BRI Liga 1 Sudah Berjalan, Klub Peserta Masih Bertahan Penuh dari Efek Pandemi dan Menanti Momen Kebangkitan

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - BRI Liga 1 2021/2022 yang digelar dengan protokol kesehatan yang ketat dan tanpa dihadiri penonton di stadion telah menghadirkan situasi baru dalam sepak bola Indonesia. Namun, harus diakui banyak klub peserta harus bertahan di tengah kesulitan finansial sembari menjalani kompetisi tanpa adanya pemasukan pendukung.

Pandemi COVID-19 tak hanya menghentikan banyak kegiatan, termasuk kompetisi sepak bola Indonesia sepanjang 2020. Bahkan kini kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 sudah bergulir, banyak perubahan baru yang harus diterapkan karena pandemi belum usai.

Penerapan protokol kesehatan yang ketat, yang jelas bertujuan baik agar rantai penyebaran COVID-19 bisa disetop, menjadi harga mati yang harus diperhatikan.

Demi mendukung hal tersebut, pertandingan pun digelar secara terpusat dengan tiga klaster berbeda, yang membuat klub peserta harus bertahan di suatu wilayah cukup lama dari kompetisi-kompetisi sebelumnya.

Selain itu, suporter belum bisa hadir di stadion penyelenggara pertandingan. Dampaknya, pemasukan klub dari tiket pertandingan pun nihil sehingga klub hanya bisa berharap dari sponsor dan subsidi dari operator kompetisi untuk bertahan dalam berkompetisi di era pandemi.

Vice President Branding & Activation Persibi Bandung, Gabriella Witdarmono, pun menyebut situasi klub peserta Liga 1 saat ini seakan seperti tengah bertahan dari gempuran efek pandemi yang belum berakhir meski kompetisi sudah berjalan lagi. Sebagai bagian dari klub peserta, Gabriella mengakui klub saat ini tengah menanti momen untuk bisa bangkit dan kembali ke situasi yang sama seperti pada kompetisi sebelumnya.

"Layaknya gaya permainan sepak bola catenaccio yang menggabungkan posisi bertahan secara ketat sambil menunggu kesempatan menyerang untuk mencetak gol, klub Liga 1 kini harus menjalankan strategi tersebut dalam kompetisi musim ini," ujar Gabriella Witdarmono dalam tulisan Kolomnya yang berjudul Catenaccio ala Klub Liga 1 Indonesia: Kompetisi di Tengah Pandemi.

"Saat ini manajemen klub harus memainkan gaya bertahan secara penuh dari gempuran pandemi agar liga bisa terus berjalan dan sabar menunggu waktu yang tepat untuk mengembalikan kompetisi sebagaimana mestinya dengan memperbolehkan adanya penonton, pedagang, dan pihak lain yang biasa hadir memeriahkan jalannya Liga 1 di Indonesia."

"Sementara di sisi lain, mereka juga harus berjuang untuk memenangkan kompetisi dan menyuguhkan permainan terbaiknya di lapangan. Strategi ini perlu dilakukan secara disiplin hingga kekebalan kelompok tercapai, sehingga harapannya nanti industri sepak bola Indonesia akan kembali bergairah," lanjut Vice President Branding & Activation Persib Bandung itu.

Belajar dari Kompetisi Luar Negeri

Ancaman pertama laga ini baru lahir pada menit ke-15 dari Persija. Umpan silang yang dikirim Marco Motta dari sayap kanan disundul oleh Simic tapi masih mampu ditangkap kiper Andhika Ramadhani. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Ancaman pertama laga ini baru lahir pada menit ke-15 dari Persija. Umpan silang yang dikirim Marco Motta dari sayap kanan disundul oleh Simic tapi masih mampu ditangkap kiper Andhika Ramadhani. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Dengan semua permasalahan yang harus dihadapi klub-klub peserta sembari berjalannya BRI Liga 1 2021/2022, tentu kehadiran operator kompetisi dan federasi, dalam hal ini PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) dan PSSI sangat penting untuk bisa memastikan semua berjalan beriringan ke arah yang lebih baik.

Gabriella pun berharap stakeholder Indonesia, khususnya klub dan operator kompetisi, bisa belajar dari kompetisi luar negeri untuk bisa mencari pemasukan lain demi menunjang keberlangsungan hidup klub yang tengah bertahan sekuat tenaga di era pandemi ini agar bisa segera bangkit ke situasi semula.

"Masih harus belajar banyak dari luar negeri, seperti di Liga Jepang, Liga Thailand, dan tentunya sejumlah liga di Eropa. Sejumlah pendapatan komersial non-tiket, seperti jersey dan merchandise, sponsor, hingga pengelolaan hak siar perlu disiapkan lebih cermat," ujarnya.

"Terlebih, komponen pembiayaan dan investasi terhadap manajemen klub perlu dilakukan secara berkelanjutan, dibantu dengan dukungan upaya para pemangku kepentingan yang holistik, sehingga ekosistem yang menunjang keberlangsungan industri sepak bola Indonesia dapat tercipta," lanjutnya.

Persaingan di BRI Liga 1 2021/2022 Saat Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel