BRI Liga 1: Tak Jadi Klub Musafir, Persebaya Bakal Tetap Berlatih dan Bermarkas di Surabaya

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya tidak akan menjadi klub musafir dalam menatap Liga 1 musim depan. Klub berjulukan Bajul Ijo itu bakal tetap berlatih di Surabaya dan bahkan berkandang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Wali Kota Surabaya (Eri Cahyadi). Sudah disampaikan dengan Pak Wali Kota, home base kami di Surabaya. Kami akan berkandang di GBT. Insya Allah, semua lancar,” kata manajer Persebaya, Yahya Alkatiri.

Persebaya sebenarnya belum pernah berkandang di luar Surabaya sejak diakui kembali sebagai anggota PSSI pada 2017. Mereka selalu berkandang di Stadion GBT yang terletak di Kecamatan Pakal, Surabaya Barat.

Hanya saja, mereka sempat melakoni partai usiran akibat sanksi larangan menggelar laga kandang di Surabaya pada 2019. Saat itu, mereka memilih berkandang di Stadion Batakan, Balikpapan, pada akhir musim kompetisi Liga 1 2019.

Wacana bakal menjadi klub musafir lantas muncul pada Liga 1 2020 akibat keputusan Pemkot Surabaya selaku pemilik stadion. Penyebabnya, Stadion GBT akan menjalani renovasi yang dipersiapkan untuk tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

Bonek lantas menggelar protes hingga membuat Pemkot Surabaya mengizinkan Persebaya bisa tetap bermarkas di Stadion GBT sampai Juli 2020. Setelah itu, stadion berkapasitas lebih dari 50 ribu penonton tersebut akan mulai direnovasi.

Renovasi Stadion GBT Sudah Rampung

<p>Pelatih Persela, Aji Santoso, mendapat sambutan hangat dari Bonek pada laga Persebaya vs Persela di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (5/8/2018). (Bola.com/Aditya Wany)</p>

Pelatih Persela, Aji Santoso, mendapat sambutan hangat dari Bonek pada laga Persebaya vs Persela di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (5/8/2018). (Bola.com/Aditya Wany)

Tapi, hal itu tidak terjadi karena pandemi membuat Liga 1 2020 dihentikan. Pemkot Surabaya juga lebih leluasa melakukan renovasi karena Piala Dunia U-20 ditunda dua tahun dan akan digelar 2023 mendatang.

Stadion GBT juga tidak digunakan sebagai kandang Persebaya Surabaya di BRI Liga 1 2021/2022. Sebab, kompetisi menggunakan sistem bubble to bubble dan tidak ada pertandingan yang digelar di Jawa Timur.

Permasalahan kandang kini juga tidak jadi masalah bagi Persebaya yang akan menghadapi Liga 1 musim depan. Pihak Pemkot Surabaya memberi izin seiring dengan rampungnya renovasi stadion.

Miliki Lapangan Latihan Pendamping

Bahkan, Stadion GBT memiliki fasilitas dengan terdapat lapangan latihan pendamping di kompleknya. Persebaya bisa menggunakannya di samping Stadion Gelora 10 November yang terletak di pusat Kota Surabaya.

“Kemungkinan besar kami sudah pakai lapangan di Surabaya terus. Lapangan A, Lapangan B, Lapangan C di komplek GBT, dan Gelora 10 November sudah bisa digunakan. Jadi kami bisa pindah-pindah,” ucap Yahya.

Di sisi lain, Persebaya sempat berpindah-pindah lokasi latihan di Surabaya. Mulai dari Lapangan SIER, Lapangan Polda Jatim, Lapangan Unesa. Tak jarang, mereka malah harus berlatih di Sidoarjo, kota tetangga, dengan menggunakan Stadion Gelora Delta atau Lapangan Jenggolo.

“Kami sebenarnya dari terakhir-terakhir ini sudah banyak latihan di Surabaya. Kemungkinan besar kami akan di Surabaya terus. Lapangan ABC (kompleks GBT) dan Gelora 10 November,” tutur Yahya.

Yuk Tengok Posisi Akhir Persebaya di BRI Liga 1:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel