BRI sebut Holding UMi berpotensi berdayakan 45 juta nasabah

Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Supari mengungkapkan bahwa Holding Ultra Mikro (UMi) dengan BRI sebagai induk akan memperluas akses keuangan masyarakat bagi 45 juta nasabah ultra mikro yang sekitar 15 juta di antaranya sudah dapat mengakses lembaga pembiayaan formal.

“Meskipun demikian, masih ada sekitar 12 juta pelaku usaha UMi yang mengakses pembiayaan informal termasuk rentenir, dan sekitar 18 juta pelaku usaha UMi lainnya belum tersentuh lembaga pembiayaan formal maupun informal. Di sinilah segmen UMi dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi BRI Group”, ungkap Supari dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Supari menambahkan saat ini, melalui Holding UMi ketiga entitas perusahaan yang tergabung memiliki lebih dari 16.900 unit gerai layanan fisik di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, 1.002 Co-Location Gerai Senyum dan lebih dari 70.000 tenaga pemasar juga dilengkapi dengan platform Senyum Mobile yang siap melayani pelaku usaha UMi.

Dalam prosesnya, BRI mensinergikan kinerja ketiga entitas dengan 3 tahapan, tahap pertama proses emporwering people dimana PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berperan membantu kelompok usaha kaum perempuan lewat edukasi dan pendampingan.

Tahapan kedua adalah fase integrasi, yakni melalui pengembangan usaha ultra mikro dengan BRI dan PT Pegadaian sebagai penyedia modal yang dapat dipilih pelaku usaha.

Selanjutnya UMKM akan mengembangkan skala usaha, misalnya segmen UMi menjadi segmen mikro, mikro ke kecil, dan usaha kecil jadi menengah.

“Dengan demikian, Holding UMi dapat terus mendorong pelaku usaha meningkatkan skala bisnisnya agar dapat lebih besar dan semakin tangguh," pungkas Supari.

Baca juga: Holding BUMN Ultramikro percepat inklusi keuangan
Baca juga: Kemenkop UKM harapkan holding ultramikro tingkatkan pembiayaan UMKM
Baca juga: Anggota DPR harapkan holding ultramikro turunkan bunga kredit UMKM