BRI Liga 1: Tidak Daftarkan Gelandang Baru, Siapa Gantikan Peran Marc Klok di Persija?

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Kepergian Marc Klok meninggalkan lubang menganga di lini tengah Persija Jakarta. Gelandang berusia 27 tahun itu adalah pemain kunci tim Ibu Kota ketika menjuarai Piala Menpora 2021.

Persija Jakarta memilih untuk tidak mencari pengganti Marc Klok pada putaran pertama BRI Liga 1 2021/2022, setidaknya hingga sampai saat ini.

Tim berjulukan Macan Kemayoran itu telah mendaftarkan 28 pemain untuk BRI Liga 1, minus suksesor Marc Klok.

Setelah kehilangan Marc Klok pada Juni 2021, yang memutuskan untuk mengakhiri kontraknya lebih cepat dan bergabung dengan Persib Bandung, Persija krisis gelandang bertahan.

Pasca-Piala Menpora pada Mei 2021, Persija juga kehilangan Sandi Sute yang sejak 2020 perannya berubah menjadi pelapis Marc Klok.

Sandi Sute adalah pilihan utama Persija di pos tukang jagal sejak bergabung pada 2017, dan memainkan peran krusial ketika Macan Kemayoran meraih trofi Liga 1 2018.

Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Baru juga ditinggalkan Sandi Sute, Macan Kemayoran dipaksa berpisah dengan Marc Klok. Kondisi ini membuat stok gelandang bertahan Persija Jakarta kian menipis.

Memanfaatkan Pemain yang Ada

Kekalahan ini menjadi bekal Tony Sucipto dan kawan-kawan untuk mengevaluasi penampilan mereka agar siap bersaing dalam kompetisi sesungguhnya, BRI Liga 1 2021/2022 yang mulai digelar 27 Agustus 2021 nanti. (Foto: Dok. Persija)
Kekalahan ini menjadi bekal Tony Sucipto dan kawan-kawan untuk mengevaluasi penampilan mereka agar siap bersaing dalam kompetisi sesungguhnya, BRI Liga 1 2021/2022 yang mulai digelar 27 Agustus 2021 nanti. (Foto: Dok. Persija)

Persija Jakarta memilih untuk memanfaatkan pemain yang tersisa sebagai pengganti peran Marc Klok.

Dari 28 pemain yang didaftarkan ke BRI Liga 1, tiga di antaranya dapat bermain sebagai gelandang jangkar. Ketiga pemain itu adalah Rohit Chand, Tony Sucipto, dan Adreanus Dwiki.

Kebetulan, sejak dilatih oleh Angelo Alessio pada Juni 2021, pakem permainan Persija berubah.

Arsitek asal Italia itu mengubah pola Persija dari 4-3-3 menjadi 4-4-2. Alhasil, pakem itu membuat personel lini tengah Tim Macan Kemayoran berkurang.

Ketika masih dilatih oleh Sudirman di Piala Menpora, Persija rutin memainkan Marc Klok, Rohit Chand, dan Ramdani Lestaluhu sebagai tiga pemain di lini tengah.

Kendati formasi Persija berganti, kepergian Marc Klok tetap saja memengaruhi keseimbangan Persija di lini tengah.

Toncip Pilihan Pertama

Gelandang Persija Jakarta, Tony Sucipto, merayakan kemenangan atas Barito Putera pada laga perempat final Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (10/4/2021). Persija menang dengan skor 1-0. (Bola.com/Arief Bagus)
Gelandang Persija Jakarta, Tony Sucipto, merayakan kemenangan atas Barito Putera pada laga perempat final Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (10/4/2021). Persija menang dengan skor 1-0. (Bola.com/Arief Bagus)

Alessio kemungkinan akan memplot Tony Sucipto menjadi pengganti Marc Klok. Pemain berusia 35 tahun itu bakal berpartner dengan Rohit Chand sebagai double pivot di lini tengah.

Performa Tony begitu luar biasa di Piala Menpora. Pemain yang karib dipanggil Toncip itu mampu menjadi ban serep Persija di berbagai posisi.

Toncip bisa tampil sebagai gelandang bertahan dan bek tengah untuk Persija di Piala Menpora.

Dia begitu tenang ketika diplot sebagai gelandang bertahan dan tidak grasak-grusuk. Namun, mantan pemain Sriwijaya FC itu tidak punya keahlian dalam membangun serangan seperti Marc Klok.

Selain Toncip, pemain lain yang dapat menggantikan peran Marc Klok adalah Adrianus Dwiki Arya. Pemain berusia 21 tahun itu baru kembali dari masa peminjamannya di Persela Lamongan untuk Piala Menpora 2021.

Ketimbang Toncip, gaya permainan Dwiki lebih mirip dengan Marc Klok. Gelandang asal Semarang, Jawa Tengah itu punya kemampuan passing yang baik.

Sebagai gelandang bertahan, kualitas Dwiki belum teruji. Alumnus Bhayangkara FC U-19 tersebut baru dipromosikan Persija ke tim utama pada 2019.

Dwiki baru empat kali bermain untuk Persija di Liga 1 pada periode 2019-2020. Sepintas dilihat dari performanya, pemain kelahiran 1 Mei 2000 itu punya karakteristik sebagai deep-lying playmaker, serupa dengan Marc Klok.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel