BRI Liga 1: Sejumlah Titik Lemah yang Harus Diperbaiki Arema FC Saat Hadapi PSIS

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Start Arema FC kurang bagus di BRI Liga 1 2021/2022. Namun, pelatih Singo Edan, Eduardo Almeida, konsisiten tidak mau menghakimi anak buahnya dengan membuka evaluasi timnya ke media.

Pelatih asal Portugal itu enggan membebankan masalah terhadap individu pemain. Apalagi sekarang Arema FC dalam tekanan suporternya sendiri. Penyebabnya, tiga laga berakhir dengan dua hasil imbang dan satu kekalahan. Arema FC hanya punya dua poin dari hasil itu.

Jika melihat tiga pertandingan yang sudah dijalani, ada beberapa hal yang menjadi celah tim berjulukan Singo Edan. Tiga dari empat gol ke gawang Arema FC berawal dari serangan balik dan umpan silang. Satu gol berasal dari kemelut setelah tendangan sudut.

Artinya, lawan lebih banyak melakukan serangan dengan memanfaatkan lebar lapangan. Ini bakal jadi sinyal bahaya jika tidak segera diperbaiki. PSIS Semarang, yang menjadi lawan pada pekan keempat BRI Liga 1 2021/2022 pada Sabtu (25/9/2021), juga punya pemain cepat, seperti Komarudin, Hari Nur Yulianto, dan Bruno Silva.

Selain itu, ada sejumlah faktor lain yang membuat Arema FC sulit meraih kemenangan, yaitu minim gol. Bola.com merangkum beberapa celah yang masih terlihat di tim Singo Edan.

Keteteran Menghadapi Serangan Balik

Pemain PSM Makassar, Hasyim Kipu, berebut bola dengan pemain Arema FC, bagas Adi, pada laga BRI Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (5/9/2021). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain PSM Makassar, Hasyim Kipu, berebut bola dengan pemain Arema FC, bagas Adi, pada laga BRI Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (5/9/2021). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Transisi dari menyerang ke bertahan, itu yang sering terlihat terlambat dilakukan Arema FC. Pemain belakang Arema FC pun sering keteteran menghadapi serangan balik lawan.

Gol kedua PSS Sleman pada pekan ketiga menjadi buktinya. Ketika pemain sudah fokus menyerang, dan bernafsu memburu gol, mereka sering lupa merapatkan pertahanan.

Saat lini tengah tidak sanggup memotong serangan lawan, kuartet pertahanan Arema FC, Ahmad Alfarizi, Bagas Adi Nugroho, Sergio Silva, dan Rizky Dwi, harus jatuh bangun menghalau bola.

Jika ini terus terjadi, Arema FC sulit mencatatkan clean sheet, kecuali mereka sedang melawan tim yang levelnya jauh di bawah mereka.

Lemah Mengantisipasi Umpan Silang

Penyerang Arema FC, Feby Eka Putra un mendapatkan beberapa peluang, namun berhasil digagalkan barisan pertahanan PSM Makassar. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Penyerang Arema FC, Feby Eka Putra un mendapatkan beberapa peluang, namun berhasil digagalkan barisan pertahanan PSM Makassar. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Jika melihat tiga gol yang lahir ke gawang Arema FC, semua bermula dari umpan silang, baik saat tendangan sudut maupun serangan balik.

Ketika bek sayap tidak bisa menutup lawan yang memberikan umpan silang, duet stoper Sergio Silva dan Bagas Adi Nugroho beberapa kali kurang bersih membuang bola. Terkadang mereka juga kalah duel.

Bisa jadia faktor komunikasi masih menjadi kendala, karena Sergio Silva menjadi pemain terakhir yang bergabung bersama Arema FC. Jadi, saat ini bek asal Portugal itu masih proses adaptasi dengan rekan-rekannya.

Namun, demikian, dalam dua laga terakhir, komposisi utama kuartet lini belakang Arema FC tidak berubah. Tinggal bagaimana mereka lebih bagus mengantisipasi umpan silang lawan.

Konsentrasi Menurun

Pemain Arema FC tampak lesu usai ditaklukkan PSS Sleman 1-2 dalam laga pekan ke-3 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (19/9/2021). Arema FC kalah 1-2. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Arema FC tampak lesu usai ditaklukkan PSS Sleman 1-2 dalam laga pekan ke-3 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (19/9/2021). Arema FC kalah 1-2. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Persoalan ini muncul dalam dua laga, ketika menghadapi PSM Makassar dan PSS Sleman. Justru ketika Arema FC unggul, konsentrasi pemain seperti menurun, sehingga lawan bisa membalas gol dalam waktu yang cukup cepat.

PSM Makassar mencetak gol hanya selisih satu menit dari gol yang dicetak Arema FC. Sedangkan PSS Sleman butuh waktu 18 tahun untuk menyamakan kedudukan.

Bek kanan Arema FC, Rizky Dwi, mengaku dua gol lawan ketika menghadapi PSS sebagai kecolongan. Bisa jadi faktor fokus membantu serangan menjadi penyebab karena semua pemain benar-benar mendambakan kemenangan.

Banyak Membuang Peluang Emas

Pemain Arema FC, Carlos Fortes (kiri) menendang bola saat melawan PSS Sleman dalam laga pekan ke-3 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (19/9/2021). Arema FC kalah 1-2. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Arema FC, Carlos Fortes (kiri) menendang bola saat melawan PSS Sleman dalam laga pekan ke-3 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (19/9/2021). Arema FC kalah 1-2. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Faktor ini bisa disebut persoalan utama Arema FC, karena dalam setiap laga Arema FC punya banyak peluang emas. Tapi, hanya tiga gol yang bisa dicetak dalam tiga laga.

Pemain sekelas Dedik Setiawan, Kushedya Hari Yudo, Carlos Fortes, dan lainnya sering melakukan finishing dengan tembakan keras, tapi akurasinya tidak terjaga.

Saat menghadapi PSS, lebih dari empat peluang emas yang terbuang. Andaikan semua peluang berbuah gol, gawang Adilson Maringa yang kemasukan dua gol sekalipun masih bisa menghasilkan tiga poin pertama pada musim ini.

Pelatih Eduardo Almeida sebenarnya sudah mencari solusi terkait persoalan lini depan. Dia coba membongkar pasang komposisi lini depan untuk mendampingi Carlos Fortes. Namun, sampai pekan ketiga, hasilnya masih belum terlihat.

Posisi Arema FC Saat Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel