BRI Liga 1: Wilkes Bersaudara Miliki Saham Persik, Keluarkan Kocek Rp20 Miliar?

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Kediri - Pembelian dan pembagian kepemilikan saham PT Kediri Djajati Perkasa (PT KDP) yang menaungi klub BRI Liga 1 2021/2022, Persik Kediri mulai terkuak.

Presiden Persik Abdul Hakim Bafagih menyebut tiga nama bersaudara, Martin, Andrew, dan Alexander Wilkes telah bergabung dalam kepemilikan perusahaan yang menaungi Persik tersebut.

"Jadi saya dibantu Martin, Andrew, dan Alex dalam mengembangkan Persik Kediri di kancah sepakbola Indonesia. Kami sekarang menjadi pemilik bersama perusahaan," jelasnya.

Namun, soal persentase kepemilikan saham, Hakim Bafagih punya alasan tidak mempublikasikan ke khalayak ramai. Sebab, saat ini status PT KDP bukan PT terbuka atau perusahaan yang melantai di bursa efek.

Rp 20 Miliar?

Pemain Persik Kediri, Doinatan Machado melakukan selebrasi usai mencetak gol pertama timnya ke gawang Persija Jakarta dalam laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (30/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Persik Kediri, Doinatan Machado melakukan selebrasi usai mencetak gol pertama timnya ke gawang Persija Jakarta dalam laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (30/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Namun menurut sumber yang didapat Bola.com, Wilkes bersaudara menguasai 40 persen saham di PT KDP. Konon investor yang juga pemilik klub Liga 3, Belitong FC itu merogoh kocek Rp 20 miliar untuk membeli saham Persik.

Jika saham Wilkes Bersaudara dikalkulasi, maka harga per lembar saham Persik seharga Rp 500 juta. Jika 40 persen saham Wilkes Bersaudara digabung dengan sisa 60 persen yang tak disebutkan pemiliknya, maka total nilai saham Persik senilai Rp 50 miliar.

Nilai Rp 50 miliar ini mendekati data yang dipublikasikan transfermarkt.co.id untuk Persik yang mencapai Rp 46,93 miliar.

Di Mana Posisi Persik Saat Ini?

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel