BRI Mudahkan Layanan Perseroan Perseorangan untuk Dukung Para Pelaku UMK

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Indonesia saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan ekonomi dengan cara memberikan fasilitas yang memadai bagi para pelaku usaha, terutama yang menjalani Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Sejalan dengan hal tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI juga turut serta untuk mengambil peran dalam mendukung pengembangan dan pemberdayaan UMKM, salah satunya dengan cara memudahkan layanan Perseroan Perorangan. Hal ini sendiri dipercaya dapat membuat para pelaku UMK akan semakin mendapatkan kemudahan dalam mengakses berbagai layanan perbankan yang tersedia.

Konsep ini telah didorong oleh pemerintah secara formal melalui UU Cipta Kerja yang telah mengatur peraturan ini. Dalam UU CK disebutkan bahwa saat ini dimungkinkan bagi pelaku usaha untuk mendirikan perusahaan dengan hanya satu pendiri. Hal ini tentu sangat relevan bagi UMK yang banyak dari mereka hanya bersifat "self-employed" atau usaha perseorangan.

Terkait hal ini, BRI bersama Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengadakan acara "Diskusi Taman BRI" bertemakan "Akseptabilitas Perseroan Perorangan Untuk Mengakses Layanan Perbankan Dalam Rangka Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Usaha Mikro & Kecil (UMK)" berkolaborasi dengan BRI Research Institute pada Jumat, 4 November 2022 di Taman Kantor Pusat BRI, Jakarta.

bri mudahkan layanan perseroan perseorangan untuk dukung para pelaku umk
bri mudahkan layanan perseroan perseorangan untuk dukung para pelaku umk

©BRI

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso menekankan pentingnya UMKM bagi perekonomian Indonesia. UMKM merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja paling tinggi di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM (2019), UMKM menyumbang 99,9% dari total usaha di Indonesia dan menyerap kurang lebih 119,6 juta tenaga kerja atau 96,92% dari total angkatan kerja.

"Data BRI menunjukkan bahwa setiap satu nasabah KUR rata-rata mempekerjakan tiga orang. kami sekarang punya delapan juta nasabah KUR. Oleh karena itu, sudah lebih dari 24 juta tenaga kerja yang diserap", ujarnya.

Menurut Sunarso, sumbangsih UMKM yang tinggi pada perekonomian nasional ini perlu diapresiasi dengan cara memberikan edukasi dan pengembangan terhadap UMKM. Salah satunya memberikan pelayanan perbankan kepada nasabah Perseroan Perorangan dalam bentuk fasilitas kredit maupun pengembangan produk perbankan yang disesuaikan.

Langkah tersebut didukung oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Yasonna H. Laoly. "Kami punya harapan besar bahwa UMKM akan bangkit bersama-sama dengan BRI sebagai backbone dari UMKM, utamanya juga ultra mikro dan sinergitas dengan Kementerian Hukum dan HAM, Jadi, Perseroan Perorangan menjadi penting untuk dilanjutkan," jelasnya.

Lebih detail, Perseroan Perorangan merupakan sebuah badan hukum yang memungkinkan para pelaku UMK untuk dapat mendirikan perseroan tanpa modal minimal dan dapat didirikan oleh satu orang dengan tanggung jawab terbatas.

Manfaatnya, akan banyak UMK yang akan dapat mengakses layanan perbankan, khususnya pendanaan (bankable). Hadirnya Perseroan Perorangan juga dinilai sebagai solusi untuk memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia pasca pandemi Covid-19 dengan menggerakkan sektor UMK.

Berdasarkan data Ditjen AHU per tanggal 31 Oktober 2022, tercatat ada 55.830 Perseroan Perorangan yang telah terdaftar. "Paling banyak didominasi wilayah Jawa Barat dengan 13.760 perorangan, lalu Jawa Timur 7.042, dan DKI Jakarta 6.338 perorangan," tambahnya.

BRI sendiri mengaku siap memberikan dukungan penuh bagi Perseroan Perorangan. Hal ini dibuktikan pula dengan berbagai fasilitas dan benefits yang telah disiapkan oleh pihak BRI, untuk memudahkan para pemilik Perseroan Perseorangan.