BRI Liga 1: Segera Mencari Solusi, PSS Tidak Akan Pergi dari Bumi Sembada

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - PSS Sleman tengah dihadapkan situasi pelik menyusul rentetan hasil jeblok di BRI Liga 1 2021/2022. Tim berjulukan Elang Jawa berada di papan bawah klasemen sementara setelah hanya mengoleksi empat poin dalam lima laga.

Emosi para pendukungnya pun meluap. Baik kelompok suporter Brigata Curva Sud (BCS) maupun Slemania sepakat menuntut agar Dejan Antonic sebagai pelatih kepala mengundurkan diri dari jabatannya. Dejan dianggap tidak mampu membawa perubahan di tim PSS.

Unjuk rasa dilakukan para fans klub berlogo Candi Prambanan tersebut sejak beberapa hari terakhir. Mereka juga berupaya mendengarkan penjelasan dari petinggi klub, khususnya dari Dirut PSS, Marco Gracia Paulo soal desakan agar Dejan Antonic mundur.

Tekad kuat suporter PSS sedikit membuahkan hasil ketika sempat berkomunikasi lewat telepon. Hanya saja, muncul pernyataan Marco Gracia Paulo yang mengisyaratkan untuk membawa keluar PSS dari Sleman karena emosional didesak untuk memecat Dejan Antonic.

Khilaf

Pemain Persebaya Surabaya, Taisei Marukawa (kiri) berusaha melewati PSS Sleman, Irfan Jaya dalam laga pekan ke-5 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Rabu (29/09/2021). Persebaya menang 3-1. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Persebaya Surabaya, Taisei Marukawa (kiri) berusaha melewati PSS Sleman, Irfan Jaya dalam laga pekan ke-5 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Rabu (29/09/2021). Persebaya menang 3-1. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Pernyataan tersebut membuat warga Sleman khususnya suporter setia PSS geram dan kecewa. Termasuk oleh tokoh sepak bola Sleman yang pernah masuk di jajaran pengurus klub, Sismantoro. Pria yang pernah menjabat manajer PSS ketika menjuarai Liga 2 2018 itu ikut angkat bicara.

"Saya sudah sampaikan ke dia (Marco Gracia Paulo), bahwa pernyataan itu seharusnya tidak boleh terucap dengan alasan apapun. Saya kemudian sampaikan, siap pasang badan apabila PSS mau di bawa pergi dari Sleman," terang Sismantoro, Jumat (1/10/2021).

Pihaknya menegaskan bahwa seluruh masyarakat Sleman termasuk pemerintah Kabupaten tidak akan pernah rela apabila PSS dibawa pergi. Ia pun memastikan akan melakukan segala cara untuk mempertahankan PSS tetap berada di Sleman.

"Saya pastikan PSS tidak akan ke mana-mana, tetap akan di sini sejak tahun 1976 sampai kapanpun, sampai kiamat ya di sini. Marco sudah menelpon saya, sudah meminta maaf bahwa apa yang disampaikan kemarin itu khilaf," lanjut Sismantoro.

Segera Mencari Solusi

Pemain Persebaya Surabaya, Ricky Kambuaya (kiri) berusaha mencetak gol ke gawang PSS Sleman dalam laga pekan ke-5 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Rabu (29/09/2021). Persebaya menang 3-1. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Persebaya Surabaya, Ricky Kambuaya (kiri) berusaha mencetak gol ke gawang PSS Sleman dalam laga pekan ke-5 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Rabu (29/09/2021). Persebaya menang 3-1. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sismantoro memaklumi sikap penuh kekecewaan yang diluapkan para pendukung PSS. Namun ia juga mengingatkan untuk tetap menjaga situasi kondusif di Sleman dan bakal segera dicarikan solusinya.

Selain itu, Sismantoro mengaku telah mengagendakan pertemuan dengan Marco Gracia Paulo usai pertandingan lanjutan pekan keenam BRI Liga 1 antara PSS melawan Persik, Minggu (3/10/2021) mendatang. Marco Gracia Paulo diminta datang ke Sleman untuk menyelesaikan bersama stakeholder Kabupaten Sleman.

"Menurut saya selama ini yang kurang baik adalah komunikasinya. Jadi semua harus duduk, mengurai permasalahan yang ada. Mencari solusi atas harapan teman-teman suporter," tegas Sismantoro.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel