh bek Anderson Salles lewat tendangan bebas keras di menit ke-65. Selebihnya, Persebaya Surabaya tidak mampu memberikan perlawanan yang bisa berbuah gol balasan.

Permainan efektif Bhayangkara terlihat di pertandingan ini. Upaya serangan mereka kerap mampu melahirkan tembakan. Sedangkan pertahanan Bhayangkara juga rapi menghalau setiap serangan Persebaya.

Pertandingan ini sebenarnya berjalan ketat dengan duel-duel yang dilakukan oleh para pemain dari masing-masing kesebelasan. Tapi, permainan Persebaya terlihat tidak sebanding dengan agresivitas yang dimiliki oleh Bhayangkara.

Rizky Ridho juga bermain cukup apik selama 90 menit penuh menjaga jantung pertahanan Persebaya. Kolaborasinya dengan Arif Satria juga berlangsung dengan ciamik menghalau setiap serangan, meski akhirnya kebobolan lewat bola mati.

Pincang

Logo Persebaya Surabaya. (Bola.com/Dody Iryawan)
Logo Persebaya Surabaya. (Bola.com/Dody Iryawan)

Dalam kondisi kalah, Persebaya malah harus bermain dengan 10 personel saja di duel ini. Bek muda Rizky Ridho diusir wasit setelah melakukan pelanggaran dengan menendang lutut Dendy Sulistyawan di injury time babak kedua.

Tindakan yang dilakukan oleh Rizky Ridho tentu sangat disayangkan, apalagi ban kapten melingkar di lengannya saat peristiwa itu terjadi. Pelatih Persebaya, Aji Santoso, justru membela pemain mudanya itu karena situasinya tidak mudah.

Kartu merah yang keluar di pengujung laga itu menandakan bahwa pemain yang melakukan pelanggaran sedang dalam kondisi frustasi. Itu sudah tergambarkan dengan situasi Persebaya yang tertinggal sampai menit terakhir pertandingan.

Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel