BRI Liga 1: Yahya Alkatiri Ungkap Alasan Tinggalkan Persik Demi Kembali ke Persebaya

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Persebaya Surabaya secara resmi telah melakukan pergantian dalam jajaran manajemen untuk Liga 1 musim depan. Sosok Yahya Alkatiri ditunjuk sebagai manajer tim menggantikan peran Candra Wahyudi.

Sebelum ke Persebaya Surabaya, pria berusia 39 tahun itu sempat menjabat manajer Persik Kediri di BRI Liga 1 2021/2022. Dia sukses membawa klub berjulukan Macan Putih itu terhindar dari ancaman degradasi.

“Sebenarnya memang saya di Persebaya setelah juara itu, EPA U-20 2019. Kemudian saya menjadi asisten manajer Persebaya yang kena pandemi (Liga 1 2020),” kata Yahya dalam video wawancara di kanal YouTube JEBREEETmedia TV.

“Kondisinya waktu itu ada tim dari Jawa Timur, Persik Kediri, juga lagi penataan. Akhirnya saya tertantang juga membantu menata. Alhamdulillah, kemarin finish nggak sampai degradasi,” imbuhnya.

Nama Yahya Alkatiri tercatat merapat ke Persik Kediri pada Oktober 2021 sebagai manajer tim. Dia menggantikan Syarif Hidayatulloh yang kemudian naik jabatan menjadi general manager Persik.

Kerja Keras

<p>Manajer Persebaya Surabaya, Yahya Alkatiri. (Bola.com/Aditya Wany)</p>

Manajer Persebaya Surabaya, Yahya Alkatiri. (Bola.com/Aditya Wany)

Peran Yahya dalam klub berjulukan Macan Putih itu di BRI Liga 1 2021/2022 juga tidak bisa dipandang sebelah mata.

Persik sempat terseok-seok di papan bawah dan bahkan terancam turun kasta lagi. Namun, dia mampu mengangkat prestasi Persik yang tadinya berada di papan bawah hingga bisa finish di posisi ke-11 klasemen akhir.

Yahya menolak anggapan bahwa keberhasilan Persik itu berkat pengaruhnya. “Di Persik itu kerja keras semuanya, sehingga bisa stay di sana,” ucapnya.

Kiprahnya sebagai manajer di tim Persebaya sudah tidak asing. Sebab, dia pernah menjabat manajer tim Elite Pro Academy Persebaya, yang membawahi tiga tim, yakni U-16, U-18, dan U-20 pada 2019.

Pada musim itu, Persebaya U-20 dibawanya menjuarai Elite Pro Academy U-20. Sedangkan tim U-16 berhasil menduduki peringkat ketiga.

Pemain yang menjadi tumpuan tim senior saat ini seperti Ernando Ari, Rizky Ridho, Koko Ari hingga Supriadi, pernah merasakan bekerja dengan Yahya di Persebaya U-20 yang saat itu ditangani Uston Nawawi yang kini jadi asisten pelatih tim senior.

Regenerasi

<p>Ilustrasi logo Persebaya Surabaya. (Bola.com/Adreanus Titus)</p>

Ilustrasi logo Persebaya Surabaya. (Bola.com/Adreanus Titus)

Dengan sepak terjangnya, pria berusia 39 tahun itu sudah tidak diragukan lagi. Dia tentu sudah mafhum dengan seluk beluk Persebaya dan kini saatnya untuk bisa membuat tim senior berprestasi.

“Teman-teman di Persebaya minta balik lagi, karena perlu regenerasi di posisi manajer. Surabaya itu rumah, Persebaya itu rumah. Kita harus kembali ke rumah,” tutur pemilik nama lengkap Yahya Hasan Alkatiri itu.

Yahya sendiri juga dikenal sebagai sosok yang mampu dekat dengan suporter Persebaya, Bonek. Kemampuan ini tentu saja cukup langka oleh orang yang menjabat sebagai manajer tim pada momen sebelumnya.

Kini, kepulangan Yahya ke Persebaya tentu saja mendapat sambutan hangat di kalangan Bonek. Dia harus mengemban tugas membuat Persebaya meraih prestasi di tengah situasi banyaknya pemain yang hengkang ke klub-klub lain.

Sumber: YouTube JEBREEETmedia TV

Intip Posisi Persebaya di Musim Lalu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel