BRI Liga: Kali Pertama PSM Mengawali Kompetisi Tanpa Pemain Asing yang Lengkap

·Bacaan 5 menit

Bola.com, Makassar - Ada yang berbeda dengan komposisi pemain PSM Makassar pada BRI Liga 1 2021/2022. Untuk kali pertamanya Juku Eja tidak melengkapi kuota pemain asing pada awal kiprah mereka di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Tim kebanggaan Sulawesi Selatan ini dipastikan hanya diperkuat dua pemain asal Belanda, Wiljan Pluim dan Anco Jansen, pada pekan pertama musim ini, yaitu ketika menghadapi Arema FC pada 5 September mendatang.

Manajemen PSM Makassar memang tengah berburu dua pemain asing tambahan untuk melengkapi kuota. Dua nama yang santer beredar adalah Serif Hasic dari Bosnia dan Faysal Shayesteh dari Afghanistan.

Namun, kalau pun jadi bergabung dengan PSM, keduanaya tidak otomatis bisa bermain dalam waktu dekat. Mereka harus menjalani karantina mandiri selama delapan hari sesuai protokol kesehatan untuk pendatang dari luar negeri.

Bagi PSM Makassar, kondisi ini jauh berbeda ketimbang sebelumnya, terutama di era Liga 1. Juku Eja selalu bisa melengkapi kuota pemain asing plus menjadi pemain yang selalu melakukan pergantian sriekr setiap putaran musim berjalan.

PSM Selalu Punya Pemain Asing yang Lengkap

Pemain asing PSM, Wiljan Pluim sudah menjalani sesi latihan jelang digulirkannya kembali Shopee Liga 1 2020. (Abdi Satria/Bola.com)
Pemain asing PSM, Wiljan Pluim sudah menjalani sesi latihan jelang digulirkannya kembali Shopee Liga 1 2020. (Abdi Satria/Bola.com)

Seperti di Liga 1 2017, PSM Makassar memakai jasa Steven Paulle asal Prancis, Wiljan Pluim, Marc Anthony Klok yang saat itu belum berganti kewarganegaraan menjadi Indonesia, dan Reinaldo Elias da Costa asal Australia, yang kemudian digantikan striker asal Uzbekistan, Pavel Purishkin, pada putaran kedua. Hasilnya, PSM bertengger di peringkat ketiga pada akhir musim.

Pada musim berikutnya, PSM mempertahankan trio Paule, Pluim, dan Klok. Kemudian mereka hanya mendatangkan satu striker berpaspor Australia, Bruce Djite.

Nama terakhir itu kemudian kembali dilepas jelang putaran kedua dan digantikan penyerang berpaspor Hong Kong, Alessandro Ferreira Leonardo. PSM pun hanya tertinggal satu poin dari sang juara, Persija Juara, pada akhir musim.

Sementara di Liga 1 2019, PSM yang ditangani Darije Kalezic sebagai pengganti Robert Alberts tetap mempertahankan duo Belanda, Pluim dan Klok. PSM pun mendatangkan dua pemain asing baru, yakni Aaron Evans asal Australia dan Eero Markannen asal Finlandia.

Seperti dua musim sebelumnya, PSM melakukan pergantian striker pada putaran kedua, di mana Markannen dilepas untuk mendatangkan Amido Balde, striker asal Guinea-Bissau yang dilepas Persebaya Surabaya. Meski hanya bertengger di papan tengah klasemen akhir Liga 1 2019, Juku Eja tidak kehilangan muka dengan meraih trofi juara Piala Indonesia 2018/2019. Musim ini ditandai perekrutan dua pemain naturalisasi, yaitu Raphael Maitimo dan Ezra Walian.

Pada musim 2020, PSM yang menjadi wakil Indonesia di Piala AFC tetap konsisten dengan komposisi pemain asing yang lengkap. Selain mempertahankan Pluim dan Ezra yang berstatus pemain naturalisasi, manajemen PSM mendatangkan Hussein El Dor asal Lebanon, Serif Hasic asal Bosnia, dan Giancarlo Rodriguez asal Brasil.

PSM pun tetap memakai jasa pelatih asing. Kali ini, mereka ditangani Bojan Hodak yang menggantikan peran Darije Kalezic. Sayang, seperti diketahui Liga 1 2020 dan Piala AFC dinyatakan batal karena pandemi COVID-19.

Menakar Peluang Kontribusi Pluim dan Jansen

Tampak pemain asing PSM, Anco Jansen (kiri) sedang menjalani latihan. (Abdi Satria/Bola.com)
Tampak pemain asing PSM, Anco Jansen (kiri) sedang menjalani latihan. (Abdi Satria/Bola.com)

Meski sementara ini hanya diperkuat dua pemain asing pada awal kompetisi, kekuatan PSM Makassar sejatinya layak diperhitungkan oleh para pesaing di BRI Liga 1 2021/2022. Apalagi, pelatih Milomir Seslija menjadikan mayoritas pemain inti di Piala Menpora 2021 jadi kerangka starter, seperti Hilmansyah, Zulkifli Syukur, Erwin Gutawa, Hasim Kipuw, Abdul Rahman, Rasyid Bakri, Sutanto Tan, M. Arfan, dan Rizky Eka Pratama.

Selain nama di atas masih ada Yacob Sayuri, Saldi Amiruddin, Prisca Womsiwor, dan Abdul Rahman Sulaiman yang bisa jadi andalan.

"PSM tetap menjanjikan dengan mengacu penampilan mereka di Piala Menpora 2021, plus Jansen dan Pluim. Tapi, patut dicatat, atmosfer kompetisi sangat berbeda dengan turnamen. PSM tetap butuh kedalaman skuad agar bisa bersaing," tegas Andi Coklat, mantan jenderal lapangan The Maczman.

Tak pelak seraya menunggu kedatangan dua pemain asing tambahan, beban berat harus ditanggung Pluim dan Jansen untuk menjaga penampilan tim, khususnya pada pekan-pekan awal BRI Liga 1 2021/2022.

Penampilan dan kondisi Pluim tak lagi sebagus seperti pada tiga musim awalnya bersama PSM. Pluim yang pertama kali bergabung di Juku Eja pada putara kedua Torabika Soccer Championship 2016 jadi sosok sentral permainan PSM.

Liga 1 2018 jadi musim terbaik Pluim bersama PSM. Juku Eja memang hanya bertengger di peringkat dua karena kalah satu poin dari Persija Jakarta yang bertengger di posisi puncak klasemen akhir dengan koleksi 62 poin. Tapi, aksinya mampu mampu membius publik sepak bola Tanah Air. Musim 2018, Pluim tampil dalam 29 laga dengan koleksi 5 gol dan 6 assist. Total menit bermainnya adalah 2.606.

Musim 2019 jadi masa sulit buat Pluim. Cedera engkel terus membayangi penampilannya. Apalagi, setiap tampil bersama PSM, Pluim selalu menjadi incaran lawan untuk dimatikan. Alhasil di Liga 1 2019, Pluim hanya bermain dalam 19 laga dari 34 partai yang dimainkan Juku Eja. Pluim pun pulang ke Belanda sebelum kompetisi berakhir.

Meski begitu, musim ini tetap jadi kenangan tersendiri buat Pluim. Meski tak maksimal di Liga 1, Pluim tetap jadi pilar penting Juku Eja saat meraih meraih trofi juara Piala Presiden 2018/2019. Dalam laga final, Juku Eja memupus ambisi Persija yang ingin mengawinkan trofi Liga 1 dan Piala Presiden.

Sementara aksi Jansen belum teruji. Apalagi, striker yang musim lalu bermain di Eerste Divisie (Liga 2) Belanda itu datang ke Makassar dengan modal minor. Berkostum NAC Breda, Jansen tak mencetak satu gol pun dalam 15 kali penampilan.

Sementara di PSM, Jansen sudah mencetak enam gol dalam empat laga uji coba Juku Eja. Namun, aksinya itu tidak bisa dijadikan ukuran karena lawan yang dihadapi PSM adalah tim amatir, yakni PON Sulsel, OTP 37 Mamuju, Khaka FC, dan Alesha FC. Itu pun, empat dari enam golnya berasal dari titik putih.

Menarik untuk ditunggu seberapa besar kontribusi Pluim dan Jansen buat PSM yang tengah berburu dua pemain asing tambahan untuk melengkapi kouta sesuai aturan PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel